Sudah menonton film Yowis Ben 3 belum nih teman-teman? Bagi yang sudah menonton film Yowis Ben 3, pasti sudah tahu akhir dari kisah Bayu Skak dan kawan-kawan di film ketiga mereka itu kan ya? Iya, di film ketiga Yowis Ben yang rilis pada tahun 2021 lalu itu, kita disuguhi berbagai keruwetan di ending filmnya. Mulai dari retaknya hubungan antara Bayu (Bayu Skak) dengan Cak John (Arief Didu), hingga ruwetnya kisah asmara Bayu dengan Asih (Anya Geraldine) dan juga Susan (Cut Meyriska) yang tiba-tiba saja kembali hadir di kehidupannya. Belum lagi ditambah dengan kekusutan hati yang menerpa Cak John yang mengetahui bahwa Rini, sosok yang dicintai dan ditunggunya selama ini, ternyata telah memiliki tambatan hati bernama Kapten Arjuna (Denny Sumargo). Tak hanya itu, mereka bahkan berencana untuk segera menikah.
Dan di film Yowis Ben Finale ini, semua kekusutan permasalahan tersebut semakin melebar. Selain melibatkan Cak John, Bayu, Susan, Asih, keruwetan di film keempat mereka ini juga menerpa Yowis Band, yang mereka bentuk sedari masa SMA dulu. Permasalahannya pun berkutat pada kerasnya sikap masing-masing personel yang memiliki visi dan misi tersendiri dari masa depan Yowis Band.
Pasalnya, para anggota band tersebut memiliki permasalahan masing-masing dan menggantungkan harapannya kepada band. Bayu bermasalah dengan rumah yang mereka kontrak dan tiba-tiba saja akan dijual oleh pemiliknya, Doni (Joshua Suherman) bermasalah dengan keluarganya dan rumahnya disita, Yayan (Tutus Thomson) bermasalah dengan perekonomian anak dan istrinya. Sementara sebuah masalah, timbul dari Nando, yang siap-siap untuk berangkat ke Amerika demi bisa kuliah di sana. Tentu saja hal tersebut membuat Yowis Band terancam bubar.
Hingga pada akhirnya, hal tersebut memang menjadi sebuah kenyataan. Yowis Band pada akhirnya terpecah. Ironisnya, hal tersebut berdampak pada para anggota yang selama ini menjadikan Yowis Band sebagai gantungan hidup. Yayan yang terbelit permasalahan ekonomi keluarganya, bahkan harus rela menjadi seorang peminta-minta agar bisa membelikan susu Singo, sang anak.
Sementara Cak Jon yang ingin kembali mendapatkan hati Rini (Putri Ayudya), bertekad untuk mengambil kembali sang pujaan hati dari Kapten Arjuna. Sehingga membuatnya gelap mata dan menantang Kapten Arjuna untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara laki-laki. Kira-kira bisa atau tidak ya Cak John kembali mendapatkan hati Mbak Rini? Lalu, bagaimanakah akhir dari kisah Yowis Band yang digawangi oleh Bayu, Nando, Doni dan Yayan ini ke depannya? Apakah mereka menemukan solusi dan membuat Yowis Band kembali utuh, ataukah memang Yowis Band harus hancur begitu saja? temukan jawabannya di Yowis Band: Finale ini ya teman-teman!
Note: Karena sebagian besar dialog dalam film ini berbahasa Jawa, pastikan teman-teman yang tidak terlalu paham dengan bahasa Jawa, menonton filmya dengan subtitle Bahasa Indonesia ya!
Baca Juga
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
Final Piala Dunia 2026 dan Lionel Messi: Akhir yang Penuh Nestapa bagi sang Legenda
-
Piala Dunia 2026: 4 Alasan Pertarungan Spanyol vs Argentina Patut Disebut Final Ideal
-
Tak Perlu Jadi Juara Dunia, Raih Peringkat Ketiga Sudah Cukup Bikin Inggris Catat Sejarah Besar!
-
Inggris vs Prancis: Konsistensi Penyerangan Prancis Berjumpa dengan Permainan Pragmatis Inggris
Artikel Terkait
Ulasan
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
Review Every Monday Mabel: Ketika Truk Sampah Jadi Hal Terbaik di Dunia
-
Teach You a Lesson: Drama Aksi Sekolah dengan Kritik Pedas Sistem Pendidikan
-
Membaca Ways to Live Forever: Bagaimana Anak Kecil Melihat Sebuah Kematian?
-
Review Evil Dead Burn: Teror Iblis Necronomicon di Rumah Danau Berdarah!
Terkini
-
Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan
-
Produksi XO, Kitty Season 4 Belum Dapat Lampu Hijau, Berakhir Lewat Film?
-
Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan
-
Tangki Cinta yang Kosong: Sulitnya Anak Broken Home Mengenal Hubungan Sehat
-
Ghosting, Breadcrumbing, dan Situationship: Bahasa Baru dalam Dunia Asmara