Tahu Susu Lembang awalnya didirikan tahun 2008 oleh seorang pengusaha Factory Outlet dan rumah makan di Bandung yaitu Bapak Perry Tristianto. Tahu Susu Lembang dari rasanya memang berbeda dari tahu tahu lain yang bisa kita temui di pasar tradisional atau pasar modern. Keunikan itu terdapat pada teksturnya yang begitu halus dan juga lembut, walaupun sama berbahan dasar kedelai, tapi karena ada campuran mentega dan susu pada bahan dasar tahu susu membuatnya lebih lembut.
Penataan lokasi Tahu Susu Lembang (TSL) juga cukup unik. Berlokasi di jalan utama Lembang sebelah kiri jalan (kalau dari Bandung) kita akan tertipu kalau melihat tampilan depannya karena berwarna seperti SPBU (POM) bensin. Setelah diamati ternyata itu area yang ditujukan buat konsumen melakukan Drive Thru. Dikatakan POM karena merupakan akronim dari Pusat Orang Makan. Keunikan rasanya Tahu Susu Lembang bisa dengan mudah meraih hati dan selera pengunjung.
Untuk sekadar informasi bagi para wisatawan yang datang berkunjung ke sini, panganan yang ada bukan hanya sekedar tahu saja. Area ini berbentuk seperti pusat food court dengan konsep one stop eating dengan berbagai makanan yang tersedia bukan hanya tahu, juga ada batagor, siomay, susu kedelai hangat, pie susu dan banyak lagi makanan lainnya.
Tepat berseberangan dengan Tahu Susu Lembang, ada Rumah Sosis. Sesuai dengan namanya menjual berbagai varian sosis seperti blackpepper dan keju. Juga ada banyak jajanan cemilan lainnya seperti soes mini, almond crispy, bika ambon, dan banyak lagi variasi cemilan dan frozen food yang bisa dijadikan buah tangan untuk orang tercinta.
Setiap hari Tahu Susu Lembang melakukan produksi langsung di lokasi. Jumlah produksinya sangat relatif antara 5 ribu buah (pada hari biasa) dan mencapai 20 ribu buah (hari libur). Harga yang ditawarkan relatif murah, mulai dari Rp 15.000 an saja per porsinya. Karena dibuat tanpa bahan pengawet maka tahu susu ini hanya tahan paling lama 2 hari sesudah diproduksi.
Wisata kuliner di Kota Lembang, mampir ke Tahu Susu Lembang saja ya!
Baca Juga
-
Sinopsis Don't Touch My Gang: Kisah Anak Kampung Hadapi Kerasnya Bangkok!
-
Profil Nonnie Pitchakorn, Bintang Baru di Only Friends, Adik Nanon Korapat!
-
Angkat Kisah Kehidupan setelah Kematian, Ini Sinopsis Death is All Around!
-
Relate dengan Guru Muda, Ini Sinopsis Drama Thailand "Thank You Teacher"
-
Sinopsis Serial '6ixtynin9', Dus Mie Instan Berisi Uang yang Berakhir Petaka
Artikel Terkait
-
Rainbow Garden, Menikmati Kembang Warna-warni di Kota Kembang
-
Fairy Garden Maribaya: Objek Wisata Lembang dengan Konsep Negeri Dongeng
-
Pembunuh Purnawirawan TNI di Bandung akan Diperiksa Kembali Usai Hasil Otopsi Keluar
-
The Lodge of Maribaya: Berada di Puncak Bandung Serasa di Cappadocia
-
Farm House Susu Lembang, Agrowisata Lokal Rasa Internasional
Ulasan
-
Bukan Klimaks yang Final, Danur: The Last Chapter Terasa Kecil dan Lemah
-
Sekecil Apapun Mimpi, Ia Patut Diperjuangkan: Membaca Novel Nonik Jamu
-
Di Persimpangan Warna dan Ideologi: Riwayat Sunyi Seorang Anak Tanah Air
-
Potret Keteguhan dari Lereng Gunung di Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu
-
Menjemput Jawaban di Atas Kapal Blitar Holland: Ulasan Novel "Rindu"
Terkini
-
Skip Jakarta! Irene Red Velvet Umumkan Jadwal Tur Asia Pertama 'I Will'
-
BTS Guncang Netflix! Konser Comeback ARIRANG Raih 18,4 Juta Penonton dalam 24 Jam
-
Deep Clean & Soothe: 4 Cleanser Allantoin yang Menjaga Kelembapan
-
Hyunjung Rolling Quartz Alami Cedera akibat Perkelahian, Agensi Minta Maaf
-
Studio Dragon Sulap Drama Korea Jadi Musikal, Ada Crash Landing on You