Sebagaimana yang marak terjadi di setiap daerah di Indonesia, itu ada banyak menu makanan saat lebaran. Setiap daerah memiliki ciri khas dan menu makanan tersendiri, seperti halnya di desa Todang-Todang, kecamatan Limboro, kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Di desa Todang-Todang, menu makanan pun tersedia di setiap rumah-rumah warga dalam menyambut perayaan hari lebaran. Warga setempat berkunjung di rumah sanak saudara usai menggelar shalat Idul Fitri, budaya salaman pun terikat kuat menyemai.
Seperti biasanya, menu makanan sebagai pelengkap dalam menyambut orang-orang saat lebaran tak pernah absen. Kue-kue kering dengan berbagai jenis pun tersedia di meja tamu, dan yang tak terlupakan "buras" dan "gogos" menjadi hidangan khas dan wajib di desa Todang-Todang saat lebaran.
Walau buras kerap kali dilakoni sebagai makanan khas Sulawesi Selatan dengan sebutan burasa, tapi di tanah Mandar termasuk di Sulawesi Barat juga sudah lama menjadi makanan khas masyarakat setempat. Begitupun dengan gogos seakan tak bisa terpisahkan dengan buras setiap dijadikan hidangan.
Buras terbuat dari beras yang dimasak terlebih dahulu bersama santan hingga teksturnya lunak. Kemudian dibungkus dalam dua lapis daun pisang, kemudian diikat dengan tali rafia, setelah itu dimasak.
Sementara gogos terbuat dari beras ketan. Adapun proses pembuatannya, ketan direndam dengan santan lalu dimasak hingga matang. Kemudian dibungkus dengan daun pisang, lalu dibakar agar semakin gurih.
Bukan hanya saat lebaran buras dam gogos selalu dihidangkan, bahkan saat ada perayaan budaya lokal, seperti "sayyang pattu'du" atau kuda menari. Dan tak terkecuali ketupat juga bagian dari menu wajib.
Sekilas momen perayaan Idul Fitri di desa Todang-Todang terlihat cukup meriah, gema takbir pada malam dan pagi hari bertanda shalat Idul Fitri akan digelar, hingga akhirnya tepat 22 April 2023, pukul 08.00 Wita shalat Idul Fitri pun digelar.
Tak terkecuali pula, tradisi "mambaca" atau "mabbaca-baca" menjadi momentum yang tak pernah ditinggalkan usai perayaan Idul Fitri. Bahkan seakan terkesan kurang afdol menyantap berbagai makanan saat lebaran sebelum "mambaca."
"Mambaca" adalah ritual membacakan doa sebagai ucapan syukur kepada Allah SWT. dihadapan hidangan seperti buras, gogos, pisang, dan menu pelengkap lainnya.
Itulah sekilas cerita momen perayaan lebaran di desa Todang-Todang, setiap daerah tentu punya tradisi dan menu makanan khas masing-masing. Jadi, sobat sekalian menu apa saja yang ada di daerah kalian?
Baca Juga
-
Hari Raya Idul Fitri, Memaknai Lebaran dalam Kebersamaan dan Keberagaman
-
Lebaran dan Media Sosial, Medium Silaturahmi di Era Digital
-
Ketupat Lebaran: Ikon Kuliner yang Tak Lekang oleh Waktu
-
Dari Ruang Kelas ke Panggung Politik: Peran Taman Siswa dalam Membentuk Identitas Bangsa
-
Menelisik Sosok Ki Hajar Dewantara, Pendidikan sebagai Senjata Perlawanan
Artikel Terkait
-
Punya Desain Ikonik, Nikmatnya Kuliner Rumah Makan Pondok Kelapa di Campalagian
-
Mau Camp di Akhir Pekan? Bukit Soe Pemboborang di Majene Cocok Jadi Pilihan
-
Buttu Pattumea di Majene, Tempat Berlibur di Alam Sambil Mengulik Sejarah
-
Wisata Pulo Baluno, Destinasi Wisata Mangrove yang Memesona di Majene
-
Wisata Salu Paja'an di Polman, Tempat Ternyaman untuk Bersantai
Ulasan
-
Tragedi di Pesta Pernikahan dalam Novel Something Read, Something Dead
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
Terkini
-
MBC Resmi Tunda Penayangan Drama 'Crushology 101', Ternyata Ini Alasannya
-
Lee Shin Young Akan Bergabung dalam Drama 'The Moon Flows Over the River'
-
Tayang Mei, Bae Doo Na Alami Cinta Tak Terkendali dalam Film Korea Virus
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop