Pandawara group merupakan sekelompok anak muda yang telah menunjukkan solidaritas dalam melakukan kegiatan sosial dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Kegiatannya adalah membersihkan sampah di sungai sampai bersih dan sekarang masih konsisten mereka lakukan. Padahal, sangat jarang kita bisa menemukan anak muda yang mau mempertaruhkan kesehatannya dengan berkotoran di sungai. Pada akhirnya, mereka mendapatkan apresiasi dari masyarakat sekitar dan bahkan sempat diundang di salah satu acara TV nasional. Selain itu, tentunya mereka mendapatkan pendapatan dari kegiatan sosial itu sendiri.
Pada pembahasan kali ini, saya akan menjabarkan beberapa nilai sosial yang telah ditunjukkan teman-teman pandawara dan layak untuk dijadikan teladan.
Inisiatif dan peduli dengan lingkungan sekitar
Rasa inisiatif dan peduli sudah ditunjukkan oleh grup pandawara dan tidak hanya sekedar konten. Mereka bersungguh-sungguh ingin membersihkan sungai yang merupakan aset masyarakat. Mereka peduli karena percaya sungai yang bersih ke depannya bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat nantinya. Selain itu, berkat kepedulian mereka juga, itu bisa mengurangi risiko penyakit yang berasal dari sungai. Jadi, kita sebagai anak muda harus bisa dari sekarang untuk mulai inisiatif bertindak untuk memperbaiki lingkungan yang rusak.
Mengedukasi publik lewat konten
Grup pandawara juga menyelipkan edukasi dalam konten video yang dibuat. Biasanya konten video yang dibuat adalah dokumentasi dari kegiatan membersihkan sungai dengan menggunakan soundtrack musik. Tetapi, beberapa ada backsound dari salah satu anggota pandawara yang berbicara tentang kondisi sungai serta tanggapan mereka terhadap sungai yang kotor. Mereka melakukan 2 hal bernilai sosial secara bersamaan dalam satu tayangan video, yaitu membersihkan sungai dan membuat konten edukatif.
Mengundang masyarakat untuk ikut membersihkan lingkungan
Grup pandawara juga sempat membuat kegiatan charity yang di mana mereka mengundang masyarakat untuk ikut membersihkan pantai yang dipenuhi banyak sampah. Kali ini, mereka tidak hanya melakukannya sendiri, tapi mereka juga berhasil menggerakkan hati masyarakat untuk ikut peduli dengan lingkungan sekitar. Anak muda seperti inilah yang dibutuhkan di masa sekarang. Rela mengorbankan waktu dan tenaganya demi kualitas lingkungan sekitar.
Nilai sosial di atas adalah contoh teladan yang relevan untuk dilakukan anak muda sekarang karena memanfaatkan media sosial untuk memperluas kehidupan bersosial. Mari kita mulai sekarang untuk peduli dengan lingkungan, semoga bermanfaat.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
4 Rekomendasi Film yang Dibintangi Dwayne Johnson, Ada Black Adam
-
Aksi Bertahan Hidup yang Gila, 3 Alasan Kamu Harus Nonton Film Bird Box
-
4 Rekomendasi Film yang Dibintangi Ryan Gosling, Terbaru Ada The Fall Guy!
-
Nelangsa di Balik Lagu 'Wish You Were Here' dari Neck Deep, Belajar Kehilangan Teman
-
3 Rekomendasi Film yang Dibintangi Lutesha, Terbaru Ada Ali Topan
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel The Privileged Ones: Dinamika Remaja dan Kelas Sosial
-
Anak Muda dan Traveling: Melarikan Diri atau Mencari Jati Diri?
-
Menggali Tradisi Sosial dengan Dinamika Tak Terduga Melalui Arisan
-
Percepat Kesejahteraan Sosial di Desa, Kemendes dan Kemensos Teken MoU
-
Satu dari Tiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Ini Cara Agar Mereka Dapat Informasi Kredibel di Media Sosial
Ulasan
-
Ulasan Novel Happy Ending Machine: Ketika Mencintai Orang yang Salah
-
Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam: Melawan Tradisi Kawin Tangkap
-
Menguak Sisi Gelap Masyarakat Elitis dalam Novel Ferris Wheel at Night
-
Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop: Rahasia Jalan-Jalan Gratis dari Menulis
-
Absurdisme Hidup dalam Novel The Stranger Karya Albert Camus
Terkini
-
Sadbor sebagai Duta Anti Judi Online: Paradoks Makna Pemberian Gelar
-
3 Rekomendasi Serum Lokal yang Mengandung Mugwort, Ampuh Hempaskan Jerawat
-
Cermin Bangsa: Ketika Jalur Busway Menjadi Ajang Ketidakdisiplinan
-
Review Novel 'Selena', Mengungkap Identitas Guru Matematika yang Misterius
-
Ulasan Buku Independent Woman: Wanita Mandiri Bukan Hanya Sekadar Label