Apa jadinya kalau seorang pembunuh berantai yang hilang tanpa jejak 15 tahun lamanya, mendadak muncul ke publik sebagai penulis yang sengaja menjual kisah keji pembunuhannya sebagai jalan pertobatan darinya? Di luar nalar, kan? Nah, kisah yang demikian adalah garis besar jalan cerita dari film Korea bergenre action thriller yang berjudul Confession of Murder!
Kisah bermula ketika seorang polisi bernama Choi Hyeong Goo (Jung Jae Yeong) ditugaskan mengusut kasus berantai pembunuhan sederet wanita antara tahun 1986-1990. Dikisahkan di suatu malam, Choi Hyeong Goo terlibat aksi kejar dengan sang pembunuh saat proses penyergapan. Sayang, malam itu keberuntungan tidak berpihak pada Choi Hyeong Goo. Bukannya meringkus sang pembunuh ataupun berhasil mengungkap indentitasnya, dirinya malah nyaris terbunuh, juga dihadiahi sayatan besar di pipinya.
Singkat cerita, 15 tahun berlalu, dan sesuai hukum yang berlaku saat itu, kasus pembunuhan berantai yang ditangani Choi Hyeong Goo tak lagi dapat diusut sebab masa berlaku kasus telah berakhir. Memanfaatkan jerat hukum yang tak lagi mangkus, seorang pria bernama Lee Doo Seok (Park Si Hoo) muncul ke publik dengan pengakuan yang mengejutkan.
Di hadapan para awak media dengan setumpuk buku di mejanya, Lee Doo Seok mengaku kalau dirinya adalah pembunuh berantai yang telah menghabisi banyak nyawa wanita di tahun 1986-1990. Buku yang ia rilis bertepatan dengan wawancara malam itu adalah detail terperinci dari sederet pembunuhan yang ia lakukan. Sebagai bentuk pertobatan, ia mendonasikan hasil penjualan buku tersebut untuk seluruh keluarga korban.
Dalam wawancaranya pun Lee Doo Seok mengklaim, bahwa luka sayatan di pipi Choi Hyeong Goo adalah ulahnya, dengan demikian, Lee Doo Seok mengakui kalau dirinya adalah sosok yang dicari-dicari Choi Hyeong Goo 15 tahun belakangan. Kemunculan Lee Doo Seok memunculkan reaksi yang beragam, ada kubu yang menganggapnya pahlawan, ada yang mengecam, ada pula kubu keluarga korban yang terobsesi melancarkan aksi balas dendam.
Ulasan Film Confession of Murder
Sebagaimana genrenya, film ini berhasil menampilkan sederet adegan menegangkan lewat aksi bertarung dan eksekusi pembunuhan. Tidak sedikit adegan yang menampilkan pertarungan sengit di tempat tak lazim dan berbahaya. Jadi, jangan heran kalau sewaktu menyaksikan film ini kamu akan melihat aksi pertarungan tak masuk akal, termasuk pertarungan di atas mobil yang tengah melaju kencang. Nah, jika kamu adalah penikmat genre action yang demikian, agaknya kamu akan cocok dengan film Korea satu ini.
Kembali ke alur ceritanya, saya pribadi menemukan sederet keganjilan! Terlepas dari keberagaman opini publik, reaksi kubu yang menerima baik bahkan menjadi penggemar Lee Doo Seok, pria yang mengaku pembunuh berantai dalam film ini bagi saya terasa begitu mengganggu. Apalagi, penggemar garis keras Lee Doo Seok ini kebagian sorot yang cukup banyak dalam film ini. Agaknya, sineas yang memproduksi film ini hendak menyentil fenomena masyarakat yang mudah lupa dengan penderitaan korban sebab terpikat pesona-pesona dari si pelaku.
Alasan kuat mengapa kamu harus menyaksikan film ini adalah sensasi greget menyusuri labirin misteri sewaktu pihak ketiga muncul dengan pengakuan kalau dirinya adalah pelaku pembunuhan berantai yang asli. Nah, di babak inilah kamu akan diajak menyusuri labirin misteri tentang siapa pembunuh yang asli dari kasus rumit tersebut. Lantas bagaimana ya kelanjutan kisahnya? Temukan jawabannya dengan menyaksikan film ini di layanan streaming resmi, ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Burung-Burung Rantau: Gagasan tentang Manusia Pasca-Indonesia
-
Dua Dini Hari: Noir Lokal tentang Konspirasi dan Nasib Anak Jalanan
-
Psikologi di Balik Hadirnya Do Ra-mi dalam 'Can This Love Be Translated?'
-
Tips Jitu Membuat Keputusan Bijak di Buku Clear Thinking
-
His Last Bow: Penutup Apik Sherlock Holmes dengan Ide yang Cemerlang
Terkini
-
4 Padu Padan Daily OOTD ala Go Youn Jung, Gaya Simpel tapi Classy!
-
Saat Sekolah 'Pindah' ke Mall: Serunya Open House Mutiara Persada 2026
-
Antara Empati dan Superioritas: Mengembalikan Makna Volunteer yang Berdampak
-
4 Physical Sunscreen Vegan Terbaik untuk Kulit Sensitif dan Mudah Breakout
-
Shayne Pattynama Gabung Persija Jakarta, Peluang Main di Timnas Makin Besar