Drama China A Little Thing Called First Love disutradarai oleh Qi Xiao Hui dan resmi ditayangkan pada 23 Oktober 2019. Mengangkat genre romance, komedi, drama, dan youth, drama ini hadir dengan total 36 episode.
Lai Kuan Lin atau kerap dipanggil Lai Guan Lin adalah mantan anggota grup idola Korea Selatan dengan nama grup Wanna One. Drama ini adalah awal permulaan debutnya dan mendapat peran sebagai pemeran utama. Lai Guan Lin juga melanjutkan bermain drama di tahun 2021 dan 2022. Sayangnya, sekarang ini Lai Guan Lin memutuskan untuk pensiun dari dunia hiburan yang membuat para penggemar merindukan kemampuan aktingnya.
Tidak kalah menarik, lawan main drama ini adalah aktris terkenal bernama Zhao Jin Mai yang sudah kerap bermain drama. Seperti yang sudah kita tahu bahwa drama yang diperankan oleh aktris Zhao Jin Mai susah untuk dilupakan. Sama halnya dengan dramanya kali ini.
Sinopsis Drama China A Little Thing Called First Love
Berawal dari rasa kagum sederhana, kehidupan Xia Miao Miao (Zhao Jin Mai) perlahan berubah arah. Dia adalah siswi yang pendiam dan gemar menggambar, lebih sering tenggelam dalam dunianya sendiri daripada menjadi pusat perhatian. Di sekolah, namanya jarang disebut. Namun diam-diam, hatinya tertambat pada Liang You Nian (Lai Guan Lin), senior yang dikenal sebagai sosok populer, berbakat, dan selalu bersinar di mana pun dia berada.
Perasaan itu mendorong Miao Miao melakukan hal-hal yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Dia mulai belajar memahami gaya berpakaian, mencoba tampil lebih rapi dan percaya diri, dan memberanikan diri terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah. Bersama dukungan teman-temannya, dia bergabung dengan klub, memperluas pergaulan, dan berusaha keras memperbaiki nilai akademiknya.
Perubahan tersebut tidak terjadi dalam semalam. Ada keraguan, rasa rendah diri, dan kegagalan yang sempat membuatnya ingin menyerah. Namun seiring waktu, Miao Miao menyadari bahwa langkah-langkah kecil yang dia ambil bukan semata demi mendekati Liang You Nian, melainkan untuk menemukan potensi yang selama ini tersembunyi dalam dirinya.
Ulasan Drama China A Little Thing Called First Love
Drama ini termasuk kedalam jejeran drama yang tenang khas anak sekolah. Kita dibuat seperti melihat diri kita yang masih labil, penuh semangat, dan belajar masuk ke tahap dewasa. Singkatnya, drama ini tidak neko-neko sehingga semua kalangan pasti nyaman menontonnya, terlebih untuk para remaja yang sedang berjuang meraih cita-cita.
Sebagai salah satu orang yang menonton film versi Thailand sebelum adanya drama ini, saya bisa katakan bahwa drama ini lumayan mirip namun ada beberapa modifikasi yang disesuaikan dengan keadaan. Saya tidak ingin membandingkan karena keduanya menurut saya bagus untuk menjadi tontonan.
Pencarian jati diri. Terdengar klise tapi bagi banyak orang, hal tersebut sangat susah dilakukan. Mulai darimana, bertanya pada siapa, apa yang harus dilakukan, rasanya mencari jati diri adalah sesuatu yang tahu bagaimana awalnya.
Apabila kalian atau mendapati orang terdekat sedang berada di posisi tersebut, jangan lupa untuk percaya pada diri sendiri dan terus memberikan semangat. Bentuk support apapun sangat membantu asalkan tidak berlebihan dan merujuk pada hal positif juga tidak ada unsur ejekan.
Berbicara tentang chemistry, di awal memang terasa canggung. Saya bahkan sampai bisa merasakan aura kecanggungan yang memang sengaja dipancarkan agar drama lebih berkesan. Lama-lama, aura canggung berubah mengalir membentuk pertemanan dan mengarah ke perasaan.
Satu kata yang menggambarkan drama ini adalah sopan. Rating dari saya sebesar 4,7/5. Untuk menonton keseruan Lai Guan Lin dan Zhao Jin Mai, kamu dapat menemukannya di platform Netflix, iQIYI, WeTV, dan Viki dengan jumlah 36 episode.
Baca Juga
-
Drama Korea More Than Friends: Lelah Menunggu Sampai Akhirnya Disambut
-
Drama China Love Between Lines: Dimulai dari Permainan, Menjadi Perasaan
-
Drama Korea Once Upon a Small Town: Semilir Desa dan Pertemuan Tak Terduga
-
Drama Korea Live On: Di Balik Sorotan, Ada Sisi yang Tidak Ingin Terlihat
-
Drama Korea Hotel Del Luna: Hilang dari Mata, Tapi Tetap Terasa
Artikel Terkait
Ulasan
-
The Diary of a Young Girl: Catatan Anne Frank yang Menjadi Saksi Kelam Holocaust
-
Ulasan Novel Romeo dan Juliet: Cinta Terlarang yang Berakhir Menjadi Tragedi
-
Ulasan Pemikat Jiwa: Kisah Tragis Jagal Ayam yang Terjebak di Ruang Gaib!
-
Review Sayap-Sayap Patah: Kisah Cinta yang Dihancurkan Tradisi dan Kekuasaan
-
Review Serial The Loyalty Game: Misteri Manipulasi Pernikahan yang Rumit
Terkini
-
Kekayaan Alam Diekspor, Tagihannya Dipulangkan kepada Rakyat
-
Argentina vs Swiss: Adu Kecerdasan Taktik Demi Semifinal Piala Dunia 2026
-
5 Tips Merawat Rambut agar Tetap Sehat dan Tidak Mudah Rusak
-
Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026: Buktikan Tim Kelas Juara dan Siap Lawan Prancis
-
7 Buku yang Dibaca Juhoon Cortis, Seleranya Mencakup Semua Genre!