Juhoon, salah satu member Cortis, ternyata juga memiliki hobi membaca buku. Hal ini terungkap dalam beberapa kesempatan seperti saat di bandara, atau Juhoon sendiri yang membagikan buku yang sedang dibacanya kepada para penggemar.
Buku-buku yang dibaca Juhoon cukup beragam, mulai dari self-improvement hingga novel karya penulis legendaris. Penasaran buku apa saja yang dibaca Juhoon? Simak daftar lengkapnya berikut ini!
1. The Art of Loving karya Erich Fromm
Buku yang satu ini mengajarkan bahwa cinta merupakan skill atau keterampilan yang harus dipelajari, bukan hanya sekadar perasaan belaka. Cinta bukan sekedar emosi kebetulan, melainkan seni yang memerlukan pengetahuan, teori, dan praktik.
Fromm menekankan bahwa cinta merupakan tindakan aktif, sebuah keputusan dan komitmen, yang harus dipelajari agar kita bisa terhubung secara mendalam baik dengan diri sendiri ataupun orang lain. Buku ini sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul yang sama.
2. Live Cherising Yourself karya Na Tae-joo
Buku karya penulis asal Korea Selatan ini menjadi pengingat bahwa kita tidak harus menjadi sempurna untuk layak disayang, termasuk oleh diri kita sendiri. Buku ini ditulis berdasarkan catatan-catatan kecil yang ia kumpulkan ketika bersiap memberikan berbagai ceramah dan kelas kehidupan.
Buku esai ini berisi tentang kumpulan pemikiran dan pesan hangat dari sang penyair tua yang mengajak pembaca untuk mencintai, menghargai, serta merawat diri sendiri di tengah kerasnya kehidupan modern.
3. Honmono karya Seong Haena
Honmono membahas tentang identitas diri di tengah dunia yang sibuk menyuruh kita menjadi orang lain. Kumpulan cerita pendek ini memotret realitas sosial di Korea Selatan dengan sangat tajam, berfokus pada batas-batas yang memisahkan manusia akibat perbedaan wilayah, politik, serta generasi.
4. I Said Goodbye karya Kim Ae-ran
Sesuai judulnya, buku ini berisi tentang perpisahan, kehilangan, serta cara untuk tetap bisa melanjutkan hidup walaupun ada orang atau masa yang harus ditinggalkan.
I Said Goodbye berisi kumpulan cerita atau momen rapuh seputar perpisahan, kehilangan, serta bagaimana acara manusia berdamai dengan kenangan yang ditinggalkan.
5. Ubermensch karya Friedrich Nietzsche
Buku ini membahas tentang manusia yang bisa menemukan makna hidup dengan menciptakan jalannya sendiri. Buku karya filsuf terkenal asal Jerman ini berisi tentang perjalanan spiritual dan intelektual tokoh yang bernama Zarathustra yang turun dari gunung untuk mengajari manusia bagaimana cara melepaskan diri dari aturan moral tradisional, mengatasi kelemahan diri, dan berevolusi menjadi seorang ‘Ubermensch’ atau Manusia Unggul.
6. The Subtle Art of Not Giving a F*ck karya Mark Manson
Buku yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ini dengan judul Seni untuk Bersikap Bodo Amat ternyata juga menjadi pilihan bacaan Juhoon Cortis. Berisi sebuah tutorial untuk berhenti overthinking terhadap hal-hal kecil.
Buku pengembangan diri atau self-help ini mengajak pembaca untuk berhenti berpura-pura selalu positif dan mulai menerima kekurangan, penderitaan, serta batasan diri sebagai bagian normal dari kehidupan.
7. Goethe Said Everything karya Yui Suzuki
Buku karya penulis Jepang ini membahas tentang kebenaran, pengetahuan, dan bagaimana satu kalimat bisa mengubah cara pandang seseorang terhadap hidup.
Berkisah tentang petualangan intelektual seorang profesor ahli Johann Wolfgang von Goethe yang terobsesi mencari asal-usul sebuah kutipan manusia yang ia temukan pada label kantong the celup. Menarik, bukan?
Itulah tujuh daftar buku yang dibaca oleh Juhoon Cortis. Ada yang sudah pernah kamu baca?
Baca Juga
-
Four Hands Two Sonatas Tamat, Ini 5 Kejanggalan yang Masih Belum Terjawab
-
Gila Validasi dan Tak Mau Repot: Membedah Tren 5 Joki Paling Absurd di Indonesia
-
5 Buku Romance yang Diadaptasi ke Film dan Series Tahun Ini, Sudah Nonton?
-
5 Fakta Menarik Drama Between Steps, Karya Terakhir Sutradara Legendaris
-
Juhoon Stoic Bukan Cerita Rakyat, Kini Rekomendasikan Buku Karya Seneca
Artikel Terkait
Entertainment
-
Sinopsis River, Film Horor Slasher Pembunuh Bertopeng di Sungai Terpencil
-
Drakor Crash 2 Tayang 16 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya
-
Sinopsis The Body, Horor Netflix tentang Histeria Massal di SMA Katolik
-
Tayang 2027, Sooyoung dan Kang Seung Yoon Bintangi Drakor I Went to School
-
Raih Rating Tinggi, Doctor X: Mafia in White Dikritik soal Akurasi Medis
Terkini
-
4 Pelembap Anti-Aging Bebas Pewangi agar Wajah Tetap Kencang Tanpa Iritasi
-
Pro dan Kontra Vasektomi: Pengentasan Kemiskinan atau Otonomi Tubuh?
-
Lagu 'Tutur Batin': Pelukan Hangat untuk yang Ingin Bangkit dari Kegagalan
-
5 Fakta Gerakan I Am Jane Doe, dari Doxxing hingga Aksi Solidaritas
-
House of Hummingbird: Tentang Tumbuh di Dunia yang Tak Selalu Memberi Ruang