Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster film Dhurandhar: The Revenge (IMDb)
Ryan Farizzal

Dhurandhar: The Revenge adalah sekuel yang ditunggu-tunggu dari film Dhurandhar (2025), sekaligus penutup dwilogi karya Aditya Dhar. Film spy action-thriller berbahasa Hindi ini dirilis secara global pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan perayaan Gudi Padwa, Ugadi.

Dengan durasi mencapai 235 menit (hampir 4 jam), film ini menjadi salah satu produksi Bollywood paling ambisius tahun ini. Disutradarai dan ditulis oleh Aditya Dhar sendiri, dengan dukungan produser Jio Studios dan B62 Studios, Dhurandhar: The Revenge mengusung tema patriotisme, balas dendam, serta operasi intelijen lintas batas yang terinspirasi dari peristiwa nyata seperti Operasi Lyari, serangan 26/11 Mumbai, serta dinamika geopolitik Asia Selatan.

Ranveer Singh kembali menjadi bintang utama dengan penampilan ganda yang memukau sebagai Jaskirat Singh Rangi alias Hamza Ali Mazari. Karakter ini adalah agen intelijen India yang menyamar dalam jaringan kriminal Karachi, Pakistan.

Pendukungnya tak kalah kuat: Arjun Rampal sebagai Mayor Iqbal (perwira ISI yang kejam), Sanjay Dutt sebagai SP Chaudhary Aslam (polisi Lyari yang korup), R. Madhavan sebagai Ajay Sanyal (kepala intelijen India), serta Sara Arjun sebagai Yalina Jamali, istri Hamza yang menjadi pusat konflik emosional. Rakesh Bedi, Gaurav Gera, Danish Pandor, dan Manav Gohil juga memberikan penampilan solid, memperkuat jaringan antagonis dan sekutu yang rumit. Beberapa aktor dari film pertama kembali, menciptakan kontinuitas yang mulus.

Sinopsis: Pertaruhan Terakhir di Antara Dua Identitas

Salah satu adegan di film Dhurandhar: The Revenge (IMDb)

Cerita berlanjut langsung dari akhir film pertama. Jaskirat Singh Rangi, yang kini sepenuhnya menyatu dengan identitas Hamza Ali Mazari, telah naik menjadi penguasa dunia bawah tanah Lyari (Karachi). Ia tidak lagi hanya menjalankan misi negara, melainkan terjebak dalam pusaran balas dendam pribadi sekaligus operasi rahasia yang lebih besar.

Hamza harus menghadapi geng kriminal, politisi korup, serta ancaman dari intelijen Pakistan (ISI) sambil menjaga rahasia identitasnya. Alur film menggambarkan perjuangan batin antara tugas patriotik, pengkhianatan, dan harga yang harus dibayar keluarga serta diri sendiri. Tema utamanya adalah balas dendam yang tak pernah usai—bukan sekadar aksi fisik, melainkan perang psikologis di tengah politik kotor dan terorisme lintas negara.

Review Film Dhurandhar: The Revenge

Salah satu adegan di film Dhurandhar: The Revenge (IMDb)

Secara teknis, film ini luar biasa. Sinematografi Vikash Nowlakha menghadirkan visual gelap dan realistis kawasan Lyari yang kumuh sekaligus mencekam. Adegan aksi Brutal, tembakan senjata api, ledakan, serta pertarungan jalanan dirancang dengan koreografi presisi dan efek visual memukau.

Musik Shashwat Sachdev mendukung atmosfer tegang dengan beat elektronik yang intens dan lagu-lagu latar yang epik. Editing Shivkumar V. Panicker menjaga ritme meski durasi panjang, meskipun beberapa bagian terasa lambat di paruh tengah saat fokus pada intrik politik.

Ranveer Singh adalah jiwa di film ini. Ia menyajikan transformasi karakter yang luar biasa—dari tentara desa yang polos menjadi Sher-e-Baloch yang kejam dan karismatik. Chemistry dengan lawan mainnya, terutama Arjun Rampal dan Sanjay Dutt, menciptakan ketegangan tinggi.

Film ini juga berhasil membangun dunia espionage yang kompleks tanpa terlalu membingungkan penonton. Bagi pecinta genre action-thriller Bollywood seperti Uri atau Raazi, Dhurandhar: The Revenge memberikan dosis adrenalin yang lebih tinggi.

Durasi hampir 4 jam menjadi tantangan terbesar. Meski banyak adegan penting, beberapa subplot politik dan kilas balik terasa bertele-tele, membuatku lelah sendiri di bioskop. Yang jadi sorotan utamaku adalah karena adanya adegan kekerasan berlebihan, dialog kasar, serta nuansa propaganda nasionalis yang terlalu kuat—tema India vs Pakistan disajikan dengan cara yang hitam-putih tanpa ruang abu-abu. Buat kamu yang mencari cerita netral atau karakter antagonis lebih mendalam, hal ini bisa terasa berat. Selain itu, beberapa plot twist terprediksi bagi penggemar genre spy thriller.

Jadi kesimpulannya, Dhurandhar: The Revenge adalah film blockbuster yang berani dan menghibur bagi penggemar Ranveer Singh serta cerita aksi patriotik. Ia bukan film sempurna, tapi berhasil menyelesaikan dwilogi dengan skala besar dan emosi kuat. Rating pribadiku: 7/10—sangat aku rekomendasikan ditonton di layar lebar untuk pengalaman maksimal, tapi siapkan stamina dan kopi jika menonton marathon, ya.

Film ini resmi tayang di Indonesia mulai 19 Maret 2026. Beberapa bioskop mulai menayangkan pada 20 Maret. Tertanggal 28 Maret 2026, Dhurandhar: The Revenge masih diputar di jaringan besar seperti Cinema XXI, CGV Cinemas, Cinepolis, Platinum Cineplex, dan lainnya. Durasi panjang membuat jadwal tayang terbatas pada sesi malam atau akhir pekan, tapi tiket masih tersedia di aplikasi resmi bioskop.

Film ini dirilis dalam bahasa Hindi dengan subtitle Indonesia. Karena rating A (dewasa), hanya penonton berusia 18+ yang boleh masuk. Kalau kamu melewatkan preview berbayar, masih ada kesempatan menonton di bioskop sebelum tayang streaming di platform digital.

Dhurandhar: The Revenge membuktikan bahwa Bollywood masih mampu menghasilkan epik skala besar dengan ambisi tinggi. Bagi yang menyukai aksi tanpa kompromi dan cerita intelijen penuh intrik, film ini wajib ditonton. Namun, bagi yang mencari hiburan ringan, siapkan diri dengan durasi dan tema beratnya. Selamat menonton ya, Sobat Yoursay, dan bersiaplah untuk 4 jam yang tak terlupakan di dunia Lyari yang gelap!