The Devil Wears Prada 2, disutradarai David Frankel dan ditulis Aline Brosh McKenna, merupakan sekuel komedi-drama yang solid dari film 2006.
Dibintangi Meryl Streep sebagai Miranda Priestly, Anne Hathaway sebagai Andy Sachs, Emily Blunt sebagai Emily Charlton, dan Stanley Tucci sebagai Nigel, film ini berjalan 119 menit dengan rating PG-13.
Senja Kala Kerajaan Runway: Krisis di Puncak Takhta
Plot mengikuti Andy, kini jurnalis berpengalaman, yang bergabung kembali ke Runway sebagai Features Editor saat Miranda mendekati pensiun. Mereka menghadapi tantangan industri media cetak yang menyusut, termasuk kontroversi fast-fashion sweatshop.
Emily muncul sebagai rival kuat, kini eksekutif senior di Dior yang menawarkan pendanaan krusial bagi kelangsungan Runway. Konflik muncul dari ambisi, loyalitas, dan perubahan zaman.
Film ini sukses menyeimbangkan nostalgia dengan isu kontemporer seperti transformasi media dan etika fashion. Chemistry Streep-Hathaway-Blunt tetap kuat; Streep menghadirkan Miranda yang lebih reflektif tapi tetap mematikan.
Blunt mencuri perhatian dengan sarkasme tajam Emily yang dewasa. Hathaway membawa kedalaman pada Andy yang lebih matang. Tucci memberikan dukungan hangat sebagai Nigel. Pendatang baru seperti Lucy Liu, Justin Theroux, dan B.J. Novak menambah dinamika.
Review Film The Devil Wears Prada 2
Secara visual, film kaya dengan kostum mewah dan lokasi New York yang glamor. Skor musik dan lagu original Lady Gaga mendukung vibe fashion-forward. Humor dialog cepat dan put-down ikonik Miranda tetap efektif, meski beberapa situasi terasa familiar.
Adegan paling berkesan menurutku sih ada pada konfrontasi Miranda-Andy di ruang rapat Runway. Miranda menyampaikan kalimat dingin: "You think you've escaped this world?" sambil menatap tajam, membuat Andy terdiam.
Adegan ini mengingatkan ketegangan asli sekaligus menunjukkan pertumbuhan keduanya. Adegan lain yang memorable: Emily Blunt berjalan runway dengan percaya diri sambil melempar sindiran pedas tentang "former assistants who think they're better," lalu disambut tawa penonton yang ada di bioskop.
Kelebihan film ini adalah penampilan akting ensemble dan pesan tentang adaptasi di era digital tanpa kehilangan esensi. Kekurangannya ada beberapa subplot sampingan kurang mendalam, dan nostalgia kadang mendominasi alur cerita barunya.
Secara keseluruhan, The Devil Wears Prada 2 adalah sekuel entertaining yang layak ditonton. Ia memberikan payoff emosional bagi fans lama sambil menarik penonton baru dengan gaya fashion dan komedi cerdas.
Di Indonesia, film tayang mulai 29 April 2026 di bioskop seperti CGV, XXI, Cinépolis, dan FLIX. Jadwal sudah tersedia sejak akhir April, termasuk sesi ScreenX dan Gold Class. Sangat aku sarankan ditonton di layar besar untuk menikmati keindahan kostum serta dialog tajamnya. Film ini Cocok buat kamu si penggemar fashion, komedi workplace, dan cerita perempuan yang ambisius! Amankan tiketnya dan selamat menonton ya!
Baca Juga
-
Colors of Evil: Red, Mengupas Teka-Teki Kematian Tragis dan Duka Mendalam Seorang Ibu
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Hadir dengan Pesan Moral Paling Menyentuh
-
Review Film Colors of Evil: Black, Kematian dan Misteri Kota yang Bungkam!
-
Review Film The Devil's Mouth: Teror Hiu Ganas di Gua Bawah Air Thailand!
-
Ulasan Film Sajen Satu Suro: Teror Gaib Sesajen Pembawa Bencana dan Petaka!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Island Storm: Buku Anak Paling Puitis untuk Kenalkan, Bukan Ditakuti, pada Badai
-
Colors of Evil: Red, Mengupas Teka-Teki Kematian Tragis dan Duka Mendalam Seorang Ibu
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
Terkini
-
Membaca Buku Barat vs Lokal: Benarkah Karya Penulis Indonesia Selalu Subjektif?
-
Mimi OH MY GIRL Siap Debut Solo, Tunjukkan Warna Musik Lewat Single Perdana
-
Sensus Ekonomi 2026 dan Dilema Menilai Kemiskinan dari Kepemilikan Aset
-
4 Night Cream Retinol Kunci Wajah Kencang dan Tetap Awet Muda di Usia 35-an
-
Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan