M. Reza Sulaiman | Ardina Praf
buku Ketika Hijab Terasa Berat (goodreads.com)
Ardina Praf

Hijrah bukanlah perjalanan yang selalu mudah. Bagi sebagian muslimah, keputusan untuk berhijab sering kali diiringi berbagai pergulatan batin, tekanan lingkungan, hingga rasa takut akan penilaian orang lain.

Melalui buku Ketika Hijab Terasa Berat, Mahestha Rastha Andaara menghadirkan sebuah karya motivasi islami yang berusaha menemani para muslimah dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Buku ini tidak hanya membahas kewajiban berhijab dari sisi syariat, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan emosional yang kerap dirasakan oleh mereka yang sedang berproses dalam perjalanan hijrah.

Secara garis besar, buku ini mengajak pembaca untuk memandang hijab bukan sebagai beban yang membatasi kebebasan, melainkan sebagai bentuk ketaatan yang dapat membawa ketenangan dan kebahagiaan.

Penulis mengangkat berbagai kegelisahan yang sering muncul, mulai dari rasa tidak percaya diri, ketakutan kehilangan kesempatan, hingga komentar negatif dari lingkungan sekitar.

Dengan pendekatan yang hangat dan penuh empati, pembaca diajak memahami bahwa setiap langkah menuju kebaikan memang memiliki ujian tersendiri.

Kelebihan: Bahasa Ringan, Relevan, dan Inspiratif

Salah satu kelebihan utama buku ini terletak pada cara penulis menyampaikan pesan. Bahasa yang digunakan ringan, komunikatif, dan mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai usia.

Alih-alih terkesan menggurui, Mahestha Rastha Andaara memilih pendekatan persuasif yang membuat pembaca merasa sedang diajak berbincang oleh seorang sahabat.

Kalimat-kalimat motivasinya juga cukup menyentuh dan mampu membangkitkan semangat bagi mereka yang sedang mengalami keraguan dalam berhijab.

Selain itu, buku ini berhasil mengangkat persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari muslimah. Banyak pembaca mungkin pernah mendengar komentar seperti, “Ngapain berhijab? Ilmu agama belum cukup,” atau “Nanti susah mencari pekerjaan.”

Berbagai stigma tersebut dibahas secara lugas dan disertai sudut pandang yang menenangkan. Penulis mengingatkan bahwa ukuran kebaikan bukanlah penilaian manusia, melainkan keridaan Allah Swt.

Kelebihan lainnya adalah hadirnya kisah-kisah inspiratif dan refleksi diri yang membuat isi buku terasa lebih hidup.

Pembaca tidak hanya memperoleh teori atau motivasi semata, tetapi juga contoh nyata tentang perjuangan mempertahankan istikamah.

Nasihat-nasihat praktis yang diberikan dapat menjadi bekal bagi mereka yang sedang berusaha memperbaiki diri secara bertahap.

Catatan Kekurangan: Minim Kajian Fikih Mendalam

Meski demikian, buku ini memiliki beberapa kekurangan. Sebagian pembaca yang menginginkan pembahasan mendalam mengenai dalil-dalil syariat atau kajian fikih mungkin akan merasa penjelasannya masih bersifat umum.

Fokus utama buku ini memang lebih mengarah pada penguatan mental, motivasi, dan refleksi spiritual dibandingkan pembahasan akademis.

Selain itu, beberapa pesan motivasi terasa berulang pada beberapa bagian sehingga ritme bacanya sedikit melambat.

Sistematika Penyajian dan Kesimpulan

Dari segi alur penyajian, buku ini disusun secara sistematis dengan pembahasan yang mengalir dari satu topik ke topik lainnya.

Setiap bab menghadirkan tema yang relevan dengan perjalanan hijrah sehingga pembaca dapat merenungkannya secara perlahan.

Struktur seperti ini membuat buku nyaman dibaca sedikit demi sedikit, misalnya setelah salat atau saat waktu luang.

Buku Ketika Hijab Terasa Berat sangat cocok untuk muslimah yang sedang mempertimbangkan berhijab, baru memulai hijrah, atau sedang berusaha menjaga konsistensi dalam menjalankan kewajiban tersebut.

Selain itu, buku ini juga dapat menjadi hadiah yang bermakna bagi sahabat, saudara, atau keluarga yang sedang membutuhkan dukungan dan motivasi dalam perjalanan spiritualnya.

Pada akhirnya, buku ini bukan sekadar membahas kain yang menutupi kepala, melainkan perjalanan hati menuju ketaatan.

Mahestha Rastha Andaara berhasil menyampaikan pesan bahwa hijrah adalah proses yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan keberanian.

Melalui bahasa yang sederhana dan penuh empati, buku ini dapat menjadi teman yang menenangkan bagi siapa saja yang merasa langkahnya menuju kebaikan terasa berat.