Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster serial Daredevil: Born Again Season 2 (IMDb)
Ryan Farizzal

Daredevil: Born Again Season 2 merupakan kelanjutan yang dinantikan dari serial Marvel Television yang tayang perdana pada 24 Maret 2026 di Disney+. Dengan total delapan episode yang dirilis secara mingguan hingga final pada 5 Mei 2026, season ini kini tersedia lengkap untuk ditonton secara eksklusif di platform Disney+. Serial ini melanjutkan perjalanan Matt Murdock (Charlie Cox) sebagai pengacara sekaligus vigilante buta di Hell’s Kitchen, New York, yang berhadapan langsung dengan kekuasaan Wilson Fisk (Vincent D’Onofrio) sebagai walikota yang korup.

Matt Murdock Kembali dengan Kekuatan dan Keraguan

Salah satu adegan di serial Daredevil: Born Again Season 2 (IMDb)

Season 2 membangun narasi yang lebih fokus dibandingkan season sebelumnya. Cerita mengeksplorasi konflik internal Matt antara identitas hukum dan vigilante-nya, sementara Fisk memperkuat cengkeraman kekuasaannya melalui Anti-Vigilante Task Force. Kehadiran karakter pendukung seperti Karen Page (Deborah Ann Woll), Jessica Jones (Krysten Ritter), dan Bullseye (Wilson Bethel) memperkaya dinamika plot. Tema utama mencakup keadilan, pengkhianatan, dan moralitas di tengah kekuasaan politik yang menindas. Pacing cerita relatif ketat, meski beberapa subplot terasa agak terburu-buru. Penampilan Charlie Cox dan Vincent D’Onofrio tetap menjadi puncak akting, dengan chemistry yang intens antara Daredevil dan Kingpin.

Review serial Daredevil: Born Again Season 2

Salah satu adegan di serial Daredevil: Born Again Season 2 (IMDb)

Dari segi produksi, season ini unggul dalam penyutradaraan aksi. Berbeda dengan season pertama karena pencahayaannya yang gelap, Season 2 menyajikan adegan pertarungan yang lebih jelas, dinamis, dan brutal. Koreografi pertarungan dirancang dengan presisi tinggi, menonjolkan kemampuan superhuman Matt Murdock serta gaya bertarung unik karakter lain. Visualisasi kota New York yang gelap dan penuh korupsi semakin mendukung atmosfer noir yang khas Daredevil.

Salah satu adegan paling menegangkan adalah pertarungan Bullseye melawan pasukan Anti-Vigilante Task Force pada Episode 4 (Gloves Off). Adegan ini brutal dan kreatif; Bullseye menggunakan segala benda di sekitar—piring, sendok, garpu, bahkan lobster—sebagai senjata mematikan. Ketegangan meningkat karena ruang terbatas dan korban yang berjatuhan dengan cepat, menciptakan sensasi kekerasan yang realistis dan mengerikan. Adegan ini sering disebut sebagai salah satu yang paling ikonik karena menampilkan sisi psikopat Bullseye secara maksimal.

Adegan yang paling berkesan menurutku adalah konfrontasi Daredevil versus Wilson Fisk di estate Fisk pada Episode 6 (Requiem). Pertarungan ini buka kmnn hanya soal kekuatan fisik, melainkan klimaks emosional dari perseteruan panjang keduanya. Gerakan Matt yang lincah dan akurat kontras dengan kekuatan brutal Fisk, disertai dialog tajam yang menggali trauma masa lalu. Adegan ini menegangkan karena taruhan tinggi—bukan hanya nyawa, tapi juga masa depan kota New York. Kamera yang mengikuti aksi secara mulus membuatku merasa ikut terlibat dalam setiap pukulan dan penghindaran.

Tak kalah memorable adalah adegan tim-up Daredevil dan Jessica Jones di gudang pada episode yang sama. Kolaborasi keduanya menghadirkan dinamika pertarungan yang segar, dengan gaya brawling Jessica yang kasar berpadu sempurna dengan akrobatik Daredevil. Adegan ini juga menampilkan elemen emosional, di mana Jessica membantu Matt menghadapi keraguan dirinya. Selain itu, adegan penyelamatan massal dari penjara Anti-Vigilante Task Force menampilkan one-take fight scene yang mengesankan, mirip dengan adegan legendaris di serial Netflix asli.

Di final season (Episode 8), Kingpin menghadapi massa pemberontak dalam adegan yang brutal dan sinematik, mengingatkan pada hallway fight klasik Daredevil akan tetapi dengan skala lebih besar. Adegan ini menegaskan transformasi Fisk menjadi ancaman yang lebih mengerikan.

Secara keseluruhan, Daredevil: Born Again Season 2 berhasil menghidupkan kembali esensi serial Netflix sambil beradaptasi dengan format MCU. Kekuatan utamanya terletak pada aksi berkualitas tinggi dan pengembangan karakter yang mendalam, meski beberapa elemen plot terasa kurang dieksplorasi akibat durasi season yang relatif pendek. Serial ini sangat direkomendasikan buat kamu penggemar cerita vigilante dewasa yang menyukai kekerasan realistis dan dilema moral. Dengan rating yang umumnya positif, season ini memperkuat posisi Daredevil sebagai salah satu produksi Marvel Television terbaik. Semua episode kini dapat dinikmati di Disney+ tanpa batasan waktu. So tunggu apalagi, cepetan streaming!