Pernahkah kita merasa terjebak dari rasa ketakutan sendiri? Saya masih ingat betapa seringnya dulu saya menunda mimpi hanya karena takut dinilai orang lain. “Ah, nanti saja.” Atau, “Apa kata mereka?” Padahal, sebagian besar dari kita lupa bahwa orang lain sebenarnya tidak sesibuk itu memikirkan hidup kita. Mereka punya masalah sendiri, kesibukan sendiri, dan besok pagi pun mereka sudah lupa apa yang kita lakukan hari ini.
Kalimat di atas bukan sekadar renungan. Itulah salah satu pesan paling membekas dari buku How to Start karya Rinaldi Nur Ibrahim, seorang pemuda asal Bone, Sulawesi Selatan, yang berhasil merantau ke Jakarta, meraih beasiswa, menjadi apoteker, influencer edukasi, hingga mendirikan Youth Ranger Indonesia yang kini memiliki lebih dari 100.000 anggota.
Buku ini cocok untuk kita mengarahkan peta perjalanan dalam membentuk jati diri, meraih mimpi serta berusaha konsisten dan belajar perjalanan dari seorang anak kampung yang berani memulai dari nol.
Apa yang membuat buku ini berbeda dari buku self-empowerment lainnya? Jawabannya berasal dari kejujuran sang penulis. Rinaldi tidak menulis dari posisi “orang sukses yang sempurna”. Justru sebaliknya. Dalam buku setebal 151 halaman ini, ia mengakui, “Aku belajar bahwa kesempurnaan itu ilusi, yang nyata adalah kemauan untuk terus memperbaiki diri dan bertumbuh.”
Penulis bahkan mengaku dalam bukunya bahwa bertahun-tahun dirundung ketidakpastian membuatnya tumbuh dengan keinginan besar untuk menjadi sempurna dan menyenangkan semua orang. Namun, perlahan ia sadar untuk menjadi being a perfectionist doesn’t mean you can’t make mistakes.
Membaca buku ini saya merasakan pendekatan yang digunakan Rinaldi adalah storytelling personal yang sangat cair. Ia mengajak pembaca masuk ke dalam pengalamannya saat merasa takut menjadi entrepreneur, saat ragu menerbitkan buku, hingga saat ia memutuskan keluar dari zona nyaman.
Mengapa buku ini penting untuk mental health? Buku How to Start hadir sebagai terapi ringan yang membangun mental health dari akarnya bahwa rasa percaya diri dan keberanian untuk mengambil kendali atas hidup sendiri. Buku ini mengajarkan bahwa kegagalan bukanlah musuh, melainkan guru terbaik. Rinaldi menulis, “Sepanjang perjalanan hidupku, aku tentu pernah mengalami kegagalan. Namun, dari setiap kegagalan, aku selalu belajar sesuatu yang berharga. Kegagalan mengajarkanku untuk lebih rendah hati, lebih kuat, dan lebih bijaksana.”
Membaca buku ini, saya sebagai pembaca diajak untuk berhenti menyalahkan orang lain dan mulai introspeksi. Karena seperti kata Rinaldi, “kalau terus menyalahkan orang lain, mungkin ada sesuatu dalam diri kita yang perlu diperbaiki.”
Saya paling terkesan dengan bab yang mengupas tentang ketakutan akan penilaian orang lain. Rinaldi dengan lugas menulis, “Pernah tidak kamu ingin melakukan sesuatu, tapi malah mundur karena takut menjadi sorotan orang? Takut terlihat aneh, takut dikomentari, takut gagal lalu ditertawakan? Padahal, jujur saja, orang lain itu tidak sebegitunya memikirkan kamu.”
Tulisan ini mengajak pembaca untuk menyadari bahwa kita sering menahan diri sementara orang lain bahkan tidak punya waktu untuk memedulikan kita. Kita antara terkadang atau sering takut dinilai, takut dianggap jelek, padahal sebenarnya besok juga mereka sudah lupa.
Dampak terbesar dari buku ini adalah perubahan paradigma bahwa kesuksesan bukan hanya milik mereka yang lahir beruntung, tetapi milik siapa pun yang berani memulai langkah pertama. Buku ini juga telah menginspirasi Rinaldi untuk terus menggerakkan Youth Ranger Indonesia sebuah komunitas yang menjadi wadah anak muda mengembangkan potensi.
Salah satu dampak nyata yang saat saya membaca dan juga berpikir dari buku ini belajar untuk setiap kali melihat mereka berhasil, aku merasa sangat bangga dan termotivasi untuk terus berkarya. Buku ini juga menjadi bukti bahwa keluar dari zona nyaman meskipun menakutkan sebagai satu-satunya jalan menuju pertumbuhan.
How to Start menurut saya bacaan wajib bagi siapa saja yang merasa mandek, takut gagal, atau terlalu sibuk memikirkan omongan orang lain. Buku ini mengingatkan kita bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar, dan tidak ada kegagalan yang terlalu kecil untuk menjadi pelajaran.
Identitas Buku:
- Judul: How To Start?
- Penulis: Rinaldi Nur Ibrahim
- Penerbit: GagasMedia
- Tahun Terbit: 2025
- Tebal: 151 halaman
- ISBN: 9786234933420
- Genre: Self-Improvement
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Drama Pro Bono, Perjalanan Jung Kyung-ho Melawan Ketidakadilan
-
Menghargai dan Merayakan Diri Sendiri dalam Buku Kios Pasar Sore
-
Rahasia di Balik Impotensi Ajo Kawir: Mengapa Novel Eka Kurniawan Ini Begitu Kontroversial?
-
Review Anime Love Live! Superstar!! Season 3, Saatnya Bintang Baru Bersinar
-
Berani Tampil Nyentrik, Masters of the Universe Menampar Tren Film Fantasi Masa Kini
Terkini
-
Larangan Tumbler: Saat Kebiasaan Ramah Lingkungan Berhenti di Pintu Bioskop
-
Dunia Semakin Canggih, tetapi Mengapa Banyak Orang Ingin Hidup Sederhana?
-
UU Polri Baru Disahkan, tapi Reformasi Butuh Lebih dari Sekadar Pasal
-
Dahdah yang Mengasuh Debu
-
5 Rekomendasi Lipstik Korea biar Bibir Kamu Auto Mirip Idol K-Pop!