Disney kembali menghidupkan salah satu kisah petualangan paling dicintai melalui Moana versi live action yang dirilis pada 2026. Film ini merupakan adaptasi dari animasi populer tahun 2016 sekaligus menjadi film live action pertama dalam waralaba Moana. Penyutradaraannya dipercayakan kepada Thomas Kail, sementara naskahnya ditulis oleh Jared Bush bersama Dana Ledoux Miller.
Deretan produsernya diisi oleh Dwayne Johnson, Hiram Garcia, Dany Garcia, Beau Flynn, serta Lin-Manuel Miranda yang juga dikenal sebagai pencipta lagu-lagu ikonisnya. Film ini dibintangi Catherine Laga'aia sebagai Moana dalam debut layar lebarnya, sementara Dwayne Johnson kembali memerankan Maui. Di Indonesia, film ini mulai tayang di bioskop pada 8 Juli 2026.
Petualangan Melintasi Samudra demi Menyelamatkan Alam
Cerita berpusat pada Moana, putri dari Kepala Suku Motunui yang memiliki ikatan kuat dengan lautan. Kehidupan damai di pulaunya perlahan berubah ketika hasil tangkapan laut menurun dan tanaman gagal tumbuh. Kondisi tersebut mengancam kelangsungan hidup seluruh penduduk.
Di tengah situasi itu, sang nenek, Tala, mengungkap sejarah leluhur mereka sebagai bangsa pelaut yang pernah mengarungi samudra luas. Ia juga menjelaskan bahwa malapetaka tersebut bermula ketika Maui, seorang manusia setengah dewa, mengambil jantung milik Te Fiti, sang dewi pencipta kehidupan. Peristiwa itu memicu munculnya kekuatan gelap yang mengganggu keseimbangan alam.
Atas kehendak samudra, Moana dipilih untuk mengembalikan batu hijau sakral tersebut kepada pemiliknya. Meski dilarang ayahnya meninggalkan pulau, ia tetap berlayar melintasi batas terumbu karang demi menyelamatkan rakyatnya.
Dalam perjalanannya, Moana bertemu Maui yang terasing di sebuah pulau. Awalnya, sang manusia setengah dewa enggan membantu karena kehilangan kail ajaib yang menjadi sumber kekuatannya. Namun, kegigihan Moana akhirnya meluluhkan hati Maui hingga keduanya bekerja sama menjalankan misi berbahaya.
Petualangan mereka dipenuhi berbagai tantangan, mulai dari menghadapi gerombolan Kakamora yang licik hingga bertarung melawan Tamatoa, kepiting raksasa yang terobsesi mengoleksi benda-benda berkilau. Di balik semua itu, Moana perlahan menemukan jati dirinya sebagai calon pemimpin yang berani, bijaksana, dan pantang menyerah.
Perjalanan mencapai puncaknya ketika mereka berhadapan dengan Te Ka, monster api yang menjaga tempat bersemayamnya Te Fiti. Dengan keberanian sekaligus rasa empati, Moana menyadari bahwa Te Ka sebenarnya adalah Te Fiti yang kehilangan jantungnya. Setelah batu sakral itu dikembalikan, kutukan pun sirna, alam kembali pulih, dan masyarakat Motunui dapat kembali mengarungi lautan.
Adaptasi yang Memanjakan Mata, tetapi Minim Kejutan
Sebagai penggemar Disney Princess, saya datang ke bioskop dengan ekspektasi yang cukup tinggi terhadap adaptasi ini. Untungnya, setelah film berakhir, saya merasa cukup puas. Catherine Laga'aia tampil meyakinkan sebagai Moana. Walaupun baru pertama kali membintangi film layar lebar, ia berhasil menghadirkan sosok Moana yang pemberani, hangat, dan penuh tekad sehingga terasa sangat sesuai dengan karakter yang telah dikenal penggemar.
Saya juga cukup terkejut dengan penampilan Dwayne "The Rock" Johnson sebagai Maui. Banyak komentar yang menyebut rambut palsu keriting panjang yang dikenakannya terlihat aneh. Namun, menurut saya justru penampilannya tetap berhasil menggambarkan sosok Maui yang percaya diri, jenaka, sekaligus karismatik.
Meski demikian, ada satu hal yang cukup mengurangi pengalaman menonton saya. Alur cerita live action ini dibuat sangat mirip dengan versi animasinya. Karena sudah mengetahui hampir setiap adegan yang akan muncul, di pertengahan film saya sempat merasa bosan. Rasanya seperti menonton ulang film yang sama dengan wajah para pemerannya berbeda.
Untungnya, rasa jenuh itu terbayar oleh kualitas visual yang memukau. Efek air laut yang tampak hidup benar-benar menjadi daya tarik utama. Adegan-adegan di lautan terlihat begitu megah dan terasa realistis. Selain itu, lagu-lagu yang dinyanyikan secara langsung tetap berhasil menghadirkan emosi yang sama seperti versi animasi. Momen favorit saya tentu ketika How Far I'll Go dibawakan. Adegan tersebut sukses membuat saya merinding karena emosinya terasa begitu kuat.
Di balik petualangannya, Moana tetap menyampaikan pesan yang relevan. Film ini mengajarkan pentingnya berani keluar dari zona nyaman, memercayai kemampuan diri sendiri, dan menjadi pemimpin yang mampu mengambil keputusan sulit demi kebaikan bersama. Di sisi lain, kisahnya juga menjadi pengingat bahwa kerakusan dapat merusak keseimbangan alam, sementara manusia memiliki tanggung jawab untuk memulihkan dan menjaganya agar tetap lestari.
Secara keseluruhan, Moana live action merupakan adaptasi yang menghibur dengan visual yang indah, penampilan pemeran utama yang kuat, serta pesan moral yang tetap menyentuh. Walaupun terlalu mengikuti versi animasi sehingga kejutan ceritanya berkurang, film ini tetap layak dinikmati, terutama bagi pencinta Disney.
Rating pribadi dari saya 8/10.
Baca Juga
-
A Suspicious Secondhand Shop: Ketika Barang Bekas Menyimpan Kisah Manusia
-
Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan
-
Ulasan Dua Belas Pasang Mata: Kehangatan Guru di Tengah Kelamnya Perang
-
Ulasan Novel Good Wives: Perjalanan Empat Saudari March Menuju Kedewasaan
-
Kisah-Kisah Tengah Malam: Menelusuri Teror dan Kegelapan Jiwa Manusia
Artikel Terkait
-
Ada 402 Rumah Sakit Angker Korea, Intip 5 Film Terbaru di Bioskop Pekan Ini
-
Manga Populer Darwin's Game Resmi Jadi Film Live Action, Tayang Maret 2027
-
Resmi Dibuka! Audisi Film Live Action Naruto Cari Trio Legendaris Team 7
-
Live-Action Naruto Mulai Casting Pemeran Naruto, Sasuke, dan Sakura
-
Review Film Moana: Saat Disney Kembali Berlayar dalam Balutan Live-Action
Ulasan
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop
-
Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians
-
Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled
Terkini
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif