Penayangan serial drama Jepang "Loved One" pada musim semi 2026 menandai momen penting dalam lanskap penyiaran Fuji Television. Mengisi slot tayang premium di hari Rabu sejak 8 April 2026, produksi orisinal sepanjang 11 episode ini disutradarai oleh Hiroaki Matsuyama dan Michiko Namiki.
Drama ini juga menandai kembalinya aktor ternama Jepang Dean Fujioka sebagai pemeran utama dalam drama Fuji TV setelah jeda selama enam setengah tahun. Secara filosofis, judul "Loved One" mengusung terminologi khusus yang digunakan oleh para profesional medis forensik sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada jenazah.
Sinopsis Drama Loved One
Berpusat pada pendirian unit forensik eksperimental bernama Medical Examiner Japan (MEJ) oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang. Langkah birokratis ini diambil untuk merespons tingginya angka kematian misterius yang kerap ditutup tanpa penyelidikan medis yang memadai.
Untuk memimpin lembaga baru ini, pemerintah menunjuk Kiryu Maho (Kumi Takiuchi), seorang pejabat birokrat elite yang sedang berada di persimpangan karier akibat persaingan politik internal. Maho, yang tidak memiliki latar belakang keahlian forensik maupun pengalaman lapangan, memandang penugasan ini sebagai bentuk demosi terselubung, namun tetap berupaya mengendalikan tim forensik demi mempertahankan posisi profesionalnya.
Sosok kunci di balik operasional teknis MEJ adalah Mizusawa Masumi (Dean Fujioka), seorang dokter patologi forensik genius berkarakter eksentrik yang baru kembali ke Jepang setelah bekerja selama 15 tahun sebagai medical examiner di Amerika Serikat.
Berbeda dengan praktisi forensik konvensional, Masumi tidak hanya mengurung diri di ruang otopsi, melainkan bertindak aktif mendatangi lokasi kejadian perkara untuk memverifikasi kondisi lingkungan dan petunjuk fisik terkecil dengan mata kepalanya sendiri. Kepribadian Masumi yang sangat teliti, tenang, namun tidak bisa mengabaikan ketidakcocokan sekecil apa pun sering kali memicu konflik dengan pihak kepolisian dan menciptakan kebingungan di antara rekan-rekan kerjanya.
Kelebihan
"Loved One" menggabungkan struktur episodik dan narasi berlanjut. Dalam setiap episodenya, tim MEJ dihadapkan pada kasus kematian spesifik yang menyimpan kontradiksi fisik. Kasus-kasus tersebut meliputi tenggelamnya seorang remaja berusia 17 tahun di kolam dangkal berkedalaman 40 sentimeter, tewasnya dokter bedah akibat jatuh yang mencurigakan, hingga meninggalnya pembawa acara televisi tanpa luka luar namun terikat obsesi misterius terhadap waktu.
Berbeda dari mayoritas drama investigasi forensik yang cenderung menekankan ketegangan perburuan pelaku kejahatan, drama ini mencurahkan perhatian besar pada dampak peninggalan korban terhadap orang-orang yang mereka cintai. Proses autopsi diposisikan sebagai instrumen humanis untuk memberikan kepastian, pemulihan nama baik, serta kedamaian psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dari segi seni peran, Dean Fujioka menyajikan performa yang sangat terkontrol dan berbobot sebagai Mizusawa Masumi. Fujioka menghindari gaya akting teatrikal atau ekspresi melodramatis yang berlebihan, sebaliknya, ia memilih pendekatan understated yang menonjolkan ketenangan, kesungguhan, dan empati mendalam melalui gestur-gestur kecil serta tatapan mata.
Selain itu, skenario drama ini patut dipuji karena mampu membagikan porsi perkembangan karakter secara merata kepada seluruh jajaran anggota tim MEJ. Karakter pendukung seperti Masato Honda (Yusei Yagi), Rensuke Takamori (Keito Tsuna), dan Suzune Matsubara (Seira Anzai) masing-masing mendapatkan episode khusus yang mengeksplorasi latar belakang pribadi dan sudut pandang etis mereka.
Kekurangan
Meskipun serial ini berhasil menyajikan episode-episode individual yang kuat secara emosional, kelemahan mendasar drama ini terletak pada eksekusi alur misteri utamanya. Pembangunan ketegangan mengenai pembunuhan berantai 15 tahun lalu yang berjalan sepanjang 11 episode berakhir dengan resolusi yang antiklimaks.
Pengungkapan identitas dan motif pelaku pembunuhan berantai tersebut terasa datar dan kurang memberikan kepuasan dramatis yang sepadan dengan ekspektasi yang telah dibangun sejak awal.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, "Loved One" berdiri sebagai sebuah karya drama forensik yang memikat lewat keberaniannya menempatkan rasa empati dan martabat manusia di atas sekadar kejutan misteri konvensional. Meskipun serial ini tidak terlepas dari kekurangan dalam mengeksekusi puncak alur pembunuhan berantai utamanya, kekuatan narasi episodik yang menyentuh hati dan akting tenang nan berbobot dari Dean Fujioka berhasil memberikan fondasi emosional yang sangat kokoh.
Dengan menggabungkan realisme medis forensik dan kedalaman humaniora, drama "Loved One" berhasil menyampaikan pesan mendalam bahwa di balik setiap berkas kasus dan raga yang telah membisu, selalu ada jejak kasih sayang yang pernah ada dan patut untuk terus dikenang.
Baca Juga
-
Review Drama Spooky In Love, Mengungkap Kejahatan dari Cerita Para Arwah
-
Drama To My Beloved Thief, Ketika Jiwa Seorang Pangeran Masuk ke dalam Jiwa Pencuri
-
Drama Undercover Miss Hong, Perjalanan Membongkar Skandal Investasi Bodong
-
Drama The Art Of Sarah, Sisi Gelap Obsesi Manusia terhadap Hidup Mewah
-
Drama Our Sticky Love, Misteri Kecelakaan yang Berakhir Hubungan Pura-Pura
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat
-
Ulasan Novel Bulan di Atas Istana: Kisah Cinta di Balik Riuh Istana Negara
-
Laut Bercerita, Kisah Masa Lalu yang Terasa Dekat dengan Indonesia Hari Ini
-
Detective Conan: Analisis Tajam Shinichi Kudo Memecahkan Kasus Pembunuhan!
-
The Last 10 Years: Ketika Kita Hanya Punya Sedikit Waktu untuk Bisa Bahagia
Terkini
-
Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri
-
7 Rekomendasi Sepatu Olahraga dan Kasual Harga Rp500 Ribu - Rp1 Juta
-
Kim Da Mi, Jo Bo Ah, Jo Aram Jadi Trio Pembunuh di Drama Baru The Obedient Killer
-
Rumah Mertua atau Mandiri? Sisi Lain Dilema Pengantin Baru Satu Atap
-
Sinopsis Fjord, Terpilih Jadi Film Terbaik Cannes Film Festival 2026