Handsome Guys (judul asli: Haenseomgaijeu) merupakan film horor-komedi Korea Selatan tahun 2024 yang ditulis dan disutradarai oleh Nam Dong-hyeop dalam debut panjangnya. Film ini merilis di bioskop Korea Selatan pada 26 Juni 2024 dan di Indonesia mulai 5 Juli 2024. Sebagai daur ulang dari film Kanada Tucker & Dale vs. Evil (2010), karya ini berhasil menyesuaikan formula asli dengan sentuhan lokal yang khas, menghasilkan perpaduan absurd antara komedi slapstick, elemen slasher, okultisme, dan sedikit drama persahabatan.
Parodi Horor Korea dengan Akting Paling Mantap
Dibintangi Lee Sung-min sebagai Kang Jae-pil dan Lee Hee-joon sebagai Park Sang-goo, film ini menampilkan duo sahabat dengan penampilan sangar namun hati yang lembut. Mereka pindah ke rumah bergaya Eropa di pedesaan yang sunyi, bermimpi menjalani hidup tenang. Akan tetapi, penampilan mereka justru membuat polisi setempat (Park Ji-hwan dan Lee Kyu-hyung) serta sekelompok mahasiswa yang sedang berlibur salah sangka. Ketika mereka mencoba menolong Mi-na (Gong Seung-yeon) yang hampir tenggelam, situasi semakin kacau. Rangkaian kecelakaan berdarah terjadi, dan roh jahat yang tersegel di basement rumah—terkait Baphomet—terbangun, membawa teror supernatural.
Sinopsis sederhana ini berkembang menjadi rangkaian peristiwa yang semakin gila. Apa yang tampak seperti pembunuhan berantai ternyata sering kali merupakan akibat dari kesalahpahaman dan ketidakberuntungan murni. Film ini secara cerdas membalik klise genre: dua pria yang terlihat mengancam justru menjadi korban prasangka, sementara korban justru memicu kekacauan. Perpaduan genre berjalan seimbang. Komedi tidak menenggelamkan ketegangan, dan adegan gore tetap terasa mengganggu meski dibalut humor gelap.
Review Film Handsome Guys
Kelebihan utama film ini terletak pada chemistry yang sangat baik antara Lee Sung-min dan Lee Hee-joon. Keduanya, yang sebelumnya dikenal melalui peran serius (termasuk kolaborasi di The Man Standing Next), mampu menampilkan akting deadpan yang sangat efektif. Ekspresi datar mereka saat menghadapi situasi mengerikan justru memicu tawa. Gong Seung-yeon memberikan performa solid sebagai Mi-na yang semakin terlibat dalam kekacauan. Park Ji-hwan dan Lee Kyu-hyung sebagai polisi menambah lapisan komedi slapstick yang menyegarkan.
Sutradara Nam Dong-hyeop berhasil menjaga ritme sepanjang 101 menit. Transisi dari komedi ringan ke horor gore dan elemen okultisme terasa alami. Humor yang muncul dari dialog sehari-hari, reaksi over-the-top, serta situasi yang semakin absurd menjadi kekuatan. Beberapa kritik menyebutkan bahwa beberapa lelucon terasa berulang atau terlalu bergantung pada formula asli, serta efek visual supernatural tidak selalu memukau. Namun, secara keseluruhan, film ini berhasil sebagai hiburan mainstream yang menghibur dan tidak bertele-tele.
Saat ini, Handsome Guys tersedia untuk streaming di platform Vidio. Informasi terkini menunjukkan bahwa film ini sudah dapat ditonton secara legal melalui layanan berlangganan Vidio (termasuk paket seperti Vidio Platinum). Ketersediaan dapat dicek langsung di aplikasi atau situs Vidio, karena jadwal konten dapat berubah.
Salah satu adegan aksi paling seru terjadi pada klimaks ketika Mi-na, Jae-pil, dan Sang-goo harus menghadapi Baphomet yang telah sepenuhnya terbangun. Ketegangan mencapai puncak saat mereka berusaha menggunakan peluru perak yang tersisa. Adegan ini memadukan elemen action, horor, dan ketegangan fisik yang intens: pengejaran di dalam rumah yang gelap, penggunaan alat seadanya (termasuk nail gun), serta momen-momen berbahaya di mana nyawa karakter berada di ujung tanduk. Visual gore yang cukup eksplisit dan editing yang cepat membuat adegan ini terasa mendebarkan sekaligus memuaskan sebagai penutup konflik supernatural.
Adapun adegan paling kocak banyak muncul dari kesalahpahaman beruntun dan reaksi datar duo protagonis. Salah satu yang menonjol adalah rangkaian kematian tidak disengaja yang terjadi di sekitar rumah mereka. Mahasiswa-mahasiswa yang panik justru mencelakai diri sendiri secara absurd—jatuh, tertusuk, atau terperangkap dalam situasi yang seharusnya bisa dihindari—sementara Jae-pil dan Sang-goo hanya berdiri bingung dengan ekspresi datar, bertanya-tanya mengapa orang terus mati di halaman mereka.
Dialog seperti keluhan tentang “mengapa orang datang ke rumah kami hanya untuk mati” atau upaya mereka yang canggung untuk menolong justru memperburuk keadaan, memicu tawa lepas. Kombinasi antara wajah serius kedua aktor dan situasi yang semakin kacau menjadi sumber komedi yang sangat efektif.
Overall, Handsome Guys merupakan film yang berhasil memadukan humor gelap, aksi, dan horor dalam kemasan yang mudah dinikmati. Film ini cocok bagi penonton yang menyukai komedi absurd bercampur elemen gore, serta mereka yang ingin melihat aktor-aktor berpengalaman keluar dari zona nyaman. Dengan pesan sederhana tentang tidak menilai orang dari penampilan, film ini tetap ringan dan menghibur hingga akhir. Bagi penggemar genre serupa atau penggemar duo Lee Sung-min dan Lee Hee-joon, Handsome Guys layak ditonton sebagai hiburan akhir pekan yang penuh kejutan. Rating pribadi: 7/10.
Baca Juga
-
Visual Apik vs Plot Padat: Menimbang Film Thriller 'The Vvaan', Worth It Ditonton?
-
Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas
-
Ulasan Film Agensi Rumah Tangga: Angkat Isu Sosial Lewat Tawa Menyegarkan
-
Review Film Avengers: Endgame Encore, Sajian Spesial Penyambung Babak Baru
-
Review Film The Love Hypothesis: Trik Pacaran Pura-Pura yang Bikin Baper
Artikel Terkait
Ulasan
-
Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!
-
Visual Apik vs Plot Padat: Menimbang Film Thriller 'The Vvaan', Worth It Ditonton?
-
Hidden Gem Sarapan di Tangerang! Wajib Coba Nikmatnya Katupek Pitalah di Bopet Nan Katuju
-
Bedah Lirik 'Pertiwi' Yura Yunita: Sindiran Keras Buat Penguasa yang Berpesta Tanpa Empati!
-
Review Drama Cases Between Us, Memecahkan Kasus Kejahatan di Era Republik
Terkini
-
Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai
-
Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?
-
Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Deindustrialisasi Dini: Industri Tumbuh, tetapi Lapangan Kerja Menyusut