Lintang Siltya Utami | Fathorrozi 🖊️
Buku Binatang yang Berinteraksi dengan Nabi Muhammad SAW (Deepublish Store)
Fathorrozi 🖊️

Banyak cara untuk mengenal sosok Nabi Muhammad SAW. Kita bisa mempelajari perjuangan dakwahnya, akhlaknya kepada sahabat, kasih sayangnya kepada keluarga, keteguhannya menghadapi orang-orang yang memusuhinya, atau kepemimpinannya dalam membangun masyarakat Madinah.

Namun, ada satu sisi menarik yang sering luput dari perhatian, yaitu bagaimana Rasulullah SAW memperlakukan binatang dan bagaimana binatang berinteraksi dengan beliau. Sisi itulah yang coba dihadirkan oleh Osep Muhammad Yanto melalui buku Binatang yang Berinteraksi dengan Nabi Muhammad SAW.

Buku ini sederhana, tetapi menawarkan cara pandang yang cukup unik untuk mengenal keteladanan Rasulullah SAW. Penulis mengumpulkan sejumlah kisah tentang binatang yang dalam tradisi dan hadis diceritakan pernah berinteraksi dengan Nabi Muhammad SAW.

Sejak membaca bagian awal buku ini, saya menangkap sebuah pesan penting, yakni kasih sayang Rasulullah SAW ternyata tidak berhenti pada manusia. Kelembutan beliau juga terasa dalam hubungan dengan makhluk Allah lainnya.

Penulis sendiri menyadari keterbatasan bukunya. Ia hanya mencatat sebagian kecil kisah binatang yang berinteraksi langsung dengan Nabi Muhammad SAW. Tetapi, justru dari kisah-kisah sederhana itulah kita bisa menemukan pelajaran akhlak yang luas.

Binatang yang dibahas pun cukup beragam. Ada domba, elang, kambing, ulat, laba-laba, merpati, unta, kucing, kuda, burung, rusa, sapi, singa, hingga ikan paus. Masing-masing memiliki cerita dan daya tariknya sendiri.

Salah satu kisah yang paling berkesan bagi saya adalah Janji Rusa. Dalam cerita tersebut, Rasulullah SAW bertemu seekor rusa yang diikat oleh seorang Badui. Rusa itu seolah mengeluhkan keadaannya kepada Nabi. Ia memiliki dua anak di gunung yang membutuhkan susu dan makanan darinya. Rasulullah SAW kemudian meminta kepada pemiliknya agar rusa itu dilepaskan untuk menyusui anak-anaknya, dengan syarat rusa tersebut kembali lagi. Menariknya, rusa itu benar-benar kembali (hlm. 60).

Bagi saya, bagian ini bukan sekadar kisah tentang seekor rusa. Terdapat pesan tentang kepercayaan, kasih sayang, dan menepati janji. Rusa tersebut digambarkan kembali karena telah berjanji kepada Rasulullah SAW. Setelah itu, Nabi meminta agar rusa tersebut diberikan kepadanya. Sang pemilik justru menghadiahkannya, dan Rasulullah SAW kemudian membebaskannya.

Kisah tersebut semakin menarik karena setelah cerita, penulis memberikan informasi mengenai kehidupan rusa, mulai dari jenis, karakteristik, kemampuan berlari, hingga ancaman perburuan oleh manusia. Penjelasan semacam ini membuat buku tidak hanya berisi cerita keagamaan, tetapi juga pengetahuan sederhana mengenai dunia binatang.

Kisah lain yang tak kalah menarik, bertajuk Singa Penunjuk Jalan. Safinah, seorang sahabat Nabi, mendapatkan tugas untuk pergi ke Yaman. Dalam perjalanan melewati gurun, ia bertemu dengan seekor singa. Karena ketakutan, Safinah menjelaskan bahwa dirinya adalah utusan Nabi Muhammad SAW yang sedang menjalankan tugas.

Anehnya, singa tersebut tidak menyerangnya. Bahkan, dalam perjalanan pulang ketika Safinah tersesat, seekor singa kembali muncul dan berjalan menuju Madinah seolah-olah menunjukkan jalan kepadanya. Safinah pun mengikuti arah tersebut hingga menemukan jalan pulang (hlm. 68).

Kisah ini memang terasa seperti cerita yang penuh keajaiban. Namun, yang menarik bagi saya bukan hanya unsur keajaibannya. Terdapat pesan spiritual yang ingin disampaikan, bahwa makhluk Allah pun berada dalam lingkup kehendak dan kekuasaan-Nya. Manusia tidak hidup sendirian di dunia ini. Ada banyak makhluk lain yang juga menjadi bagian dari ciptaan Allah.

Setelah kisah singa tersebut, penulis kembali menyelipkan informasi tentang karakteristik singa. Pembaca diajak mengenal singa sebagai hewan karnivora, kehidupan berkelompoknya, kekuatan rahangnya, kemampuan berkamuflase, hingga kebiasaan tidurnya. Jadi, buku ini sesekali bergerak dari kisah Nabi menuju pengetahuan tentang zoologi sederhana.

Selain rusa dan singa, kisah unta juga menjadi salah satu bagian yang menurut saya sangat menyentuh. Seekor unta diceritakan mengeluhkan beban berat yang harus ditanggungnya ketika bekerja bersama majikannya. Rasulullah SAW kemudian menyelesaikan persoalan tersebut. Unta itu pun menjadi lebih tenang.

Ada pula kisah kambing kurus yang ternyata mampu menghasilkan susu yang banyak untuk Rasulullah SAW dan Abu Bakar. Kisah-kisah semacam ini memperlihatkan bahwa perhatian Nabi terhadap binatang bukan sekadar teori. Beliau menunjukkan kepedulian melalui tindakan.

Di sinilah kekuatan utama buku ini. Penulis tidak berusaha menghadirkan pembahasan yang terlalu rumit. Cerita-cerita disampaikan secara ringkas dan mudah diikuti. Saya bisa membacanya dengan santai tanpa harus merasa sedang membaca buku kajian yang berat.

Namun, justru karena bentuknya sederhana, buku ini lebih cocok dinikmati sebagai bacaan pengantar dan refleksi tentang keteladanan Rasulullah SAW, bukan sebagai karya akademik yang mengupas seluruh riwayat secara mendalam.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui sumber hadis secara lebih detail, tentu masih diperlukan pembacaan terhadap kitab-kitab hadis atau literatur sirah yang lebih komprehensif.

Hal yang juga saya apresiasi adalah adanya hadis-hadis terkait binatang yang ditempatkan di bagian akhir buku. Salah satunya berkaitan dengan kisah ikan paus yang menjadi makanan bagi pasukan Muslim.

Kehadiran hadis-hadis tersebut memberi tambahan konteks bahwa hubungan Rasulullah SAW dengan binatang bukan sekadar cerita populer, tetapi memiliki keterkaitan dengan tradisi keislaman yang lebih luas.

Setelah membaca buku ini, saya merasa bahwa pesan paling pentingnya justru sangat sederhana, bahwa Rasulullah SAW begitu lembut kepada binatang, bagaimana mungkin kita sebagai umatnya justru bersikap kasar kepada makhluk hidup di sekitar kita?

Pertanyaan itu terasa relevan sekali dengan kehidupan generasi muda hari ini. Di tengah dunia digital yang serba cepat, kepedulian terhadap lingkungan dan makhluk hidup terkadang mudah terpinggirkan. Anak-anak muda mungkin sangat akrab dengan konten tentang kucing, anjing, burung, atau satwa liar di media sosial, tetapi belum tentu memahami bagaimana Islam mengajarkan adab memperlakukan makhluk hidup.

Buku ini bisa menjadi pintu masuk yang menarik untuk membicarakan persoalan tersebut. Dari kisah rusa, misalnya, generasi muda dapat belajar tentang kasih sayang dan menepati janji. Dari kisah unta, kita belajar agar tidak mengeksploitasi makhluk lain. Dari kisah-kisah binatang lainnya, kita diajak melihat bahwa kehidupan bukan hanya tentang manusia.

Akhirnya, Binatang yang Berinteraksi dengan Nabi Muhammad SAW karya Osep Muhammad Yanto ini adalah buku sederhana yang menyimpan pesan yang cukup dalam.

Buku ini mengajak saya mengenal Rasulullah SAW melalui sudut pandang yang berbeda, bukan hanya sebagai nabi, pemimpin, dan pembawa risalah, tetapi juga sebagai sosok yang penuh kelembutan kepada makhluk Allah.

Identitas Buku

  • Judul: Binatang yang Berinteraksi dengan Nabi Muhammad SAW
  • Penulis: Osep Muhammad Yanto
  • Penerbit: Deepublish
  • Cetakan: I, Juni 2019
  • Tebal: 78 Halaman
  • ISBN: 978-623-209-785-8
  • Kategori: Buku Umum
  • Bidang Ilmu: Agama Islam