Film Agensi Rumah Tangga (2026) merupakan karya drama komedi garapan sutradara Naya Anindita yang diproduksi Starvision bersama Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros. Film ini diadaptasi dari novel laris berjudul sama karya Almira Bastari Putri. Dengan durasi sekitar 115 menit, film ini mengangkat isu yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat urban Indonesia, khususnya soal kehilangan pekerjaan, tekanan keluarga, serta dinamika dunia asisten rumah tangga.
Film ini mulai tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 10 September 2026. Jadwal rilis tersebut menempatkannya sebagai salah satu tawaran hiburan drama komedi lokal di pertengahan September, tepat di tengah kondisi pasar kerja yang kerap dibahas publik.
Perjuangan Katia Membangun Bisnis ART
Cerita berpusat pada Katia Asmaranto (Enzy Storia), seorang manajer di perusahaan rintisan yang tiba-tiba di-PHK. Ia masih menanggung cicilan rumah (KPR) dan menghadapi desakan dari ibunya, Titin (Unique Priscilla), agar segera mencari pekerjaan stabil sebagai Pegawai Negeri Sipil.
Alih-alih mengikuti jalur yang diinginkan ibunya, Katia bersama sahabatnya Sashi (Fita Anggriani) memutuskan mendirikan agensi penyalur asisten rumah tangga dari rumahnya sendiri. Keputusan ini membuka serangkaian peristiwa yang melibatkan para calon ART dengan kepribadian unik, klien-klien yang menuntut, serta munculnya Kafka (Afgansyah Reza), seorang penyanyi terkenal yang menjadi salah satu klien penting.
Ulasan Film Agensi Rumah Tangga
Enzy Storia berhasil menampilkan sisi kerentanan dan keteguhan Katia dengan baik. Afgan memberikan penampilan yang tenang dan berkarakter sebagai Kafka, sementara Unique Priscilla mewakili tekanan orang tua yang klasik namun masih relevan. Kehadiran deretan komika perempuan seperti Ummi Quary, Musdalifah Basri, Neneng Wulandari, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Nury Zhafira, Mega Salsabila, dan lainnya menjadi salah satu daya tarik utama. Mereka mengisi peran para ART dengan gaya humor yang segar dan autentik, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat di tengah kekacauan operasional agensi.
Pada akhirnya, Agensi Rumah Tangga berhasil memadukan komedi situasi dengan sentuhan drama keluarga. Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga secara ringan menyentuh persoalan PHK massal, stigma terhadap pekerjaan domestik, serta konflik generasi mengenai definisi pekerjaan yang baik. Penyutradaraan Naya Anindita menjaga tempo yang cukup dinamis, meskipun beberapa bagian konflik sosial mengenai hak pekerja rumah tangga terasa lebih disederhanakan demi menjaga suasana ringan.
Adegan paling kocak yang menonjol adalah rangkaian adegan ujian tulis CPNS. Di dalamnya, dua peserta ujian (diperankan Mario Caesar dan Kev Luqman dalam peran kameo) tertangkap membawa sejumlah jimat tersembunyi di balik pakaian mereka. Situasi tersebut digarap dengan tajam: humor visual dan dialog yang menyentil realitas tekanan hidup di kota besar, di mana orang rela menempuh jalan pintas demi peluang kerja yang dianggap aman. Adegan ini tidak hanya memancing tawa, tetapi juga menyindir kondisi pasar kerja yang membuat banyak orang merasa terdesak. Kurasa pada bagian ini jadi salah satu momen komedi paling efektif dalam film.
Adegan paling dramatis muncul dalam konflik emosional antara Katia dan ibunya. Ketika desakan untuk menjadi PNS bertemu dengan keputusan Katia mempertahankan agensi dan hubungan yang telah terbangun dengan para ART, ketegangan keluarga mencapai puncaknya.
Momen tersebut memperlihatkan pergulatan batin Katia antara memenuhi harapan orang tua, menjaga tanggung jawab finansial, dan mempertahankan “keluarga baru” yang terbentuk di agensinya. Adegan-adegan semacam ini memberikan kedalaman emosional yang menyeimbangkan sisi komedi film, sehingga aku dan penonton yang lain tidak hanya tertawa tetapi juga merasakan tekanan yang dihadapi tokoh utama.
Film ini juga menampilkan momen-momen hangat ketika para ART mulai saling mendukung dan memandang Katia bukan sekadar pemilik agensi, melainkan sosok yang peduli. Chemistry antar pemain perempuan terasa solid, dan beberapa adegan pelatihan serta interaksi dengan klien berhasil menciptakan humor yang organik tanpa terasa dipaksakan.
Meski demikian, film ini memiliki keterbatasan. Beberapa persoalan struktural mengenai hubungan kerja ART dan majikan digambarkan terlalu harmonis, sehingga sisi kritik sosial yang sempat muncul di awal tidak sepenuhnya dikembangkan. Penyelesaian cerita juga terasa cukup cepat menuju akhir yang damai. Akan tetapi, kalau kamu yang mencari hiburan ringan dengan pesan positif tentang ketahanan perempuan, penghargaan terhadap segala jenis pekerjaan, serta kehangatan hubungan antarmanusia, Agensi Rumah Tangga tetap layak ditonton.
Secara keseluruhan, film ini berhasil menghadirkan tontonan yang menghibur sekaligus relevan. Akting Enzy Storia yang meyakinkan, dukungan kuat dari para komika perempuan, serta sentuhan humor yang menyentil realitas menjadi kekuatan utamanya.
Bagi penonton yang ingin melepaskan penat sambil merenungkan kondisi pekerjaan dan keluarga di Indonesia masa kini, Agensi Rumah Tangga menawarkan pengalaman menonton yang hangat dan menghibur. Film ini sudah tayang di bioskop sejak 10 September 2026 dan layak dipertimbangkan sebagai pilihan tontonan keluarga atau bersama sahabat. Rating pribadi: 8/10.
Baca Juga
-
Review Film Avengers: Endgame Encore, Sajian Spesial Penyambung Babak Baru
-
Review Film The Love Hypothesis: Trik Pacaran Pura-Pura yang Bikin Baper
-
Review Serial Ted Lasso Season 1: Drama Olahraga yang Sangat Menginspirasi
-
Daniel and the Fiery Furnace: Rahasia Iman dan Api Pembuangan di Babilonia!
-
Review Film Resurrection: Sajikan Keindahan Sinematik dalam Balutan Misteri
Artikel Terkait
Ulasan
-
Semakin Diteguk, Semakin Haus: Mengejar Dunia dalam Pareidolia
-
Big Mouth: Drakor tentang Penjara yang Mirip Berita di Indonesia
-
Ulasan Motherhood: Ketika Kasih Sayang Ibu Terjebak dalam Luka Masa Lalu
-
Review Film Unabomber: Masa Lalu Ted Kaczynski yang Dibongkar dari Dua Arah
-
Mendengar Sure Thing: Bukti Kalau Lagu Bagus Tak Punya Kedaluwarsa
Terkini
-
Ombudsman Sidak Mendadak, Lapas Cibinong Bikin Publik Terbelalak
-
5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
-
Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja
-
Career Break bagi Perempuan: Jeda Karier atau Tanda Kehilangan Arah?
-
Bebas Kotoran! 5 Cleansing Cream Ini Ampuh Bikin Kulit Bersih dan Lembut