Forgotten Island (2026) adalah film animasi fantasi-komedi produksi DreamWorks Animation yang disutradarai dan ditulis oleh Joel Crawford serta Januel Mercado. Film berdurasi 109 menit ini menghadirkan suara H.E.R. sebagai Josephine Jo Yuson, Liza Soberano sebagai Raissa Molina, Dave Franco sebagai Raww, Jenny Slate sebagai Batiba, Lea Salonga sebagai Manananggal, serta dukungan Dolly de Leon, Manny Jacinto, Jo Koy, dan Ronny Chieng. Film ini memperoleh respons kritis yang sangat positif atas visualnya yang imajinatif, representasi budaya Filipina, serta kisah persahabatan yang tulus.
Berdasarkan data dari jadwalnonton.com, Forgotten Island telah tayang di bioskop Indonesia sejak 23 September 2026 hingga saat ini. Film tersedia di berbagai jaringan bioskop seperti Cinema 21/XXI, CGV, dan Cinépolis dengan jadwal yang cukup luas di kota-kota besar.
Menelusuri Jejak Memori dan Portal Rahasia
Cerita berlatar Filipina pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Jo dan Raissa adalah sahabat karib sejak kecil. Jo yang penuh semangat dan agak liar tumbuh dengan cerita-cerita neneknya tentang pulau mitologis Nakali, sementara Raissa lebih tenang dan berorientasi akademik. Ketika Raissa akan meninggalkan Filipina untuk kuliah di Caltech, keduanya menghabiskan malam terakhir bersama.
Mereka menemukan portal melalui sand dollar ajaib dan terlempar ke Nakali, pulau yang dipenuhi makhluk dari mitologi Filipina. Mereka terbangun tanpa ingatan tentang malam sebelumnya, dengan perubahan fisik aneh, dan harus mencari jalan pulang sebelum waktu keberangkatan Raissa habis. Tantangan terbesar bukan hanya makhluk berbahaya, melainkan risiko kehilangan seluruh kenangan persahabatan mereka.
Review Film Forgotten Island
Film ini unggul dalam animasi yang dinamis dan penuh warna. Dunia Nakali digambarkan dengan detail tropis yang hidup, desain makhluk yang kreatif sekaligus menakutkan, serta pengaruh visual yang memadukan gaya DreamWorks modern dengan sentuhan anime dan imajinasi folklore.
Manananggal khususnya mendapat pujian karena animasi yang kompleks dan kehadiran visual yang kuat. Skor musik Nathan Matthew David dilengkapi lagu-lagu era 1980-an dan 1990-an yang memperkuat nuansa nostalgia dan emosional. Representasi budaya Filipina terasa autentik, mulai dari detail kehidupan sehari-hari, bahasa, hingga mitos yang diangkat dengan hormat.
Momen aksi yang amat menghibur terlihat pada rentetan bentrokan dan aksi kejar-kejaran yang melibatkan Raww beserta geng kecilnya saat menghadapi bahaya di pulau tersebut. Kombinasi humor fisik khas karakter Raww yang ceroboh, gerakan cepat, serta lanskap fantastis yang dinamis menciptakan energi yang segar dan menghibur. Adegan-adegan ini berhasil menyeimbangkan ketegangan dengan tawa, sehingga petualangan terasa hidup dan tidak monoton. Desain aksi yang padat namun tetap jelas membuatku tetap terlibat tanpa merasa kewalahan.
Adegan paling berkesan setelah menonton filmnya menurutku ada di momen rekonsiliasi emosional di bagian akhir. Ketika kenangan persahabatan diuji secara mendalam dan salah satu tokoh memilih pengorbanan demi yang lain, film mencapai puncak emosionalnya. Perjalanan melalui memori bersama yang menyentuh inti hubungan mereka memberikan resonansi yang kuat.
Adegan tersebut tidak hanya menghadirkan ketegangan visual, tetapi juga pesan tentang nilai ikatan yang dibentuk bersama serta bagaimana pengalaman masa lalu membentuk identitas. Aku keluar dari bioskop dengan rasa ingin lebih mengapresiasi keberadaan teman-teman terdekatku.
Secara keseluruhan, Forgotten Island berhasil sebagai film keluarga yang ambisius. Ia tidak sekadar menawarkan petualangan visual, melainkan mengangkat tema pertumbuhan, perubahan, dan persahabatan dengan tulus. Kekuatan emosional, humor yang pas, serta kekayaan budaya membuatnya menonjol di antara film animasi kontemporer.
Meskipun beberapa bagian terasa padat, keseimbangan antara aksi, komedi, dan hati membuat pengalaman menontonku sangat memuaskan kok. Film ini cocok untuk penonton segala usia yang menghargai cerita tentang hubungan manusia di tengah dunia fantasi yang indah. Dengan statusnya yang sudah tayang sejak 23 September 2026, kesempatan untuk menikmatinya di layar lebar masih terbuka lebar. Jadi kapan kalian pergi nonton filmnya? Rating pribadi: 8.5/10.
Baca Juga
-
Review 'Lucky Strike': Saat Taktik Pura-Pura Mati Jadi Satu-Satunya Jalan Selamat dari Pasukan SS
-
Review 'Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?': Mengupas Pengorbanan Sunyi Seorang Ibu yang Bikin Dada Sesak
-
Visual Apik vs Plot Padat: Menimbang Film Thriller 'The Vvaan', Worth It Ditonton?
-
Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas
-
Ulasan Film Agensi Rumah Tangga: Angkat Isu Sosial Lewat Tawa Menyegarkan
Artikel Terkait
Ulasan
-
Perdjalanan Menoedjoe Djawa: Melihat Jawa 1920-an dari Kacamata Tokugawa
-
Review Melo Movie: Ketika Arah Hidup Terasa Membingungkan untuk Semua Orang
-
Review 'Python Island': Ambisi Manusia, Kutukan Dewi Ular, dan CGI Kasar yang Bikin Tepok Jidat
-
Review Heart of the Beast: Trauma Disorot tapi Nggak Sedalam Petualangannya
-
Review Drama The Early Spring, Hubungan Toxic Antara Bos Dan Bawahan
Terkini
-
Naruto Siapkan Limited Series Baru, Diduga Proyek 4 Episode yang Tertunda
-
Sukses Tembus 200 Juta Penonton, Serial Reacher Dipastikan Lanjut Season 6
-
Disney Garap Live-Action Sleeping Beauty, Gandeng Sutradara Film Prey
-
Kasus Lapas Mewah: Perlakuan Istimewa yang Buat Hilangnya Marwah Pembinaan
-
Tak Terbendung! BTS dan Lisa BLACKPINK Berjaya Bawa Pulang Piala Bergengsi VMAs 2026