Emanon merupakan manga karya Shinji Kajio dengan ilustrasi Kenji Tsuruta, yang diadaptasi dari novel fiksi ilmiah Kajio tahun 1983. Ceritanya berlatar Jepang tahun 1967, ketika seorang pemuda bertemu Emanon dalam perjalanan feri. Emanon mengaku dirinya adalah perempuan misterius yang membawa ingatan sepanjang tiga miliar tahun kehidupan di Bumi. Seri manganya sendiri terdiri dari 4 volume: Memories of Emanon (1 volume) dan Emanon Wanderer (3 volume), yang terbit bertahap hingga 2017.
Menariknya, manga ini tidak menjadikan kemampuan Emanon sebagai premis untuk cerita fantasi yang spektakuler. Tidak ada dunia yang harus diselamatkan atau konflik besar yang harus diselesaikan. Emanon hanya duduk, berjalan, berbicara, merokok, dan bercerita.
Dalam manga ini, Tsuruta menggambarkan Emanon sebagai sosok yang terlihat sangat biasa. Rambutnya panjang, mengenakan pakaian yang sederhana, dan rokok yang sesekali ia hisap. Namun, di balik penampilannya tersebut terdapat ingatan yang jauh lebih tua daripada manusia mana pun yang pernah hidup. Emanon sendiri adalah karakter yang tidak mudah dipahami. Ia bisa terasa sangat santai, genit, misterius, bahkan kadang terasa sedikit menyebalkan. Tapi saat saya mencoba menggali karakternya, seperti terdapat kesedihan yang samar dalam cara ia bercerita. Ia telah melihat terlalu banyak untuk menganggap kehidupan manusia sebagai sesuatu yang benar-benar baru, tapi pada saat yang sama ia juga masih bisa tertarik pada hal-hal kecil yang terjadi di hadapannya.
Salah satu hal yang terasa kuat dalam Emanon adalah kesepian yang lahir dari mengetahui terlalu banyak hal. Emanon tidak hanya berbeda karena ia memiliki kemampuan luar biasa. Ia berbeda karena hampir tidak ada orang yang benar-benar bisa memahami pengalaman yang ia bawa. Ketika seseorang bisa mengingat kehidupan yang berlangsung miliaran tahun, percakapan dengan manusia biasa tentu memiliki jarak yang sulit dijembatani. Emanon kemudian menjadi lebih menarik dari sekadar cerita tentang perempuan dengan kemampuan supernatural. Manga ini mempertanyakan sesuatu yang sederhana.
"Kalau kita mengingat terlalu banyak, apakah kita masih menjadi seseorang?"
Identitas manusia biasanya dibangun dari ingatan. Kita merasa menjadi diri kita karena memiliki masa lalu yang hanya kita miliki sendiri. Tetapi Emanon memiliki begitu banyak masa lalu sampai-sampai batas antara "dirinya" dan kehidupan yang ia jalani seakan terasa kabur.
Emanon membawa kehidupan-kehidupan yang bahkan tidak pernah menjadi miliknya secara personal. Manusia yang lahir, hidup, kemudian mati, perubahan bentuk kehidupan, perubahan lingkungan, peradaban yang muncul dan menghilang. Ia berbicara tentang miliaran tahun kehidupan, tetapi yang tersisa bukan perasaan bahwa manusia itu kecil. Justru sebaliknya, manga ini membuat momen-momen kecil terasa berarti karena kita tahu betapa singkatnya keberadaan seseorang dibandingkan panjangnya waktu.
Selain karakter dan premis yang menarik, visual manga yang dibuat oleh Kenji Tsuruta juga sangat berperan dalam membuat gagasan tersebut terasa. Panel-panelnya memiliki detail yang indah, terutama ketika menggambarkan laut, kapal, langit, dan lanskap Jepang. Ada banyak ruang kosong dan adegan yang berjalan lambat. Beberapa halaman terasa seperti memang memberikan jeda untuk pembaca bernapas.
Pada akhirnya, Emanon bukan hanya sekadar manga yang menawarkan jawaban besar tentang kehidupan atau waktu. Ia hanya mengajak kita untuk duduk sebentar bersama seseorang yang telah melihat banyak hal, mendengarkan ceritanya, lalu kembali melanjutkan perjalanan. Mungkin setelah menutup bukunya, yang tertinggal bukanlah kisah tentang seseorang yang mengingat seluruh hal yang terjadi, melainkan pertanyaan yang jauh lebih sederhana.
"Apa yang membuat sebuah kehidupan layak untuk diingat?"
Baca Juga
-
Menyusuri Duka dan Kehilangan Melalui Novel The Year of Magical Thinking
-
Menelisik Perasaan Perempuan Melalui Novel The Days of Abandonment
-
Ulasan Novel 'Into The Water', Kolam Penenggelaman yang Penuh Teka-Teki!
-
Ulasan Manga My Broken Mariko, Memahami Arti Hidup dan Persahabatan
-
Women In Translation Month, Menjelajahi Dunia Perempuan melalui Buku
Artikel Terkait
-
Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!
-
Usung Tema Eksorsisme, Manga Phantom Busters Dapat Adaptasi Anime pada 2027
-
Manga Romcom Akira Failing in Love Tembus 1 Juta Eksemplar di Seluruh Dunia
-
Shogakukan Hadirkan Penghargaan Manga Fantasi, Gandeng Rumiko Takahashi
-
Manga The Failure at God School Karya Natsu Hyuga Resmi Diadaptasi Anime TV
Ulasan
-
Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi
-
Di Tanah Lada: Apakah Mati Jadi Jalan Keluar Terbaik untuk Ava?
-
Review 'Lucky Strike': Saat Taktik Pura-Pura Mati Jadi Satu-Satunya Jalan Selamat dari Pasukan SS
-
Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman
-
Ribuan Followers tapi Kesepian? Buku Klasik Tahun 1936 Ini Punya Jawaban Menohok Buat Gen Z!
Terkini
-
Anime Welcome to Demon School, Iruma-kun Umumkan Proyek Film Pertama
-
Nasib Tragis The Transporter: Ditinggal Jason Statham, 2 Aktor Penggantinya Gagal Total!
-
Rangkul Kekurangan! KickFlip Ungkap Indahnya Masa Muda di Lagu Puzzle Piece
-
Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme
-
Fenomena Sunday Scaries: Membedah Horor Hari Senin Bagi Para Pekerja