Psychopath Diary adalah drama Korea yang memadukan thriller, komedi gelap, dan cerita pembunuh berantai dengan cara yang cukup unik. Drama ini mengikuti Yook Dong Sik, seorang karyawan penakut yang tanpa sengaja menemukan buku harian milik seorang pembunuh berantai.
Masalahnya, Dong Sik mengalami kecelakaan dan kehilangan ingatan. Karena buku harian tersebut masih berada di tangannya, ia justru mengira bahwa dirinya adalah pembunuh yang selama ini dicari. Keyakinan itu perlahan mengubah cara Dong Sik melihat dan memperlakukan dirinya sendiri.
Di sisi lain, pemilik buku harian tersebut, Seo In Woo, merupakan pembunuh berantai yang sebenarnya. Pertemuan keduanya menjadi sumber berbagai situasi absurd yang membuat drama ini terasa berbeda dari thriller pada umumnya.
Lantas, seberapa menarik Psychopath Diary mengolah premis unik tersebut menjadi drama thriller yang menghibur? Simak ulasan lengkapnya.
Salah Ambil Buku Harian Berujung Salah Mengenali Diri
Yook Dong Sik (Yoon Shi Yoon) menjalani hidup sebagai karyawan yang penakut dan sering dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya. Suatu hari, ia tidak sengaja menyaksikan pembunuhan yang dilakukan seorang pembunuh berantai. Dalam kepanikan, Dong Sik melarikan diri sambil membawa buku harian milik pelaku yang berisi catatan kejahatannya.
Nasib buruk kembali menimpanya. Dong Sik tertabrak mobil yang dikendarai polisi Shim Bo Kyung (Jung In Sun) hingga mengalami kecelakaan dan kehilangan ingatan. Karena buku harian tersebut masih berada di tangannya, ia salah menyimpulkan bahwa semua catatan pembunuhan itu adalah miliknya. Dong Sik pun percaya bahwa dirinya adalah seorang psikopat dan pembunuh berantai.
Keyakinan tersebut perlahan mengubah cara Dong Sik menghadapi dunia. Ia yang sebelumnya selalu takut dan mudah diremehkan mulai berusaha bersikap lebih berani karena merasa dirinya adalah orang yang berbahaya.
Sementara itu, Seo In Woo (Park Sung Hoon), pemilik buku harian sekaligus pembunuh sebenarnya, mulai panik dan berusaha mendapatkannya kembali. Di tengah situasi tersebut, Shim Bo Kyung juga terus menyelidiki kasus pembunuhan berantai yang ternyata jauh lebih dekat dengannya daripada yang ia kira.
Psikopat Palsu dan Pembunuh Asli Jadi Sumber Kekacauan
Hubungan Dong Sik dan Seo In Woo menjadi bagian yang membuat Psychopath Diary punya daya tarik tersendiri. Keduanya berada di posisi yang sebenarnya bertolak belakang.
Menariknya, In Woo justru melihat Dong Sik sebagai sosok yang sama berbahayanya dengan dirinya. Ia tidak tahu bahwa semua sikap dingin dan keberanian Dong Sik sebenarnya berasal dari kesalahpahaman.
Pertemuan keduanya menghasilkan semacam permainan kucing-kucingan yang unik. Ada ketegangan karena Dong Sik berhadapan dengan pembunuh sungguhan, tetapi ada pula kelucuan karena masing-masing karakter memiliki pemahaman yang berbeda terhadap situasi.
Komedi Gelapnya Menarik, tetapi Kadang Kehilangan Ritme
Sebagai drama sepanjang 16 episode, Psychopath Diary cukup berhasil mempertahankan premis uniknya. Menggabungkan pembunuhan berantai dengan komedi tentu berisiko membuat salah satu unsurnya terasa tidak seimbang. Namun, drama ini tahu kapan harus membuat penonton tertawa dan kapan harus memberikan ketegangan.
Pesan tentang orang yang sering diremehkan juga terasa cukup jelas. Perubahan Dong Sik memperlihatkan bagaimana cara seseorang memandang dirinya dapat memengaruhi keberaniannya dalam menghadapi orang lain. Di balik berbagai adegan konyol, ada sindiran terhadap lingkungan yang terbiasa menjadikan orang tertentu sebagai sasaran empuk untuk disalahkan atau ditindas.
Namun, memasuki paruh kedua, beberapa bagian mulai terasa repetitif karena pola kesalahpahaman yang digunakan berulang kali. Ada momen ketika saya merasa ceritanya bisa bergerak lebih cepat tanpa harus mempertahankan lelucon yang serupa.
Jadi, kalau yang dicari adalah thriller serius yang penuh tekanan seperti Mouse atau Beyond Evil, drama ini mungkin terasa berbeda. Sebaliknya, Psychopath Diary lebih cocok untuk penonton yang ingin menikmati cerita pembunuh berantai dengan bumbu komedi absurd, karakter yang kocak, dan premis yang tidak biasa.
Baca Juga
-
Lowongan Minta Paket Lengkap, Gaji Paket Hemat: Ada Apa dengan Pasar Kerja?
-
Katanya Swasembada Pangan, Mengapa Harga Bahan Pokok Kian Menjulang?
-
Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?
-
I Hate Going to Work: Realita Dunia Kantor yang Dikemas dalam Komedi Satir
-
Katanya Lowongan Kerja Banyak, Kenapa Cari Kerja Tetap Susah?
Artikel Terkait
-
The Impossible Heir: Ketika Ambisi Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri
-
Sinopsis 'Ore no Koto, Nanka Itteta?', Drama Komedi Koji Yakusho di Netflix
-
Review Melo Movie: Ketika Arah Hidup Terasa Membingungkan untuk Semua Orang
-
Review Drama The Early Spring, Hubungan Toxic Antara Bos Dan Bawahan
-
Sinopsis Taming the Husband, Drama China Terbaru Dai Lu Wa dan Lai Wei Ming
Ulasan
-
Review Film Suka Duka Tawa: Kisah Komika dan Luka Masa Lalu
-
Review Film The Scout: Karakternya Menarik Kendati Emosinya Tertahan
-
The Impossible Heir: Ketika Ambisi Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri
-
Review Forgotten Island: Petualangan Fantasi Sihir Berbalut Persahabatan!
-
Perdjalanan Menoedjoe Djawa: Melihat Jawa 1920-an dari Kacamata Tokugawa
Terkini
-
Gatekeeping: Menjaga Keunikan Diri atau Sekadar Pelit Informasi?
-
Bergenre Dance Pop Hibrida! NCT Wish Ungkap Detail Lagu Comeback, I SPY
-
Ugly Duckling Ms. Maeng Tayang Oktober, Ungkap Kekacauan di Balik CSAT
-
Lowongan Minta Paket Lengkap, Gaji Paket Hemat: Ada Apa dengan Pasar Kerja?
-
Katanya Swasembada Pangan, Mengapa Harga Bahan Pokok Kian Menjulang?