M. Reza Sulaiman | Ryan Farizzal
Poster film Tazza: The Song of Beelzebub (IMDb)
Ryan Farizzal

Tazza: The Song of Beelzebub merupakan babak penutup waralaba film kriminal Korea Selatan yang telah berlangsung selama dua dekade. Film yang disutradarai Choi Kook-hee ini diadaptasi dari komik karya Huh Young-man dan secara resmi tayang di bioskop Indonesia mulai hari ini, 30 September 2026.

Sebelumnya, film ini dirilis di Korea Selatan pada 23 September 2026, bertepatan dengan libur Chuseok. Dengan durasi sekitar 130 menit dan rating dewasa, karya ini berfokus pada dunia perjudian internasional yang dipenuhi intrik, pengkhianatan, serta pertaruhan nyawa.

Sebuah Misteri Gelap Arena Judi Dunia

Salah satu adegan di film Tazza: The Song of Beelzebub (IMDb)

Cerita berpusat pada Jang Tae-young (Byun Yo-han), seorang pria cerdas dengan bakat alami dalam menghasilkan uang. Bersama sahabat dekatnya yang memiliki nama sama, Park Tae-young (Roh Jae-won), ia membangun bisnis kasino daring hingga meraih kesuksesan besar. Namun, rasa iri dan inferioritas yang tumbuh dalam diri Park mengubah persahabatan mereka menjadi pengkhianatan kejam. Jang kehilangan segalanya, hampir kehilangan nyawa, lalu bertahan di Vietnam dan belajar poker dari legenda Tazza, Kwak Dong-wook (Jo Woo-jin). Tahun-tahun kemudian, keduanya bertemu kembali di sirkuit poker global yang melibatkan Kaneko (Ayaka Miyoshi), sosok berpengaruh dengan koneksi yakuza. Pertarungan balas dendam pun berlangsung di meja Texas Hold’em dengan taruhan yang jauh melampaui uang.

Berbeda dengan film-film sebelumnya yang banyak menggunakan permainan kartu tradisional Korea (hwatu), Tazza: The Song of Beelzebub secara sadar beralih ke poker Hold’em dan memperluas latar ke Jepang serta Vietnam. Keputusan ini membuat film terasa lebih internasional sekaligus mempertahankan identitas seri melalui hubungan guru dan murid, ketegangan psikologis di meja judi, dan tema hasrat manusia.

Review Film Tazza: The Song of Beelzebub

Salah satu adegan di film Tazza: The Song of Beelzebub (IMDb)

Byun Yo-han menampilkan transformasi yang meyakinkan, mulai dari pengusaha sukses yang percaya diri hingga pria yang hancur lalu bangkit dengan tekad dingin. Roh Jae-won berhasil menggambarkan Park sebagai tokoh kompleks—bukan sekadar penjahat, melainkan manusia yang diliputi kasih sayang, iri hati, dan ambisi yang merusak. Ayaka Miyoshi memberikan nuansa elegan sekaligus berbahaya sebagai Kaneko, sementara Jo Woo-jin hadir sebagai mentor yang karismatik.

Salah satu adegan paling menegangkan terjadi pada puncak permainan akhir. Di meja poker internasional dengan taruhan yang mencakup kekayaan dan nyawa, kedua tokoh utama saling berhadapan. Ketegangan dibangun melalui perang psikologis yang intens: bluff, kecurigaan akan kecurangan, serta dialog yang mempertanyakan apakah lawan benar-benar menipu atau hanya berpura-pura. Kamera yang tajam, editing yang ketat, serta ekspresi wajah yang terkendali membuatku ikut menahan napas setiap kali kartu dibuka. Adegan ini berhasil menangkap esensi seri Tazza—bukan sekadar permainan kartu, melainkan pertarungan mental yang bisa mengubah hidup seseorang dalam sekejap.

Di sisi lain, adegan paling emosional terletak pada momen pengkhianatan yang menghancurkan fondasi persahabatan Jang dan Park. Ketika rasa percaya yang telah dibangun bertahun-tahun runtuh secara brutal, dan Jang kehilangan bisnis, hubungan, serta hampir seluruh hidupnya, Aku pun sampai merasakan kepedihan yang mendalam. Bukan hanya rasa sakit fisik, melainkan luka psikologis akibat dikhianati oleh orang yang paling dipercaya. Adegan-adegan yang menunjukkan jatuhnya Jang, dilanjutkan dengan proses pemulihan yang panjang dan penuh penyesalan, memberikan bobot emosional yang kuat. Hubungan cinta-benci yang rumit antara keduanya terus bergema hingga akhir, menjadikan balas dendam bukan sekadar kemenangan, melainkan proses yang penuh konflik batin.

Film ini berhasil menghadirkan hiburan dewasa yang padat dengan tempo yang relatif cepat, visual yang menarik, serta ketegangan yang konsisten. Meski kedalaman emosional antara kedua tokoh utama bisa digali lebih dalam, dan untuk kamu yang tidak akrab dengan aturan poker mungkin membutuhkan sedikit waktu untuk menyesuaikan diri, secara keseluruhan Tazza: The Song of Beelzebub tetap memuaskan sebagai penutup seri. Ia menawarkan katarsis balas dendam, kejutan strategis, serta eksplorasi tema iri hati dan hasrat yang relevan.

Sebagai penutup waralaba yang telah lama dikenal di kalangan penggemar film Asia, karya ini layak ditonton di bioskop. Bagi penonton Indonesia yang menyukai cerita kriminal dengan intrik psikologis tinggi, film ini memberikan pengalaman yang intens dan menghibur. Jadwal tayang mulai hari ini, 30 September 2026 di berbagai jaringan bioskop, termasuk Cinépolis dan lainnya.

FYI: Sebaiknya ditonton untuk usia 17 tahun ke atas ya, Sobat Yoursay. Mengingat adanya konten kekerasan dan perjudian yang eksplisit.

Rating pribadi: 8/10.