M. Reza Sulaiman | Ukhro Wiyah
Cashero (Netflix)
Ukhro Wiyah

Umumnya orang kalau dapat warisan itu merasa senang. Apalagi kalau bentuk warisannya berupa uang tunai, tanah, rumah, atau harta yang memiliki nilai tinggi dan bisa sangat membantu masa depan sang anak. Namun, bagaimana kalau warisan itu adalah sebuah kekuatan khusus yang mengharuskan seseorang menghabiskan banyak uangnya untuk membantu orang lain?

Kedengarannya emang nggak masuk akal, tapi itulah yang dialami Kang Sang-ung (Lee Jun-ho) di drama Cashero. Pada awalnya Sang-ung hanyalah pemuda biasa. Hari-harinya diisi dengan bekerja sebagai PNS dan menghabiskan waktu bersama kekasihnya Kim Min-suk (Kim Hye-jun). Sampai suatu hari, tiba-tiba ayah Sang-ung memintanya untuk pulang ke kampung halaman. Katanya, ingin memberi sesuatu padanya. Sang-ung kira, ini akan seperti biasanya, sang ayah memberinya bahan makanan.

Namun, begitu sampai di rumahnya, Sang-ung malah mendapatkan sesuatu yang sama sekali tak pernah dia bayangkan. Ayahnya mewariskan sebuah kekuatan super yang bersumber dari uang tunai. Semakin banyak uang tunai di tangan Sang-ung, maka tubuhnya juga akan semakin kuat. Masalahnya, di saat yang sama, Sang-ung sendiri bukan orang yang punya uang tunai melimpah, ditambah lagi saat itu ia juga sedang menabung untuk membeli rumah bersama Min-suk, kekasihnya.

Dengan kemampuan yang dia miliki itulah, Sang-ung akhirnya terlibat dengan manusia super lainnya yang memiliki kekuatan berbeda-beda. Selain itu, demi menolong orang-orang, ia juga terpaksa meminjam uang dari rentenir. Di sisi lain, ia bersama beberapa manusia super lainnya di sini juga harus melawan sekelompok orang yang ingin menguasai kemampuan mereka, yang di antaranya ada Jo Anna (Kang Han-na) dan Jonathan (Lee Chae-min).

Menurut saya, hal paling menonjol yang membuat Cashero menarik adalah premisnya yang terasa fresh dan dekat dengan kehidupan kita. Di mana drama ini mengangkat isu beban finansial pekerja muda di masa kini yang harus berbenturan dengan nalurinya untuk menolong sesama. Kang Sang-ung sebenarnya bukan orang jahat. Sayangnya, ia dihadapkan pada pilihan yang sangat sulit bagi siapa pun: menyelamatkan finansialnya sendiri atau menjadi orang baik dengan menolong orang dan mengorbankan uangnya yang tak seberapa.

Kalau dihadapkan pada pilihan yang sama, apa yang akan Sobat Yoursay pilih?

Keduanya bukan pilihan yang mudah. Jika memilih menyelamatkan dompet, maka kita akan dipandang sebagai orang egois. Di sisi lain, jika memilih menolong orang, maka kehidupan kita bisa hancur karena uang yang terus berkurang seiring kekuatan super itu digunakan. Apapun pilihan yang diambil memiliki konsekuensi yang tidak mudah dihadapi.

Kelebihan lain dari Cashero adalah durasinya yang tidak terlalu panjang. Dengan 8 episode saja, alur dari drama ini terasa cepat dan cocok untuk ditonton secara maraton. Namun, sebagian penonton berpendapat bahwa 8 episode rasanya terlalu singkat untuk konflik yang cukup kompleks di drama ini. Saya pun merasa demikian, ada beberapa bagian penyelesaian konflik yang terkesan agak terburu-buru.

Namun, terlepas dari semua itu, Cashero berhasil memberikan pengalaman baru pada penonton melalui premisnya yang fresh dan dekat dengan kehidupan nyata, meskipun genre utamanya action-fantasy. Selain itu, adegan aksi yang intens dan interaksi para pemain dengan chemistry yang solid di drama ini pun sukses menambah keseruan ceritanya.

Jadi, bagi penggemar genre action-fantasy, terutama yang mengangkat tema kekuatan super seperti ini, Cashero sangat layak untuk masuk watchlist. Apalagi durasinya juga sangat mendukung untuk penonton yang hanya punya waktu luang di akhir pekan.