Lintang Siltya Utami | Tarassa Q.
Tahun itu Berlalu Begitu Cepat#2 (Gramedia)
Tarassa Q.

Setelah kisah dalam volume pertama berakhir, novel Tahun Itu Berlalu Begitu Cepat Vol 2 karya Jiu Yehui membawa pembaca melanjutkan perjalanan para tokohnya yang ternyata belum benar-benar berhasil meninggalkan masa lalu. Jika sebelumnya cerita memperkenalkan hubungan dan berbagai kenangan yang terbentuk pada masa muda, volume kedua memperlihatkan bagaimana peristiwa-peristiwa tersebut terus memberikan pengaruh, bahkan ketika para tokohnya telah tumbuh dewasa dan menjalani kehidupan masing-masing.

Cerita berfokus pada Zhang Nan yang kembali ke Beijing setelah sebelumnya tinggal di Australia. Ia pulang sendirian dan mulai menjalani kehidupannya sebagai seorang pekerja. Namun, kepulangannya bukan sekadar awal dari babak baru. Bersamaan dengan langkahnya memasuki kehidupan dewasa, Zhang Nan masih membawa berbagai ingatan dari masa sekolah, termasuk cerita yang berkaitan dengan Fang Hui.

Keadaan berubah ketika ia secara tidak terduga bertemu dengan Chen Xun. Bagi Zhang Nan, pertemuan tersebut cukup mengejutkan karena Chen Xun bukanlah sosok asing dalam kisah Fang Hui. Selama ini, Zhang Nan hanya mengetahui sebagian dari perjalanan hidup perempuan tersebut. Kehadiran Chen Xun kemudian seperti membuka potongan puzzle yang selama ini hilang, membuat Zhang Nan perlahan memahami sisi lain dari cerita Fang Hui yang sebelumnya tidak pernah ia ketahui.

Dari sinilah kisah yang semula tampak seperti cerita cinta remaja berkembang menjadi persoalan yang lebih rumit. Zhang Nan berada dalam situasi yang serba canggung karena ia mengetahui keterkaitan antara Chen Xun dan Fang Hui. Ia harus menentukan apakah sebaiknya mengungkapkan bahwa dirinya mengenal Fang Hui atau memilih diam dan membiarkan berbagai hal berjalan tanpa campur tangannya. Posisi tersebut membuatnya seakan berada di tengah dua orang yang, meskipun waktu telah berlalu, masih memiliki hubungan kuat dengan kenangan yang pernah mereka lalui.

Usai menamatkan volume pertama, saya langsung melanjutkan membaca volume kedua karena penasaran dengan kelanjutan konflik antartokohnya. Ternyata, berbagai persoalan yang muncul sebelumnya belum benar-benar selesai dan justru berkembang menjadi semakin kompleks.

Dengan ketebalan sekitar 472 halaman, novel ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk saya selesaikan. Salah satu alasannya adalah karena saya pribadi bukan penggemar berat cerita romantis, terutama kisah cinta masa lalu yang dipenuhi persoalan berlarut-larut dan hubungan yang terasa rumit.

Meski demikian, novel ini memiliki gagasan yang cukup menarik mengenai pengaruh masa lalu terhadap kehidupan seseorang. Jiu Yehui memperlihatkan bahwa kenangan masa muda tidak selalu menghilang hanya karena waktu terus bergerak. Pengalaman, keputusan, konflik, dan penyesalan yang terjadi ketika seseorang masih remaja dapat meninggalkan bekas yang panjang hingga mereka memasuki usia dewasa.

Para tokohnya berkali-kali dihadapkan pada kenyataan bahwa masa sekolah tidak dapat diulang. Ada hal-hal yang dahulu mungkin dianggap sederhana, tetapi kemudian menimbulkan luka dan konsekuensi yang jauh lebih besar daripada yang dibayangkan. Ketika orang-orang dari masa lalu kembali hadir, mereka dipaksa untuk melihat kembali keputusan yang pernah dibuat serta menghadapi perasaan yang mungkin belum sepenuhnya selesai.

Pada akhirnya, Tahun Itu Berlalu Begitu Cepat Vol 2 bukan hanya berbicara tentang cinta yang tertinggal pada masa muda, melainkan juga tentang kesulitan manusia untuk berdamai dengan apa yang telah berlalu.

Novel ini mengingatkan bahwa kenangan boleh tetap hidup, tetapi kehidupan tidak seharusnya berhenti di sana. Masa lalu mungkin membentuk diri seseorang, namun menerima kenyataan dan terus melangkah tetap menjadi bagian penting untuk menemukan jalan menuju masa depan.

Identitas Buku

Judul: Tahun itu Berlalu Begitu Cepat#2
Penulis: Jiu Yehui
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786020672427

Tag