Akiyoshi Rikako kembali menghadirkan kisah misteri yang penuh teka-teki melalui Girls in the Dark atau Ankoku Joshi. Novel ini membawa pembaca ke lingkungan sebuah sekolah khusus perempuan, tempat persahabatan, popularitas, ambisi, dan kecemburuan ternyata dapat menyimpan sisi yang jauh lebih kelam. Di balik kehidupan para siswi yang terlihat sempurna, terdapat rahasia yang perlahan terbongkar setelah kematian seorang gadis yang menjadi pusat perhatian di sekolah.
Cerita bermula dari kematian Shiraishi Itsumi, ketua klub sastra di SMA Putri Santa Maria. Itsumi dikenal sebagai siswi dengan banyak kelebihan. Ia berasal dari keluarga berada, memiliki kecerdasan, paras menarik, serta popularitas yang membuatnya disegani oleh banyak orang.
Namun, citra sempurna tersebut berakhir tragis ketika tubuhnya ditemukan tidak bernyawa di teras sekolah. Sebuah bunga lili yang masih berada di tangannya semakin menambah kejanggalan dalam peristiwa tersebut.
Tidak ada yang benar-benar mengetahui apa yang terjadi pada Itsumi. Kematiannya dapat mengarah pada dugaan bunuh diri, tetapi kemungkinan bahwa ia menjadi korban pembunuhan juga tidak bisa dikesampingkan. Kecurigaan kemudian mengarah kepada orang-orang terdekatnya, terutama anggota klub sastra yang mungkin mengetahui lebih banyak daripada yang mereka ungkapkan.
Seminggu setelah kejadian itu, Sayuri Sumikawa selaku wakil ketua klub mengadakan sebuah acara untuk mengenang Itsumi. Mereka melakukan yami-nabe, tradisi makan bersama dalam keadaan ruangan gelap sehingga setiap peserta tidak mengetahui dengan pasti makanan apa yang masuk ke dalam panci.
Namun, kegiatan tersebut bukan sekadar acara perpisahan. Masing-masing anggota diminta membacakan cerpen yang mereka tulis dengan mengambil kematian Itsumi sebagai pokok cerita.
Enam cerita yang muncul justru membawa suasana semakin mencurigakan. Setiap tulisan memperlihatkan cara pandang berbeda terhadap Itsumi sekaligus memberikan gambaran mengenai hubungan masing-masing anggota dengannya. Dari satu cerita ke cerita berikutnya, pembaca diajak mencermati berbagai kemungkinan, motif, dan rahasia yang tersembunyi di antara para tokoh.
Pertemuan yang awalnya tampak seperti penghormatan kepada seseorang yang telah meninggal akhirnya berkembang menjadi permainan psikologis penuh tuduhan dan pengungkapan sisi gelap.
Sebagai pembaca, saya sendiri ternyata cukup menikmati misteri yang ditawarkan Akiyoshi Rikako. Dengan jumlah sekitar 288 halaman, novel ini berhasil membuat saya terus mengikuti perkembangan ceritanya. Saya sempat mencurigai hampir setiap karakter dan mencoba menebak siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas kematian Itsumi. Namun, ketika sampai pada bagian akhir, saya justru dibuat terdiam oleh arah cerita dan kejutan yang disiapkan penulis.
Hal menarik lainnya adalah bagaimana novel ini memperlihatkan perbedaan antara citra seseorang dengan kenyataan yang sebenarnya. Seusai membaca hingga halaman terakhir, saya semakin menyadari bahwa penampilan luar tidak selalu mencerminkan keadaan seseorang yang sesungguhnya.
Girls in the Dark juga mengingatkan bahwa seseorang yang tampak ramah, baik, dan nyaris tanpa cela belum tentu sepenuhnya seperti yang terlihat. Dalam lingkungan sosial, orang dapat menyembunyikan maksud tertentu demi mempertahankan citra atau mendapatkan penerimaan. Karena itu, hubungan pertemanan pun membutuhkan kehati-hatian, terutama ketika rasa iri, keinginan untuk unggul, dan keterikatan yang berlebihan mulai menguasai hubungan.
Pada akhirnya, novel ini bukan hanya menawarkan teka-teki mengenai sebuah kematian, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ambisi dan ego dapat membawa seseorang semakin jauh dari pertimbangan moral. Girls in the Dark menjadi bacaan yang menarik bagi pembaca yang menyukai misteri dengan permainan perspektif, rahasia antarkarakter, serta akhir cerita yang mampu mengubah cara melihat keseluruhan kisah.
Identitas Buku
Judul: Girls In The Dark
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786025297281
Baca Juga
-
Ulasan Guru Aini: Ketika Ketekunan Menaklukkan Ketakutan pada Matematika
-
Ulasan Yang Dihantui: Horor Rumah Tua, Luka Keluarga, dan Warisan Masa Lalu
-
Jejak Luka di Tanah Pengasingan dalam Cerita dari Digul
-
Tahun Itu Berlalu Begitu Cepat Vol 2: Ketika Masa Lalu Kembali Mengusik
-
Mencari Arti Kebebasan dan Cinta dalam Fish in the Water Karya Lee Chanhyuk
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Flex x Cop Season 2: Aksi Gokil Jin Isoo sebagai Detektif Chaebol
-
Review Dark Matter Season 2: Perjalanan Takdir Melintasi Dimensi Lain!
-
Review Four Hands Two Sonatas: Kisah Dua Pianis Melawan Trauma Masa Lalu
-
Ulasan Guru Aini: Ketika Ketekunan Menaklukkan Ketakutan pada Matematika
-
Sonobudoyo, Museum yang Menyimpan Jejak Panjang Kebudayaan Jawa
Terkini
-
10 Tahun Debut Solo! Yesung Super Junior Bahas Perpisahan di Lagu Pedazos
-
WhatsApp Siapkan Fitur Baru Sembunyikan Chat dari Perangkat Terhubung
-
Tak Perlu Mahal, 6 HP Rp2 Jutaan Ini Sudah Dibekali Fitur NFC
-
Nikahi Kakak Beradik, Jang Dong Yoon dan Lee You Jin Jadi Saudara Ipar
-
Serial Dead-End Job Tayang 30 Oktober, Lee Jae Wook Hadapi Pekerjaan Maut