Lintang Siltya Utami | Tarassa Q.
Lotus Taxi (Gramedia)
Tarassa Q.

Sekilas, Lotus Taxi karya Gen Kato mungkin terlihat seperti novel ringan tentang kehidupan seorang pengemudi taksi. Tokoh utamanya, Kimura, bekerja di Transportasi Lotus, sebuah perusahaan sederhana yang bahkan hanya dijalankan oleh dua orang, yakni Kimura dan pemiliknya. Setiap malam, ia mengemudikan taksinya melewati jalan-jalan kota yang lengang, bertemu penumpang dengan tujuan dan kisah yang berbeda-beda.

Pada bagian awal, novel ini memberikan kesan seperti bacaan keseharian yang menenangkan. Kimura menjadi tempat persinggahan sementara bagi orang-orang yang membawa cerita masing-masing. Ada penumpang yang ingin membicarakan kehidupan, menyimpan penyesalan, atau sekadar membutuhkan seseorang untuk mendengarkan. Interaksi singkat di dalam mobil terasa sederhana, tetapi perlahan memperlihatkan sisi manusia yang tidak selalu terlihat dalam keseharian.

Namun, kesan tersebut ternyata hanya permukaan. Semakin jauh perjalanan berlangsung, semakin jelas bahwa tidak semua sosok yang duduk di kursi belakang Lotus Taxi berasal dari dunia manusia. Gen Kato menyelipkan berbagai elemen supernatural, makhluk-makhluk misterius, serta jejak folklore Jepang, termasuk youkai. Perubahan atmosfer inilah yang membuat novel terasa semakin tidak terduga.

Horornya pun tidak bergantung pada kemunculan sosok menyeramkan semata. Beberapa cerita justru terasa mengganggu karena berhubungan dengan sisi psikologis manusia. Rasa bersalah, kehilangan, kesepian, kemarahan, dan penyesalan menjadi sumber ketegangan yang membuat perjalanan Kimura terasa semakin kelam. Karena itu, Lotus Taxi lebih cocok untuk pembaca berusia 17 tahun ke atas, terutama mereka yang menyukai perpaduan drama manusia, misteri, folklore, dan horor psikologis.

Sepanjang 240 halaman, saya merasa seperti sedang menaiki rollercoaster emosional. Bagian pembuka yang terasa hangat sempat membuat saya mengira novel ini akan menjadi bacaan yang ringan dan nyaman. Ternyata, arah ceritanya jauh lebih gelap. Setelah menutup bukunya, saya justru cukup lama memikirkan berbagai bentuk kesedihan yang mungkin diam-diam dibawa seseorang dalam kehidupannya.

Salah satu hal yang paling terasa adalah pesan mengenai kehilangan. Para penumpang Lotus Taxi sering kali masih terperangkap dalam masa lalu dan belum mampu menyelesaikan kesedihan mereka. Dari sini, novel memperlihatkan bahwa menerima kepergian seseorang bukan berarti menghapus kenangan. Ada kalanya kita perlu mengendurkan keterikatan terhadap sesuatu yang telah berlalu agar kehidupan tetap dapat berjalan.

Kimura juga menarik karena ia tidak hadir sebagai seseorang yang selalu memiliki jawaban. Ia lebih banyak menjadi pendengar. Ia memberi ruang kepada penumpang untuk bercerita tanpa buru-buru menyalahkan ataupun menggurui. Sikap tersebut mengingatkan bahwa terkadang bentuk kepedulian paling sederhana adalah bersedia mendengarkan tanpa memberikan penghakiman.

Selain itu, perjalanan dengan Lotus Taxi terasa seperti perjalanan menuju kejujuran. Para penumpang pada akhirnya harus berhadapan dengan sesuatu yang selama ini mereka sembunyikan dari diri sendiri. Rasa bersalah dan penyesalan tidak akan benar-benar hilang hanya karena disimpan rapat-rapat. Mengakuinya menjadi salah satu langkah untuk menemukan jalan keluar.

Judul Lotus Taxi sendiri terasa semakin bermakna setelah membaca keseluruhan kisahnya. Teratai tumbuh dari lingkungan berlumpur, tetapi tetap mampu menghasilkan bunga yang indah. Begitu pula manusia, luka dan pengalaman buruk tidak selalu menjadi akhir. Di tengah kehidupan yang penuh kekacauan, masih ada kemungkinan untuk menemukan pengampunan, ketenangan, dan harapan.

Pada akhirnya, hal paling menakutkan dalam Lotus Taxi bukanlah makhluk-makhluk supernatural yang muncul di sepanjang cerita. Justru emosi manusia yang dipendam terlalu lama terasa jauh lebih mengerikan. Melalui perjalanan malam Kimura, Gen Kato mengajak pembaca melihat bahwa terkadang hantu terbesar bukan berasal dari dunia lain, melainkan dari luka yang belum selesai di dalam diri sendiri.

Identitas Buku

Judul: Lotus Taxi
Penulis: Gen Kato
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786020531922