The Uprising (2026) adalah film drama aksi historis yang ditulis, diproduksi, dan disutradarai oleh Paul Greengrass. Film ini dibintangi Andrew Garfield sebagai Ploughman, seorang petani fiktif yang menjadi salah satu tokoh sentral dalam Pemberontakan Petani tahun 1381 di Inggris. Diproduksi oleh Focus Features dengan durasi sekitar 128 menit dan rating R karena kekerasan serta citra berdarah. Akting para pemain dan ketegangan aksinya benar-benar layak dipuji. Sayangnya, tonenya terasa agak terlalu gelap dan pengambilan gambar dengan handheld camera ala Greengrass sedikit mengganggu buatku.
Aksi Heroik Para Petani Melawan Penindasan Kerajaan
Cerita berlatar Inggris tahun 1381, pasca wabah Black Death yang menewaskan sekitar separuh populasi. Masyarakat jelata dilanda kemiskinan ekstrem, pajak yang memberatkan untuk membiayai perang dengan Prancis, serta sistem feodal yang menindas. Ploughman (Garfield) digambarkan sebagai lelaki kesepian yang telah kehilangan istri dan anak-anaknya karena wabah; ia menggarap lahan di dekat tiga makam sederhana.
Ketika petugas pajak datang menuntut pembayaran tambahan, amarah yang lama terpendam meledak. Tindakan perlawanan awalnya memicu pemberontakan lokal yang kemudian menyatu dengan gerakan lebih besar yang dipimpin Wat Tyler (Cosmo Jarvis) dan pendeta radikal John Ball (Jamie Bell).
Greengrass menyajikan narasi dengan gaya sinema vérité yang intens: kamera yang bergerak gelisah, suasana berlumpur dan kelam, serta aksi kekerasan yang mentah menggunakan alat pertanian sebagai senjata. Film ini mencampurkan tokoh fiksi dengan tokoh historis, termasuk Raja Richard II yang masih remaja (Woody Norman), ibunya Joan of Kent (Katherine Waterston), Uskup Agung Simon Sudbury (Stephen Dillane), dan bendahara Sir Robert Hales (Tom Hollander). Tema ketimpangan kekayaan, kemarahan rakyat, serta ambiguitas moral pemberontakan diberi penekanan kuat, menjadikan film ini relevan secara kontemporer meskipun berlatar abad ke-14.
Review Film The Uprising
Garfield memberikan penampilan yang tertahan dan penuh rasa sakit. Ia jarang berbicara, akan tetapi ekspresi wajah serta bahasa tubuhnya menyampaikan kesedihan mendalam dan transformasi gradual dari korban pasif menjadi pemimpin yang ambivalen. Adegan pendukung dari Jamie Bell sebagai pengkhotbah berapi-api dan Cosmo Jarvis sebagai mantan tentara yang pragmatis memperkuat dinamika kelompok pemberontak. Woody Norman berhasil menggambarkan raja muda yang penuh ketakutan religius sekaligus mampu mengambil keputusan kejam.
Salah satu momen paling emosional terjadi di bagian awal hingga tengah film, ketika Ploughman berdiri di dekat tiga makam keluarganya. Ia menatap batu nisan sederhana di tanah basah, kemudian mengoleskan tanah ke wajahnya sebagai simbol berkabung sekaligus kelahiran kembali. Adegan ini singkat namun sangat menyentuh karena menunjukkan rasa kehilangan yang mentah dan keinginan untuk tetap terikat dengan orang-orang yang telah tiada.
Greengrass dan Garfield berhasil membuat momen tersebut terasa intim di tengah kekacauan yang lebih besar. Momen lain yang membekas adalah ketika Ploughman akhirnya berbicara di hadapan raja. Dengan bahasa yang sederhana tapi puitis, ia menyuarakan tuntutan martabat dasar manusia. Keheningan dan kerendahan hati karakter di momen tersebut menciptakan resonansi emosional yang kuat, menggambarkan pertemuan antara rakyat jelata yang patah hati dengan figur yang dianggap hampir ilahi.
Adegan paling dramatis terjadi di London, ketika massa pemberontak menangkap anggota dewan kerajaan. Sudbury dan Hales diseret ke jalan dan dipenggal di depan kerumunan. Kekerasan yang tiba-tiba dan tak terkendali ini mengubah suasana dari petisi menjadi pembantaian.
Ploughman, Tyler, dan Ball terlihat berusaha menahan massa yang mulai menjarah dan membunuh secara acak; wajah Garfield menunjukkan horor dan penyesalan yang mendalam. Puncak dramatis lainnya adalah jebakan di Smithfield, di mana raja berkhianat, Wat Tyler dibunuh, dan sebagian besar pemberontak dibantai.
Ketegangan yang dibangun melalui kamera yang gelisah dan editing cepat menciptakan rasa putus asa yang menyakitkan. Epilog yang menampilkan Ploughman sebagai pemimpin kelompok berpakaian hijau di hutan, yang menghadang rombongan raja namun memilih untuk tidak membunuhnya, menambah lapisan ironi dan kelanjutan perjuangan.
Film ini dirilis di bioskop Amerika Serikat pada 10 September 2026 dan tersedia secara digital (untuk disewa atau dibeli tanpa langganan) sejak 29 September 2026 di berbagai platform, termasuk Apple TV Store. Pada Oktober 2026, The Uprising telah dapat diakses melalui layanan digital di banyak wilayah, termasuk Indonesia.
Secara keseluruhan, The Uprising adalah karya yang intens dan menantang secara emosional. Greengrass berhasil menghadirkan energi pemberontakan rakyat jelata dengan gaya khasnya, didukung penampilan Garfield yang kuat.
Meskipun nada yang suram dan beberapa pilihan naratif termasuk epilog bergaya Robin Hood memicu perdebatan, film ini berhasil menggambarkan kemarahan, kesedihan, dan kompleksitas perjuangan melawan ketidakadilan dengan cara yang membekas. Buat kamu penggemar drama historis yang tidak enggan menyaksikan kekerasan dan ambiguitas moral, film ini layak ditonton. Rating pribadi: 7.8/10.
Baca Juga
-
Ted Lasso Season 4: Menghadirkan Pesan Kehidupan di Balik Taktik Lapangan
-
Ulasan Cidro Asmoro: Drama Komedi Musikal yang Sangat Menyentuh dan Lucu
-
The Rivals of Amziah King: Balas Dendam Tragis Peternak Lebah di Oklahoma
-
Review Film The Social Reckoning: Mengkritik Kehancuran Etika Teknologi
-
Ulasan Film Empat Musim Pertiwi: Karya Kamila Andini yang Sangat Menyentuh
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ted Lasso Season 4: Menghadirkan Pesan Kehidupan di Balik Taktik Lapangan
-
Mengenal "Venus" Lewat Buku Anak yang Cerdas, Lucu, dan Menghibur
-
Lebih dari Sekadar Warung Sembako: Arti Kebersamaan di Novel Warung Bujang
-
Review Love Reset: Ketika Kita Jatuh Cinta Lagi setelah Sempat Saling Benci
-
Ulasan Cidro Asmoro: Drama Komedi Musikal yang Sangat Menyentuh dan Lucu
Terkini
-
Iris Out jadi Lagu Anime Pertama Masuk Pertimbangan Grammy Awards 2027
-
Stop Ubah Hobi Jadi Side Hustle! Beri Ruang untuk Hal yang Membahagiakan
-
Ada Jakarta! NCT Wish Rilis Jadwal Tur Konser Into The Wish: Face Our Wish
-
Karhutla Membara, Komunikasi Krisis Para Gubernur Dipertanyakan
-
4 Serum Retinal Ampuh untuk Samarkan Dark Spot dan Cegah Penuaan Dini