Lintang Siltya Utami | Habibah Husain
Buku Sejarah Ringkas Kerajaan Sriwijaya (Doc.Pribadi/Habibah)
Habibah Husain

Membaca sejarah bukan sekadar mengenal kerajaan yang pernah berjaya, nama raja, atau wilayah kekuasaannya. Lebih dari itu, sejarah membantu kita memahami bagaimana sebuah peradaban berkembang, membangun kekuatan, dan menghadapi berbagai tantangan. Dari perjalanan masa lalu, kita juga dapat mengambil pelajaran tentang hal-hal yang membuat suatu peradaban tumbuh dan faktor yang menyebabkan kemundurannya.

Salah satu kerajaan yang menarik untuk dipelajari adalah Sriwijaya. Melalui buku Sejarah Ringkas Kerajaan Sriwijaya: Sejarah Peradaban Luhur Nusantara, Yanuar Arifin mengajak pembaca mengenal lebih jauh kerajaan maritim yang pernah memiliki pengaruh besar di Nusantara. Buku terbitan DIVA Press ini diterbitkan pada Januari 2025 dengan ketebalan 124 halaman. Pembahasannya mencakup perdagangan, pemerintahan, pendidikan, agama, hingga peninggalan budaya Sriwijaya.

Salah satu hal menarik dari Sriwijaya adalah kemampuannya memanfaatkan jalur perdagangan laut. Letaknya yang strategis mendukung hubungan dagang dengan berbagai bangsa, termasuk dari India, Tiongkok, dan kawasan Arab.

Berbagai komoditas, seperti rempah-rempah, emas, timah, dan kapur barus, menjadi bagian dari kegiatan perdagangan pada masa itu. Aktivitas tersebut turut memperkuat perekonomian sekaligus memperluas hubungan Sriwijaya dengan wilayah lain.

Kejayaan Sriwijaya tidak hanya berkaitan dengan perdagangan. Kerajaan ini juga dikenal sebagai pusat pembelajaran agama Buddha. Catatan perjalanan pendeta Tiongkok I Tsing menjadi salah satu sumber penting untuk memahami kedudukan Sriwijaya dalam perkembangan pendidikan agama Buddha dan pembelajaran bahasa Sanskerta. Hal ini memperlihatkan bahwa kemajuan suatu kerajaan tidak hanya ditopang oleh kekuatan ekonomi, tetapi juga oleh perkembangan pengetahuan dan kehidupan intelektual.

Untuk mengenal kehidupan Sriwijaya lebih jauh, buku ini turut membahas prasasti dan peninggalan arkeologis. Prasasti Kedukan Bukit memuat catatan perjalanan Dapunta Hyang, sedangkan Prasasti Talang Tuo berkaitan dengan pembangunan Taman riksetra.

Prasasti Telaga Batu memberikan petunjuk mengenai kehidupan pemerintahan, sementara Prasasti Kota Kapur menjadi salah satu bukti penting dalam penelusuran sejarah Sriwijaya. Peninggalan tersebut membantu pembaca memahami bahwa sejarah tidak hanya bersumber dari cerita yang diwariskan, tetapi juga dapat ditelusuri melalui bukti-bukti yang masih ditemukan hingga kini.

Berbagai pembahasan tersebut membuat pembaca dapat melihat Sriwijaya dari beberapa sisi, mulai dari kegiatan ekonomi hingga perkembangan agama dan kebudayaannya. Peninggalan sejarah juga menunjukkan pentingnya penelitian untuk memahami kehidupan masyarakat pada masa lalu. Dengan mempelajari bukti-bukti tersebut, kita tidak hanya mengenal kebesaran sebuah kerajaan, tetapi juga memahami bagaimana pengetahuan tentang sejarah dibangun dan dikembangkan.

Meski pernah mencapai kejayaan, Sriwijaya pada akhirnya mengalami kemunduran akibat berbagai faktor internal dan tekanan dari luar. Perjalanan ini mengingatkan kita bahwa keberhasilan tidak menjamin suatu peradaban akan terus bertahan.

Kemajuan perlu disertai kemampuan menjaga kestabilan, menyelesaikan persoalan, dan menyesuaikan diri dengan perubahan. Membangun kejayaan memang penting, tetapi mempertahankannya juga membutuhkan usaha yang berkelanjutan.

Keunggulan buku karya Yanuar Arifin terletak pada pembahasannya yang mencakup perdagangan, pemerintahan, pendidikan agama Buddha, dan peninggalan sejarah. Contoh prasasti membantu pembaca mengenal bukti sejarah Sriwijaya.

Namun, pembahasan yang ringkas membuat beberapa aspek belum diulas secara mendalam, sehingga pembaca perlu mencari referensi tambahan tenteng persoalan politik dan penyebab kemunduran Sriwijaya. Meski demikian, buku ini dapat menjadi bacaan awal untuk mengenal sejarah dan peradaban Nusantara.

Melalui buku Sejarah Ringkas Kerajaan Sriwijaya: Sejarah Peradaban Luhur Nusantara, mengajak pembaca mengenal salah satu bagian penting dari sejarah Nusantara. Buku ini dapat menjadi bacaan bagi siapa saja yang ingin menambah wawasan tentang Sriwijaya dan peninggalannya. Dari perjalanan kerajaan tersebut, kita belajar bahwa menghargai sejarah bukan hanya mengenang kejayaan masa lalu, tetapi juga mengambil pelajaran darinya untuk kehidupan masa kini.

Identitas Buku

Judul: Sejarah Ringkas Kerajaan Sriwijaya: Sejarah Peradaban Luhur Nusantara
Penulis: Yanuar Arifin
Penerbit: DIVA Press
Tahun terbit: 2025
Tebal: 124 halaman
Ukuran: 14 × 20 cm