Tidak semua hal yang diharapkan manusia dapat terwujud sesuai keinginannya. Ada kalanya seseorang merasa kecewa ketika doa belum memperoleh jawaban, usaha belum membuahkan hasil, atau persoalan hidup terasa begitu sulit diselesaikan. Keadaan semacam ini terkadang membuat manusia kehilangan harapan. Padahal, keterbatasan manusia dalam memahami kehidupan tidak seharusnya membuatnya berprasangka buruk terhadap kebesaran dan kasih sayang Allah.
Persoalan tersebut menjadi salah satu hal menarik untuk direnungkan melalui buku Yang Maha Sekarepe, Yang Maha Entengan karya Edi AH Iyubenu. Buku yang diterbitkan DIVA Press pada Juni 2020 ini mengajak pembaca memahami kebesaran Allah melalui cara pandang yang lebih terbuka. Manusia diajak menyadari bahwa kehendak Tuhan tidak dapat diukur hanya berdasarkan kemampuan berpikir dan memperkirakan sesuatu menurut ukuran dirinya sendiri.
Salah satu pembahasan yang menarik ialah gambaran mengenai luasnya rahmat Allah melalui riwayat tentang banyaknya umat Nabi Muhammad saw. yang memperoleh kesempatan masuk surga. Dalam kisah yang dinukil Ibnu Katsir, Rasulullah saw. memberikan gambaran tentang jumlah manusia yang begitu banyak melalui isyarat tangan beliau ketika menciduk pasir. Gambaran tersebut mengajak pembaca membayangkan sesuatu yang sukar dihitung dengan kemampuan manusia.
Renungkan sejenak. Pasir yang berada dalam satu genggaman saja terdiri atas begitu banyak butiran. Jika digunakan sebagai gambaran tentang jumlah yang besar, kita dapat memahami betapa terbatasnya kemampuan manusia dalam membayangkan sesuatu yang melampaui perkiraannya. Dari sini, pembaca diajak melihat bahwa kekuasaan Allah tidak dapat disempitkan oleh hitungan dan perkiraan manusia.
Riwayat tersebut juga memuat perkataan Umar bin Khattab tentang kemungkinan Allah memasukkan seluruh manusia ke dalam surga jika Dia menghendakinya. Perkataan itu mengingatkan kita bahwa tidak ada sesuatu pun yang berada di luar kekuasaan Allah. Namun, luasnya rahmat-Nya bukan alasan bagi manusia untuk mengabaikan kewajiban, melainkan dorongan agar tetap berharap, memperbaiki diri, dan menjalani kehidupan dengan penuh kesungguhan.
Kekuatan buku Yang Maha Sekarepe, Yang Maha Entengan ini terletak pada cara penulis menghadirkan gagasan keagamaan melalui bahasa yang mudah dipahami dan mengundang perenungan. Istilah Maha Sekarepe menjadi pintu masuk untuk membicarakan kehendak Allah yang tidak dibatasi oleh perkiraan manusia. Pembahasan semacam ini membuat persoalan ketuhanan terasa dekat dengan pengalaman sehari-hari, terutama ketika seseorang sedang menghadapi keadaan yang tidak sesuai dengan harapannya.
Di sisi lain, penggunaan istilah bahasa Jawa tersebut mungkin menimbulkan penafsiran yang berbeda bagi pembaca yang belum memahaminya. Akan tetapi, hal ini justru dapat menjadi kekuatan tersendiri karena mendorong pembaca untuk menelusuri makna di balik istilah yang digunakan. Dengan pemahaman yang tepat, pembaca dapat melihat bahwa ungkapan tersebut bukan ajakan untuk bertindak sesuka hati, melainkan cara populer untuk menggambarkan kebebasan kehendak Allah yang tidak dapat disamakan dengan kehendak manusia.
Pada akhirnya, manusia tidak semestinya menjadikan keterbatasan pikirannya sebagai alasan untuk kehilangan harapan. Kita boleh merasa sedih ketika kenyataan tidak sesuai dengan keinginan, tetapi jangan sampai kesedihan itu membuat kita melupakan luasnya rahmat Allah. Teruslah berusaha, memperbaiki diri, dan menjaga keyakinan kepada-Nya. Jangan sampai kita begitu sibuk menghitung kemungkinan buruk dalam hidup, hingga lupa bahwa rahmat Allah tidak pernah bisa dikalkulasi oleh kecemasan manusia.
Selamat membaca. Semoga buku Yang Maha Sekarepe, Yang Maha Entengan ini dapat menjadi bahan perenungan bagi kita untuk memahami kebesaran Allah dan menjalani kehidupan dengan hati yang lebih tenang.
Identitas Buku
Judul Buku: Yang Maha Sekarepe, Yang Maha Entengan
Penulis: Edi AH Iyubenu
Penerbit: DIVA Press
Cetakan: Cetakan Pertama, Juni 2020
ISBN: 978-602-391-987-1
Baca Juga
-
Menjaga Hubungan Baik dengan Tetangga: Buku Sempurnakan Akhlak dengan Adab
-
Buku Control Your Expectation: Mengelola Ekspektasi agar Hidup Lebih Tenang
-
Belajar Menghargai Diri Sendiri Lewat Buku The Power of Introvert
-
Refleksi Buku Mahar Bidadari Surga: Pengingat untuk Terus Memperbaiki Diri
-
Kejayaan Kerajaan Sriwijaya dan Pelajaran Berharga dari Sejarahnya
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Pawn: Tentang Anak yang Dijadikan Jaminan dan Hal Unik Setelahnya
-
Kisah Dua Sahabat yang Diuji oleh Kehamilan di Film Komedi Let's Have Kids!
-
Buku Billy and the Hole: Tidak Semua Teman Layak Dituruti
-
Review Film Secret Zoo: Ketika Bertahan Hidup Menjadi Ajang Pertunjukan
-
Kepada Ilah yang Tak Diketahui: Ketika Manusia Berhadapan dengan Alam dan Keyakinan
Terkini
-
Definisi Korupsi Dikaji Ulang, Kepentingan Rakyat Jangan Terabaikan
-
Clouds Roll Like Gureumi Tayang 2027, Dahyun dan Cha Woo Min Jatuh Cinta
-
4 Acne Spot Sulfur Solusi Buat Jerawat Auto Cepat Kering dan Kontrol Minyak
-
Kebijakan Publik untuk Memudahkan Rakyat, Mengapa Justru Bisa Menyusahkan?
-
Indonesia Negara Maritim, Kenapa Teknologi Transportasinya Belum Berdaulat?