Baru-baru ini, Wi Ha Joon terlibat dalam sesi wawancara dan pemotretan untuk majalah Dazed Korea edisi Mei. Aktor tersebut diketahui pernah membintangi beberapa film dan drama seperti 'Gonjiam: Haunted Asylum,' 'Shark: The Beginning and Midnight,' 'Something in the Rain,' 'Romance Is a Bonus Book,' '18 Again,' dan juga drama 'Squid Game' yang popularitasnya mendunia. Soompi melansir, dalam wawancara tersebut dia berbagi mengenai filosofi hidup serta reaksinya atas kesuksesan besar drama 'Squid Game.'
Wi Ha Joon menolak stagnansi dan ingin terus berkembang
Pada masa lalu, Wi Ha Joon mengungkapkan tentang menjadi “terlalu sadar” atas fakta bahwa kepopuleran bisa menyapu keluar masuk dalam sekejap, seperti halnya air pasang. Karena itulah dia menyatakan hasratnya agar tidak stagnan dan tak pernah berhenti bekerja keras untuk terus berkembang.
Saat ditanya sumber asal dari pola pemikiran ini, Wi Ha Joon menjawab bahwa menurutnya dia mungkin telah terlatih mempunyai pola pikir itu sejak masih muda. Orang tuanya juga selalu mengatakan kepadanya untuk selalu rendah hati, tidak bertingkah atau sombong.
Pola pikir Wi Ha Joon sudah bermula sejak awal karier
Aktor kelahiran 5 Agustus 1991 itu melanjutkan dalam wawancaranya, bahwa dia sudah memikirkan situasi khusus ini sejak permulaan kariernya. Saat Wi Ha Joon mulai mengambil peran kecil setelah debut, dia berulang kali mengambil keputusan. Dia terus mengatakan pada diri sendiri hal-hal seperti: 'Jika ada saatnya di mana banyak orang yang tertarik padaku, jangan tidak berbahagia suatu hari dan kemudian sedih. Ayo konsisten. Jangan mendengar orang lain mengucapkan bahwa aku berubah. Ayo rendah hati.’
Kekhawatirannya pasca kesuksesan 'Squid Game'
“Pikirku mungkin itulah sifatku,” ungkapnya. Alih-alih mencintai dirinya sendiri tanpa henti, Wi Ha Joon mengaku dia adalah tipe orang yang memarahi diri sendiri dan malah cenderung lebih gugup dibandingkan penuh percaya diri.
Aktor itu juga menjelaskan bahwa kecenderungan ini membuatnya tak mungkin sepenuhnya menikmati peningkatan kepopuleran mendadak yang mengikuti kesuksesan drama 'Squid Game.' Saat 'Squid Game' mendapat respons yang bagus dari penonton, satu sisi dari diri Wi Ha Joon merasa sangat senang, tetapi satu sisi lain dirinya merasa cemas. Wi Ha Joon mengungkapkan bahwa orang-orang di sekitarnya mengatakan "Setidaknya kamu harus menikmati momen ini" dan "Hal menakjubkan telah terjadi, tetapi mengapa kamu bersedih?”
Wi Ha Joon tak ingin terlena dan terlalu santai
“Aku ingin konsisten, tetapi jika penonton tak melihatmu bahkan untuk waktu yang singkat, ketenaranmu akan memudar dan kamu akan segera dilupakan. Itu sudah menjadi sifat dari profesi aktor,” jelasnya. “Karena aku tak menginginkan suatu hari perasaanku terluka, kupikir mencoba menggunakan pola pikir tersebut sebagai teknik untuk melindungi diriku sendiri. Aku cemas khawatir jika tak menenangkan diri seperti itu, aku bisa menjadi terlena dan terlalu santai.”
Nantikan hasil lengkap wawancara dan sesi pemotretan Wi Ha Joon di majalah Dazed Korea edisi Mei 2022, ya!
Baca Juga
-
3 Cara yang Harus Kamu Terapkan agar Kerja Kelompok Berjalan Baik
-
Kasusnya Baru Saja Berakhir, Gelang Ruang Sidang Johnny Depp dan Amber Heard Dijual Puluhan Juta
-
Shakira dan Pique Berpisah, Hak Asuh Anak Jadi Masalah
-
Pertama Kali dalam Sejarah, Kini Magang di Gedung Putih Akhirnya Dibayar
-
DIVE Studios Bakal Segera Rilis Koleksi Mindset Bobby iKON
Artikel Terkait
Entertainment
-
Sinopsis Lets Begin Again, Drama Thailand Dibintangi Namtarn Pichukkana
-
5 Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Salmokji dan Devil Wears Prada 2
-
Diisi Para Aktor Ternama, Netflix Produksi Film Politik Baru The Generals
-
Sempat Ramai, Sekuel Film Clueless Batal Dibuat
-
Tiket Ludes Sekejap! Fanmeeting NCT JNJM 'Duality' di Jakarta Tambah Hari
Terkini
-
Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik
-
Rel Padat dan Sistem Renggang: Catatan Kritis dari Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
Bukan Sekadar Film Laga, Mengapa 'Ikatan Darah' Justru Bikin Merinding?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Perempuan Bergaun Kuning yang Duduk di Atap Rumah Lek Salim