Dunia politik memang penuh dengan tipu daya. Seringkali apa yang kita lihat di muka umum, tidaklah sama dengan apa yang terjadi di baliknya. Maka tak mengherankan jika banyak kalangan merasa apatis dengan para politikus yang selalu mencanangkan program untuk kesejahteraan rakyat, namun pada akhirnya justru mengeruk keuntungan demi kepentingan pribadi, golongan, dan juga partainya. Semua pasti mafhum jika sebelum proses pemilihan umum dilangsungkan, para politisi diberikan waktu untuk melakukan kampanye demi bisa meraup suara rakyat sebanyak-banyaknya. Tujuannya tentu jelas, agar mereka bisa duduk di parlemen dan memegang tampuk pemerintahan. Bahkan tak jarang janji-janji yang diberikan tak sesuai dengan kenyataan, dan sering kali pula kebohongan mereka angkat demi mendapatkan atensi masyarakat. Namun, apa jadinya jika ada seorang politisi berpengalaman yang tiba-tiba saja tak bisa berkata bohong sedikitpun? Pasti akan terjadi hal-hal yang seru ya!
Nasib itu terjadi pada seorang politisi Korea Selatan bernama Joo Sang Sook (diperankan oleh Ra Mi Ran) yang merupakan seorang anggota majelis nasional. Dalam tiga pemilihan umum sebelumnya, Joo Sang Sook telah sukses terpilih dan menduduki kursi di pemerintahan. Dan ketika tiba musim untuk pemilihan umum berikutnya, Joo Sang Sook berniat untuk kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan yang ke 4. Berbekal pengalamannya selama tiga pemilihan sebelumnya, proses pencalonan diri dan kampanye Politisi Joo berlangsung lancar dan dirinya bahkan berpotensi untuk kembali mendapatkan kursi di parlemen untuk kali keempat.
Namun semuanya berubah ketika politisi Joo mengunjungi sang ibu, Kim Ok Hee (diperankan oleh Na Moon Hee). Sang ibu yang sejatinya mulai apatis pula dengan sang putri, dimintai dukungan oleh politisi Joo. Namun, sang ibu berpendapat lain, dan justru mengajak politisi Joo untuk mengunjungi sebuah kuil keramat di sebuah gunung terpencil. Ketika mereka sampai di sana, sang ibu berdoa agar politisi Joo menjadi seorang politisi yang jujur. Petir pun menyambar, pertanda para dewa mengabulkan permintaan sang ibu. Dan setelah itu, keanehan pun mulai terjadi pada politisi Joo.
Semenjak malam itu, politisi Joo menjadi sosok yang tak bisa berbohong. Padahal, dalam kampanye yang dilakukannya untuk tiga periode sebelumnya, politisi Joo seringkali menggunakan kebohongan-kebohongan untuk mendapatkan simpati dari publik. Semua menjadi kacau, terlebih lagi hari pemilihan semakin dekat. Tim suksesnya pun tak kalah kalang kabut dengan hal ini. Lalu, bisakah politisi Joo kembali memenangi pemilihan umum untuk kali keempat? Temukan jawabannya di film Honest Candidate yang rilis pada tahun 2020 lalu ya teman-teman!
Meskipun film ini bertemakan politik dan pemerintahan, namun tenang saja, dengan balutan komedi di dalamnya, film ini menjadi ringan untuk dinikmati di kala senggang kok!
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
Entertainment
-
Anime BEYBLADE X Resmi Masuki Bey Kingdom Arc, Tayang 9 Oktober
-
East of Eden Tayang 1 Oktober di Netflix, Florence Pugh Jadi Cathy Ames
-
Mayor of Kingstown Tayang 5 Oktober, Thriller Jeremy Renner Ada di Netflix
-
Disentil Dokter Tirta dan Dokter Gia, Mengapa Adegan Medis Sinetron Kita Kerap Abaikan Riset?
-
Bertema WishpediA, NCT Wish Ungkap Jadwal Teaser Album Terbaru 'I SPY'
Terkini
-
Bahaya Penggunaan Prompt, Pendinginan Server Menyebabkan Krisis Air Bersih
-
Ulasan Film Perfect Days: Ketika Kedamaian Ditemukan dalam Rutinitas
-
Ulasan Novel The Great Gatsby: Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?
-
Media Sosial vs Buku: Apakah Membaca Sesuatu yang Disukai Benar-benar Bikin Pintar?
-
Di Balik Estetika Foto AI Retro, Ada Gen Z yang Lelah dengan Sempurnanya Dunia Digital