Pasca dirilis pada tanggal 8 September 2022 lalu, film Miracle in Cell No.7 versi Indonesia berhasil mendapatkan sambutan positif dari masyarakat pecinta film Indonesia. Selain berhasil menorehkan angka penonton lebih dari 190 ribu pasang mata, perilisan film yang diadaptasi dari film berjudul sama asal Korea Selatan tersebut juga menuai beragam pujian. Bahkan, Lee Hwan Kyung dan juga Lim Min Sub selaku produser dan juga sutradara film aslinya, memberikan lontaran komentar positif terhadap film yang digarap oleh Hanung Bramantyo tersebut.
Dan hal ini sejalan dengan rating yang didapatkan oleh film versi Indonesia ini. Sekadar informasi, pemberian rating dalam sebuah film menunjukkan kualitas yang dimiliki oleh film tersebut, sehingga semakin mendekati skor maksimal rating yang didapatkan, maka film tersebut dinilai semakin berkualitas oleh para penonton, voters, atau bahkan reviewers. Dan kabar gembiranya adalah, film Miracle in Cell No.7 versi Indonesia, ternyata mendapatkan rating tertinggi di laman review film internasional, IMDb dibandingkan dengan film hasil remake negara lain.
Disadur dari laman IMDb (International Movies Database) yang merupakan laman review kualitas film dari seluruh penjuru dunia, film Miracle in Cell No.7 versi Indonesia mendapatkan rating terbaik di antara film-film hasil remake yang dilakukan berbagai negara. Setidaknya, hingga pekan kedua bulan September 2022 ini, film yang dibintangi oleh Vino G Bastian tersebut mendapatkan rating di angka 8,8/10.
Rating ini masih lebih baik dari film Miracle in Cell No.7 versi Filipina yang mendapatkan rating sebesar 7,5/10, atau film Miracle in Cell No.7 versi Turki (dengan judul asli Yedinci Kgustaki Mucize) yang mendapatkan rating sebesar 8,2/10. Tak hanya itu, jika kita bandingkan dengan film versi aslinya asal Korea Selatan, rating yang didapatkan oleh film remake Indonesia ini juga ternyata lebih tinggi lho. Film Miracle in Cell No.7 versi Korea Selatan yang menjadi film terlaris tahun 2013 lalu, ternyata di laman IMDb “hanya” mendapatkan rating sebesar 8,1/10 atau selisih 0,7 dari yang didapatkan oleh versi Indonesia.
Wah, semakin bangga ya dengan kebangkitan film-film Indonesia. Karena setidaknya, kualitas film-film yang dikeluarkan oleh anak bangsa semakin diakui oleh dunia internasional.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
-
Prancis vs Senegal: Tuntasnya Dendam Kekalahan 24 Tahun yang Sempat Bikin FIFA Ubah Regulasi
-
Piala Dunia 2026: Duel Senegal Vs Prancis dan Sepenggal Kenangan Masa Remaja yang Mengecewakan
-
Vibes Piala Dunia 2026 Masih Anyep, FIFA Harusnya Lirik 2 Potensi Besar Ini untuk Dimaksimalkan
-
Tiga Poin Australia dan Permainan Pragmatis Ala STY yang Tak Haram Dimainkan di Guliran Piala Dunia
Artikel Terkait
-
Ana de Armas Latihan Setahun Demi Aksen Khas Marilyn Monroe di 'Blonde'
-
Cara Unik Vino G Bastian Menyindir Tukang Rekam Film di Bioskop
-
Tayang untuk Umum, Berapa Rating Film Miracle in Cell No 7 versi Indonesia?
-
Sinopsis Chalte Chalte 2003, Film India Dibintangi Shah Rukh Khan dan Rani Mukerji
-
Miracle In Cell No 7 Raih 190 Ribu Penonton di Hari Pertama
Entertainment
-
Mirip Harry Potter, Film Animasi Hexed Bawa Penonton ke Dunia Penyihir
-
Anime Sasaki and Peeps Season 2 Umumkan Tayang Oktober, Rilis Trailer Baru
-
RIIZE Ajak Kita Lebih Ekspresif dan Nikmati Momen di Lagu Do Your Dance
-
Resmi! Konser BTS 'Arirang' di Jakarta Ditambah Jadi 3 Hari, Cek Daftar Harga dan Jadwal Presalenya
-
Choi Woo Shik hingga Moon Ga Young Bintangi Drama Saeguk-Romance Whale Star
Terkini
-
Hat-trick Messi di Piala Dunia 2026, Batas Cristiano, dan Mitos Maradona
-
Menikmati Sensasi Bebek Bumbu Hitam Artomoro Jambi, Super Lembut dan Gurih
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe dan Misi Raih Rekor Pencetak Gol Terbanyak
-
Ronaldo Melempem dan Portugal Loyo, Thierry Henry Sebut Terlalu Egois