Turnamen Piala AFF U-23 kini mulai memasuki tahapan-tahapan yang genting. Para negara peserta yang berpartisipasi di turnamen yang digelar mulai tanggal 15 Juli 2025 lalu, kesemuanya telah menyelesaikan fase penyisihan grupnya masing-masing.
Pencapaian-pencapaian positif maupun negatif pun telah dicatatkan oleh para pemain yang terlibat di turnamen. Ada sebagian yang mengalami kegagalan, ada pula sebagian yang menuai kesuksesan.
Bahkan, nama-nama pemain yang sebelumnya tak terprediksi seperti Jens Raven maupun Otu Banatao, justru kini menghuni daftar pencetak gol terbanyak untuk negara masing-masing.
Namun ternyata, di himpitan ingar-bingar penyelenggaraan turnamen yang berlangsung di Indonesia tersebut, terdapat sebuah prediksi yang tak akurat dari induk sepak bola Asia Tenggara alias AFF.
Pada sebuah artikelnya pada tanggal 10 Juli 2025 lalu, federasi sepak bola tertinggi di kawasan Asia Tenggara tersebut sempat menuliskan dua nama pemain asal Indonesia bakal menjadi bintang di turnamen level U-23 milik mereka tersebut.
Dua nama itu adalah Muhammad Ferarri dan Rafael Struick. Untuk nama terakhir, tentunya prediksi dari AFF sudah gagal total sedari awal turnamen dimainkan. Pasalnya, pemain yang kini berkiprah di Super League tersebut sudah tak masuk dalam daftar penggawa yang dibawa oleh pelatih Gerald Vanenburg ke gelaran.
Namun, yang cukup unik untuk dibahas adalah, gagalnya prediksi dari AFF terkait performa dari Muhammad Ferarri bersama Timnas Indonesia di ajang ini. Pasalnya, dalam pembahasan yang mereka rilis, AFF menilai bahwa Ferarri akan menjadi kunci dalam permainan Pasukan Garuda Muda, mengingat pengalaman yang melimpah saat bergabung di Timnas Indonesia senior.
"Bek tengah Muhammad Ferarri adalah pemimpin tim dan batu karang di pertahanan Indonesia dalam dua edisi" tulis AFF di laman aseanutdfc.
Namun pada kenyataannya, apa yang diprediksikan oleh AFF tersebut seolah jauh panggang daripada api. Karena pada faktanya, eks palang pintu Persija Jakarta tersebut justru masih kalah menit bermain dengan bek-bek lainnya di Timnas Indonesia U-23, setidaknya hingga selesainya fase penyisihan grup.
Dalam catatan laman transfermarkt, hingga menjelang dimulainya babak semifinal gelaran Piala AFF U-23, Ferarri baru kedapatan bermain satu kali saja di turnamen. Itu pun saat Indonesia berhadapan dengan tim lemah sekelas Brunei Darussalam.
Selebihnya, di dua laga melawan tim yang secara kualitas lebih berat seperti Filipina dan Malaysia, Ferarri berada di bangku cadangan, dan tempatnya digantikan oleh Kadek Arel dan Kakang Rudianto yang tampil lebih spartan.
Terlepas dari kemungkinan memarkir Ferarri adalah bagian dari strategi yang tengah dijalankan oleh pelatih Gerald Vanenburg, namun yang jelas hingga usainya fase penyisihan grup turnamen Piala AFF U-23 edisi kali ini Ferarri dapat dikatakan masih kalah mengilap dari dua kompatriotnya di lini pertahanan, yakni Kakang Rudianto dan Kadek Arel yang lebih banyak mendapatkan kepercayaan dari sang pelatih.
Dan itu juga berarti, prediksi yang telah dituliskan oleh AFF yang menyatakan bahwa Ferarri adalah salah satu pemain bintang yang bakal bersinar di turnamen edisi kali ini cenderung belum terealisasi, atau bahkan gagal terealisasi.
Sekarang kita tinggal menunggu bersama, kira-kira Ferarri akan kembali mendapatkan kepercayaan dari pelatih Gerald atau tidak di laga-laga fase gugur nanti. Jika dirinya mendapatkan kesempatan untuk turun ke lapangan, bisa jadi memarkir Ferarri di dua pertarungan terakhir adalah bagian dari taktik dan strategi yang direncanakan oleh Gerald Vanenburg untuk menyongsong pertarungan yang lebih krusial ketimbang perlawanan di fase penyisihan grup kemarin.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
Artikel Terkait
-
Menolak Lupa, Momen Malaysia Balik Bendera Indonesia di Buku Saku SEA Games 2017
-
Media Malaysia Sebut Suporter Indonesia Biadab
-
Semifinal Piala AFF U-23 dan Bekal Empat Kontestan Fase Gugur, Siapa yang Paling Unggul?
-
Tarik Ulur Transfer Jay Idzes, Bos Udinese: Kalian Akan Terkejut!
-
Semifinal Piala AFF U-23: Jam Berapa Timnas Indonesia U-23 vs Thailand?
Hobi
-
Sedang Cedera, Duo Aprilia Enggan Remehkan Kemampuan Marc Marquez
-
Sedih, Marc Marquez Menangis saat Jelaskan Kondisi Fisiknya pada Tim Ducati
-
Verstappen Effect? Nrburgring 24H Ludes untuk Pertama Kali dalam Sejarah
-
Jadwal MotoGP Catalunya 2026: Marc Marquez Absen, Aprilia Berkuasa Lagi?
-
Strategi Rockstar "Menganaktirikan" Gamer PC? GTA 6 Rilis di Console Dulu!
Terkini
-
Drama Spring Fever, Drama Romcom yang Memberikan Banyak Pelajaran Kehidupan
-
Stylish buat Traveling, Intip 4 Ide OOTD Warna Hitam ala Kazuha LE SSERAFIM
-
Tayang 2027, Anime GATE 2 Rilis Key Visual Baru dan Proyek Lagu Penutup
-
Menanam Cahaya di Negeri Kelelawar
-
4 Tone Up Cream SPF 50 untuk Wajah Glowing dan Terproteksi ala Eonni Korea