Emil Mario, TikToker populer Indonesia tengah ramai menjadi perbincangan usai dituding mempermainkan kalimat syahadat. Isu ini muncul usai Emil Mario mengunggah video yang menyebutkan kalimat syahadat dengan konten pelecehan. Padahal, Emil Mario merupakan salah satu TikToker yang digemari netizen berkat konten-kontennya yang menghibur.
Banyak konten yang dibuat oleh Emil Mario masuk ke dalam deretan for your page (fyp) di TikTok. Ia populer dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, feminim dan bertingkah lucu. Tidak heran, apabila banyak orang yang merasa terhiburan dengan konten-konten yang dibuat Emil.
Baca Juga: Kabar Terbaru Arif Dirgantara aka Lukman Sardi Usai Pindah Agama, Ungkap Sosok Panutannya
Emil Mario diketahui lahir pada 13 Juli 2001 dengan nama lengkap Emil Mario Rossando Vandermolen. Melalui berbagai unggahannya, Emil diyakini menganut agama kristen. Tidak hanya sibuk berkarya, Emil juga menempuh pendidikan tingginya di Universitas Mercu Buana dan mengambil jurusan Public Relation.
Nama Emil Mario tidak hanya populer lewat platform TikTok, tetapi juga instagram dan YouTube. Sampai saat ini, Emil telah memiliki jutaan followers dan viewers di setiap sosial medianya.
Emil Mario menuai hujatan netizen akibat mengucapkan 'Laa Ilaha Illallah' (tidak ada tuhan selain Allah) dan diakhiri dengan kata kasar. Tindakan Emil itu direkam untuk konten lucu-lucuan terkait slogan 'L for Lesti.'
Baca Juga: 4 Artis Hot Mommy tapi Punya Banyak Anak, Tetap Langsing Walaupun 5 Anak
"L for Lesti, no. L for Laa Ilaha Illallah, gue udah capek banget nge***," kata Emil Mario dikutip dari video TikTok yang kini sudah dihapus. Netizen murka dan menghujat Emil habis-habisan.
Hal ini pun langsung ramai diperbincangkan di berbagai platform. Usai viral dan menuai komentar negatif, Emil Mario bahkan sampai menyatakan klarifikasi terkait ucapannya yang kurang pantas tersebut. Namun, netizen masih terus mengecam aksi Emil Mario dan tidak terima dengan perkataan tidak pantasnya.
Dalam klarifikasinya, Emil menyatakan sama sekali tidak ada niatan untuk mempermainkan atau melecehkan kalimat syahadat. Sifat ceplas-ceplos sekenanya memang perlu untuk dibatasi. Emil meminta maaf yang sebesar-besarnya terkait kontennya yang membuat beberapa pihak tidak nyaman.
Baca Juga: Kegelian Lesti Kejora Dengarkan Lagu 'Lesti Sayang Rizky Billar' Langsung dari Aldi Taher
Tidak hanya konten, Emil Mario juga dikenal sangat stylish dan fashionable. Ia sering tampil percaya diri dengan berbagai outfit nyleneh sekalipun.
Nah, itulah tadi profil singkat dari Emil Mario, seorang TikToker yang heboh dituding mempermainkan kalimat syahadat.
Baca Juga
-
All England 2025, Peluang Tunggal Putra Sabet Gelar Juara Bertahan?
-
Mundur All England, Anthony Ginting Terancam Keluar Top 20 Dunia
-
Deretan Film Terbaik Junior Roberts, Terbaru Bareng Adhisty Zara di Jepang!
-
Pemain Kelas Atas, Viktor Axelsen Buat Kejutan di German Open 2025
-
Kesempatan Dua Turnamen Super 300, PBSI Justru Tarik Mundur Verrel/Pitha
Artikel Terkait
-
Kenalan Sama Kechun, Bintang Drama Pendek yang Jadi Sensasi di TikTok
-
Fuji Blak-blakan soal Pendapatan TikTok: Tak Diambil, Untuk Iseng Dibagikan ke Orang Lain
-
Resep Baso Aci Tulang Rangu Viral, Kenyal dan Kriuknya Bikin Nagih!
-
Cara Baim Wong Dagang Smartphone Kena Tegur Lagi, Warganet Sampai Bawa-Bawa Pasal
-
Tren Girl Canon Events: Sarana Refleksi Perjalanan Hidup Perempuan
Entertainment
-
'Weak Hero Class 2' Tayang April, Kelanjutan Kisah Yeon Si Eun di SMA Baru!
-
Spider-Man: Brand New Day, Jembatan Multiverse MCU ke Avengers: Doomsday
-
22 Tahun Bersama, TVXQ Resmi Perpanjang Kontrak dengan SM Entertainment
-
'Yumi's Cells' Kembali dengan Season 3, Kim Go Eun Kembali Memerankan Yumi
-
Kenalan Sama Kechun, Bintang Drama Pendek yang Jadi Sensasi di TikTok
Terkini
-
Tampil Gacor di Timnas Indonesia, Ole Romeny Sebut Ada Andil dari Patrick Kluivert
-
First Impressions Drama 'Korea The Divorce Insurance', Worth It Gak Sih?
-
Resmi! PSSI Umumkan Skuad Timnas Indonesia Untuk Piala Asia U-17 2025
-
Saatnya Resign setelah Lebaran?
-
Urbanisasi Pasca Lebaran, Masih Relevankah?