Film Dear David banjir kritikan dari warganet, kenapa?
Melalui akun base Twitter @moviemenfes, seorang anonim menuliskan tweet yang berisi kritikannya terhadap Film Dear David yang baru dirilis kemarin.
Menurut si anonim, alur cerita yang disuguhkan dalam film tersebut dinilai kurang dan jauh dari ekspektasi.
"Kurang gak sih atau ekspektasi gue ketinggian, yang paling? Tu kenapa david bisa se-selow itu sama laras kek realitanya mah udah gedeg banget ya gak sih," tulis anonim tersebut dalam cuitannya, dikutip pada Jumat (10/2/2023)
Warganet Twitter pun banyak yang satu suara dengan isi tweet tersebut. Mereka beramai-ramai memberi kritikan tentang penilaian mereka terhadap film tersebut dari segi akting para pemain dan alur.
BACA JUGA: Sinopsis Film Dear David, Kisah Remaja yang Realistis dan Liar
"Jujur iya soalnya gue nonton sampe dicepet cepetin. Akting caitlin kurang, agak tidak realistis dengan culture asian parents juga bun karna mamanya laras baik banget? Trus david juga melempem amat. Tapi scene pas pidato upacara lumayan," tulis warganet dengan nama akun @dairi*****.
"Pokoknya menurutku ini filmnya ga ada greget-gregetnya banget gitu kaya engga ada yang bikin aku tuh penasaran kayak 'wah ini kira-kira bakalan gimana ya' kaya itu tuh ga ada, padahal ekpetasiku pas nonton trailer udah tinggi banget," ujar warganet lainnya.
Ada juga yang menyayangkan sebab dari ide film itu sendiri dinilai sudah bagus, namun kurang dalam mengeksekusi ide tersebut ke sebuah adegan film.
"Sebenarnya ceritanya udah bagus, tapi kayanya eksekusinya agak kurang gitu, trus ceritanya davidnya kek kurang gitu ngejer dilla nya, ihh padahal idenya udah bagus banget," komentar warganet yang lain.
Film Dear David telah resmi dirilis pada 9 Januari kemarin dan dapat disaksikan di layanan streaming Netflix. Berdurasi 1 jam 58 menit, Film Dear David dibintangi sejumlah aktris dan aktor muda, seperti Shenina Cinnamon, Emir Mahira, Caitlin North Lewis, dan Michael James.
Film garapan sutradara Lucky Kuswandi ini mengisahkan tentang kehidupan seorang murid SMA bernama Laras. Ia dikenal sebagai siswa berprestasi di sekolahnya sekaligus menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya.
Kehidupan Laras berjalan cukup baik sampai akhirnya sesuatu ia tidak pernah sangka telah terjadi. Blog fantasi karangan Laras tentang cowok yang disukainya, David, bocor hingga menyebar ke semua orang di sekolah. Blog tersebut pun menjadi perbincangan hangat dan berimbas pada reputasi Laras.
Untuk kamu yang sudah menonton keseluruhan filmnya, apakah kamu setuju dengan kritikan yang disampaikan oleh anonim itu?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
-
Anime Solo Leveling: Teori di Balik Sung Jin-Woo Mampu Mengerti Bahasa Monster
-
3 Rekomendasi Anime yang Cocok Ditonton Penggemar Solo Leveling
-
Sayang untuk Dilewatkan, Inilah 5 Anime yang Mengangkat Kisah Pemburu Iblis
-
Mengenal 9 Karakter Baru yang Muncul di Serial The Last of Us Season 2
Artikel Terkait
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
Apa Itu Manten Tebu? Tradisi yang Diangkat dalam Film Pabrik Gula
-
Nonton Film Jumbo dengan DANA Kaget Gratis Hari Ini, Simak Tutorialnya
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
Entertainment
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
Terkini
-
Tragedi di Pesta Pernikahan dalam Novel Something Read, Something Dead
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana