Pada film The Point Men, Hyun Bin balik lagi ke layar lebar dengan berpenampilan janggutnya yang akan membuat orang tidak mengenalnya. Film ini sendiri sedang banyak dibicarakan beberapa waktu lalu lantaran terinspirasi dari kisah nyata.
Film ini akan mengisahkan pembebasan sandera Korea Selatan di Afghanistan, berikut ini adalah review film The Point Men.
BACA JUGA: 3 Rekomendasi Serial Misteri yang Penuh Teka-Teki, Bikin Penasaran Terus!
Sinopsis
Film ini menceritakan tentang kelompok misionaris gereja yang berani pergi ke Afghanistan pada tahun 2006, sekelompok misionaris tersebut ditahan oleh Taliban saat dalam perjalanan. Diplomat Jung Jae Ho yang diperankan oleh Hwang Jung Min bekerja sama dengan seorang agen NIS bernama Park Dae Sik yang diperankan oleh Hyun Bin.
Misi mereka yaitu untuk membebaskan warga Korea Selatan yang dijadikan tahanan oleh kelompok Taliban.
BACA JUGA: Ngabuburit dengan 5 Tontonan Seru Nuansa Islami yang Cocok di Bulan Ramadhan
Penuh ketegangan
Film yang memiliki durasi sepanjang 108 menit ini tidak terasa lama karena jalan ceritanya yang terus membuat ketegangan. Apalagi, penonton berkali-kali dimainkan melalui sejumlah usaha Dae Sik dan Jae Ho yang disangka bakal berhasil tapi akhirnya gagal.
Selain itu, film ini semakin seru untuk ditonton lantaran klimaks dari perselisihan antara pihak Taliban dan Jae Ho. Aksi kekerasan dari kelompok Taliban memang tidak diperlihatkan dengan sadis, tapi masih dapat membawa rasa takut bagi penonton.
Budaya Timur yang kental
Film The Point Men berlatar di Afghanistan sehingga kentalnya budaya timur dapat kita lihat, detail terhadap agama Islam juga disuguhkan dengan baik. Contohnya, yaitu ketika momen pihak Afghanistan mengerjakan salat hingga setiap adegan sore muncul suara adzan yang bergema.
Hyun Bin dan sejumlah aktor yang lain pun ikut memakai sorban yang menjadi ciri khas orang Timur sembari mengikuti budaya yang dimiliki kelompok Jirga.
BACA JUGA: Link Nonton High and Low The Worst X, Film Yuta NCT yang Tayang di Netflix
Pentingnya peran Qasim
Pada saat suasana yang tegang dan seram, sosok Qasim pun berhasil menghadirkan tawa. Terlebih, wajah Kang Ki Young yang baru dalam The Point Men sukses membuat para penonton tertawa walaupun tanpa dialog. Peran yang dimilikinya juga sangat penting sebagai penerjemah untuk bernegosiasi antara Korea Selatan dan Taliban.
Bukan hanya itu, Kang Ki Young berhasil membuat penonton terpukau dengan kecakapannya menggunakan bahasa resmi Afghanistan. Itulah review film The Point Men, kamu dapat menyaksikan film ini di bioskop.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
3 Film dan Drama Korea yang Diperankan Jeon Do-Yeon, Ada Kill Boksoon
-
3 Rekomendasi Anime yang Berlatar pada Abad ke-20, Kisahkan tentang Sejarah
-
3 Rekomendasi Anime Bertema Mafia, Salah Satunya Spy x Family
-
3 Rekomendasi Anime Gore Tayang di Netflix, Mana yang Paling Sadis?
-
3 Rekomendasi Film Bertema Bom Atom, Gambarkan Dampak Buruk Perang Nuklir
Artikel Terkait
-
Sinopsis Film Horor Hantu Baru 2023, Acha Septriasa Jadi Korban Salah Sasaran
-
Profil Rey Bong, Pemeran Buya Hamka Muda di Film Biopik Sang Satrawan Legenda
-
Sinopsis Extraction (2015), Aksi Bruce Willis Melawan Teroris Bersama Sang Buah Hati
-
Ngabuburit dengan 5 Tontonan Seru Nuansa Islami yang Cocok di Bulan Ramadhan
-
Link Nonton High and Low The Worst X, Film Yuta NCT yang Tayang di Netflix
Entertainment
-
Tayang 3 Mei, Acara Choi Woo Soo Mountain Adakan Misi Ekstrem Saat Mendaki
-
Tayang 2027, Drakor Adaptasi Novel Keigo Higashino Konfirmasi 20 Pemain
-
Setelah 4 Tahun, Sword Art Online Bagikan Update Film Anime Original Baru
-
Menang di Pengadilan! Kontrak Eksklusif 9 Member THE BOYZ Resmi Berakhir
-
Baru Mulai Syuting, Helena Bonham Carter Mundur dari The White Lotus S4
Terkini
-
Review The Price of Confession: Saat Ketenangan Terlihat Lebih Mencurigakan
-
5 Pilihan Laptop Gaming Murah 2026: Performa Kencang, Harga Tetap Ramah di Kantong!
-
Review Film Apex: Metafora Duka dalam Pertarungan Brutal di Alam Terbuka
-
MBG hingga Sekolah Rakyat, Sejauh Mana Negara Berpihak pada Pendidikan?
-
Tumbi Jatuh Cinta