Hayuning Ratri Hapsari | zahir zahir
Skuad Timnas Indonesia. (instagram.com/@pssi)
zahir zahir

Program naturalisasi pemain keturunan yang sudah dilakukan oleh PSSI selama lima tahun terakhir sepertinya akan mulai memasuki babak baru. Melansir dari akun Instagram @arsiptimnas, ketua umum PSSI, Erick Thohir beberapa waktu yang lalu mengisyaratkan akan menambah pemain keturunan lagi yang berpeluang untuk dinaturalisasi dan membela timnas Indonesia ke depannya.

“Belum, nanti masih proses. Masih proses, masih proses. Sabar, sabar,” ujar Erick Thohir.

Pernyataan pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini seakan-akan menepis rumor yang dimana jika timnas Indonesia gagal lolos ke fase final Piala Dunia 2026, maka program naturalisasi pemain keturunan akan dihentikan sementara. Namun, dalam kenyataanya justru Erick Thohir mengisyaratkan akan menambah pemain keturunan baru guna membela timnas Indonesia.

Di sisi lain, program naturalisasi kali ini menurut Erick Thohir dilakukan guna menambah atau memperkuat kedalaman skuad garuda yang ada saat ini. Pasalnya, dengan adanya badai cedera yang menerpa beberapa pemain diaspora di timnas Indonesia, hal ini dikhawatirkan akan mengganggu atau mengurangi performa timnas Indonesia saat berlaga.

“Ya kembali, pemain kan kadang-kadang dengan keterbatasan umur, bisa juga cedera yang tidak diinginkan. Ya kita harus antisipasi. Seperti Milano Jonathan kan sampai sekarang belum bisa kembali merumput. Marselino yang kita harapkan bisa, usianya masih muda, belum bisa kembali. Terus juga kemarin Jay (Idzes) cedera, Mees Hilgers juga belum kembali,” imbuh Erick Thohir.

Melansir dari beberapa sumber di laman berita suara.com, sebelumnya, beberapa punggawa timnas Indonesia memang dikabarkan sempat mengalami cedera dan absen membela timnas Indonesia. Beberapa nama seperti Marselino Ferdinan, Jay Idzes, Mees Hilgers, Miliano Jonathans, dan Pratama Arhan adalah nama-nama pemain yang harus absen panjang dalam membela timnas Indonesia.

Padahal, deretan nama pemain di atas adalah punggawa inti di timnas Indonesia dan kerap menjadi pemain kunci dalam setiap laga. Oleh karena itu, alasan Erick Thohir berniat menambah pemain naturalisasi guna menjaga ritme dan kedalaman skuad timnas Indonesia memang cukup masuk akal.

PSSI Diprediksi Menargetkan Pemain-Pemain dari Liga Eropa

Sejauh ini, dua pemain keturunan memang sudah masuk ke dalam radar PSSI dan berpeluang besar untuk dinaturalisasi kedepannya. Kedua pemain yang dimaksud tersebut adalah Mitchell Baker yang bermain di liga Amerika Serikat dan juga Luke Vickery yang kini berkompetisi di kasta tertinggi liga Australia.

Kedua pemain tersebut memang masih cukup berusia muda. Bahkan, Mitchell Baker sendiri masih belum genap berusia 20 tahun dan masih berlaga di kasta liga Amatir Amerika Serikat. Namun, tentunya PSSI memiliki alasan cukup kuat untuk memasukkan nama keduanya ke dalam daftar calon pemain naturalisasi selanjutnya.

Di sisi lain, publik sepakbola Indonesia tentunya juga berharap jika PSSI kembali melirik nama-nama pemain keturunan atau diaspora yang saat ini berkompetisi di liga-liga Eropa. Beberapa nama yang diprediksi akan ditargetkan oleh PSSI untuk dinaturalisasi adalah Laurin Ulrich yang berkompetisi di liga Jerman, Pascal Struijk yang main di liga Inggris dan Tristan Gooijer yang berkompetisi di liga Belanda.

Tentunya nama-nama pemain tersebut memang memiliki garis keturunan Indonesia yang mereka peroleh dari leluhurnya sehingga cukup eligible dalam mengikuti program naturalisasi dan membela timnas Indonesia kedepannya. Di sisi lain, PSSI juga tidak boleh lupa untuk memperhatikan kebutuhan tim dan kualitas calon pemain naturalisasi yang nantinya akan membela timnas Indonesia.

Kini, kita tunggu saja siapakah nama-nama pemain keturunan yang akan mengikuti program naturalisasi dan membela timnas Indonesia kedepannya.