Lina Mukherjee telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus penistaan agama. Ini merupakan buntut dari kontennya makan kulit babi mengawali dengan bacaan basmallah.
Lina Mukherjee merasa dirinya tersudutkan sebab belum diberi kesempatan berbicara sudah dijadikan tersangka. Padahal ia sudah memenuhi keinginan pelapor untuk minta maaf dihadapan publik.
BACA JUGA: BCL Kenakan Seragam Lebaran Kembar dengan Tiko Aryawardhana, Pengganti Asraf Sinclair?
"Ada beberapa hal yang menyudutkan aku. Kenapa Lina Mukherjee jadi tersangka padahal belum dikasih kesempatan bicara. Kesannya Lina Mukherjee nggak kooperatif," kata Lina Mukherjee dilihat dari Instastory-nya pada Jumat (28/4/2023).
"Bapak kan pengennya Lina Mukherjee minta maaf. Aku udah minta maaf di banyak media, di podcastnya Bunda Ashanty, di Trans TV. Aku udah 3 atau 4 kali minta maaf, aku juga minta maaf lewat Instagram, minta maaf ke Tuhan Yang Maha Esa," sambungnya menjelaskan.
Selebgram ini mengaku kaget pula sudah ditetapkan jadi tersangka. Ia menyadari dirinya salah tetapi pelapor justru tidak memberikannya kesempatan untuk menyelesaikan masalah ini usai lebaran.
BACA JUGA: Dikabarkan Pacaran, Luna Maya Lakukan Hal Romantis Ini ke Maxime Bouttier
"Aku kaget banget aku gak ada kesempatan untuk aku klarifikasi tiba-tiba jadi tersangka," ungkapnya.
"Memang aku salah, minimal aku sebagai warga negara Indonesia dikasih kesempatan karena yang ngelaporin aku aja lebaran ketiga kasih wartawan lah, kayak aku tu diburu-buru banget," imbuh perempuan berusia 32 tahun ini.
Lebih lanjut, alasan Lina Mukherjee belum bisa menghadiri panggilan pihak berwajib karena beberapa hal.
"Aku tidak mangkir. Karena itu suasana lebaran dan aku sakit. Karena coba kalian pikirkan, diundang mendekati lebaran itu nggak gampang" ujarnya.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
Artikel Terkait
Entertainment
-
SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027
-
Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance
-
Jung Chaeyeon Perankan 3 Karakter di Drakor M: Reboot, Siap Tayang 2027
-
Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam