Ada beberapa kenangan yang rasanya ingin kita simpan selamanya. Ada pula yang justru ingin dikubur dalam-dalam dan tidak pernah muncul lagi. Tetapi, bagaimana kalau ada sebuah cara untuk benar-benar menghapus kenangan tersebut?
Pertanyaan itu menjadi premis yang menarik dalam Bad Memory Eraser. Drama Korea rilisan 2024 ini membayangkan sebuah eksperimen yang memungkinkan ingatan buruk seseorang dihapus demi memberinya kesempatan untuk menjalani kehidupan dengan cara yang berbeda.
Lantas, apakah Bad Memory Eraser berhasil mengolah premis unik ini menjadi cerita yang layak diikuti hingga akhir? Simak ulasan lengkapnya.
Eksperimen yang Mengubah Cara Melihat Diri
Bad Memory Eraser mengisahkan Lee Goon (Kim Jae Joong), mantan petenis berbakat yang kariernya harus berhenti setelah mengalami cedera. Kejadian tersebut membuat kepercayaan dirinya runtuh dan kehidupannya berubah drastis.
Ia kemudian menjadi bagian dari sebuah eksperimen yang memungkinkan ingatan buruknya dihapus. Setelah prosedur tersebut berhasil, Lee Goon seolah terlahir kembali sebagai sosok yang jauh lebih percaya diri.
Lee Goon yang sebelumnya penuh keraguan mendadak memiliki keberanian dan keyakinan diri yang nyaris berlebihan. Ia bahkan percaya bahwa Kyung Joo Yeon (Jin Se Yeon), seorang psikiater di pusat penelitian otak, adalah cinta pertamanya. Padahal, perasaan dan ingatan yang ia yakini tersebut ternyata berkaitan dengan manipulasi memori.
Namun, kekuatan premis tersebut tidak selalu diikuti oleh pengembangan cerita yang sama kuatnya. Ide tentang ingatan, trauma, dan perubahan kepribadian sebenarnya punya ruang yang luas untuk dieksplorasi.
Sayangnya, drama ini lebih cenderung dibawa ke arah romansa dan komedi sehingga sisi psikologis dari eksperimennya tidak terlalu dalam.
Kim Jae Joong Membawa Dua Sisi Karakter Lee Goon
Salah satu hal yang cukup menonjol dari Bad Memory Eraser adalah perubahan Lee Goon setelah menjalani prosedur. Kim Jae Joong harus memainkan karakter yang memiliki dua kepribadian dengan kontras cukup jauh.
Lee Goon versi awal digambarkan sebagai sosok yang kehilangan kepercayaan diri, sedangkan versi setelah penghapusan ingatan justru tampil berani, percaya diri, bahkan cenderung sok yakin dengan kemampuannya.
Perubahan tersebut menjadi sumber komedi tersendiri. Tingkah Lee Goon yang terlalu percaya diri sering kali terasa kocak karena penonton mengetahui bagaimana dirinya yang "asli".
Cinta Pertama yang Membuat Cerita Berbelit
Menurut saya, drama ini ceritanya terlalu lama berkutat pada identitas cinta pertama Lee Goon. Hubungan antara Lee Goon dan Joo Yeon memang menjadi salah satu yang ditonjolkan, tetapi misteri mengenai siapa sebenarnya sosok yang ia cintai membuat alurnya terasa berputar-putar.
Konsep cinta pertama yang berkaitan dengan ingatan sebenarnya bisa menjadi konflik yang menarik. Sayangnya, kesalahpahaman dan perubahan informasi mengenai masa lalu justru membuat cerita terasa semakin rumit.
Alih-alih membuat rasa penasaran terus meningkat, sebagian penonton mungkin merasa ingin segera mendapatkan jawaban agar cerita bisa beralih ke konflik berikutnya.
Karakter Joo Yeon juga menjadi salah satu bagian yang cukup mengundang kritik. Sebagai seorang psikiater, beberapa tindakannya terasa kurang meyakinkan dan kurang menunjukkan empati yang seharusnya melekat pada profesinya. Hal ini cukup disayangkan karena posisinya sebenarnya penting dalam cerita yang sejak awal membawa unsur medis dan kesehatan mental.
Secara ekseluruhan, Bad Memory Eraser punya modal cerita yang menarik. Drama ini juga cukup menghibur berkat komedinya. Namun, alurnya yang mulai berputar-putar dan beberapa persoalan dalam penulisan karakter membuat eksekusinya belum sepenuhnya sekuat premis yang ditawarkan.
Kalau mencari rom-com dengan konsep unik dan tidak keberatan dengan alur yang cukup berliku, drama ini masih bisa menjadi tontonan yang menyenangkan.
Baca Juga
-
Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop
-
Sering Dianggap Remeh, Segini Mahalnya Biaya Menjadi Perempuan Setiap Bulan
-
Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki
-
Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?
-
Di Balik Tren Stop the Wedding: Bukan Takut Nikah, Tapi Makin Sadar Risiko
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel
-
Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca
-
Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah
-
Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya
-
Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan
Terkini
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
-
Sukses Besar, Serial Carrie Resmi Lanjut Musim 2 Gandeng Mike Flanagan
-
Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan
-
Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan