Lina Mukherjee diketahui telah ditetapkan menjadi tersangka usai dilaporkan atas dugaan penistaan agama.
Sebelumnya, Lina Mukherjee sempat membuat konten makan babi dengan mengucap kata bismillah. Ia pun sempat enggan meminta maaf, namun kini Lina telah menunjukkan penyesalan dan meminta maaf kepada publik.
Selebgram itu mengakui dan menyadari bahwa kontennya memakan babi kriuk sembari mengucap bismillah memang tidak patut untuk dijadikan contoh.
"Pertama-tama, saya meminta maaf untuk masyarakat Indonesia. Karena, saya sebagai public figure melakukan kesalahan yang tidak patut dicontoh," kata Lina Mukherjee dalam konferensi pers di Polsa Sumatera Selatan dikutip dari video yang diunggah ulang akun Instagram @lambe__danu, Jumat (05/05/2023).
Lina Mukherjee lalu meminta maaf kepada seluruh umat muslim dan menyadari bahwa konten miliknya tak mendidik sama sekali.
Selain itu, Lina Mukherjee juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu lagi.
"Buat masyarakat muslim semuanya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga saya diberi kesempatan untuk berubah lebih baik lagi dan saya bisa untuk tidak mengulangi lagi," terang Lina Mukherjee.
"Saya benar-benar merasa bersalah dan tidak akan mengulanginya lagi. Semoga ke depan sosial media saya bisa saya gunakan lebih baik lagi dan juga bermanfaat untuk masyarakat," sambungnya.
Akibat konten tersebut, Lina Mukherjee dijerat dengan dua pasal sekaligus, yaitu pasal penistaan agama dan ITE.
Akan tetapi, pihak kepolisian tak bisa menahan Lina Mukherjee karena mempertimbangan kondisi kesehatan yang kurang baik. Meski begitu, perempuan yang akrab disapa Lilu ini tetap harus datang ketika diminta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kendati masih banyak yang menghujat, akan tetapi tak sedikit pula yang mengasihani Lina Mukherjee. Warganet pun ramai meninggalkan beragam tanggapan di kolom komentar unggahan akun Instagram @lambe__danu.
"Aku tu kasihan loh kalau liat Lina Lina. Dilihat orangnya tulis, baik. Buat pembelajaran, jangan apa-apa dijadikan konten. Karena di negara kita ada aturannya," tulis @cuni***,
"Jujur miris, kasihan dengan dia. Di balik dia, suka gitulah penampilannya. Dia orangnya asik, cerdas kalau ngomong bener tertata, manis kalau bener dari berpenampilan," sahut @xf_****.
"Saya sebenarnya kasihan sama mbak Lina ini, dia bikin konten di FB buat cari uang itupun dia juga suka bagi bagi rejeki ke followersnya," tutur @ayu***.
"Kayak pelaku kriminal berat aja sampai konpres segala. Teguran buat elu Lin lain kali buat konten jangan sembarangan," komentar @mis***.
Baca Juga
-
Teriak Demokrasi, tapi yang Beda Pendapat Dicap Buzzer: Sehat?
-
Punya Kulit Kering & Berjerawat? 4 Moisturizer Ini Aman Tanpa Bikin Pori Tersumbat
-
Bintang yang Mustahil Digapai
-
Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?
-
Dibalik Maraknya Kasus Deepfake di Kampus: AI Bukan Lagi Sekadar Alat Bantu
Artikel Terkait
-
Lina Mukherjee Minta Maaf Usai Jadi Tersangka Kasus Makan Daging Babi, Gaya Penampilannya Disorot Warganet : Akhirnya Dia Tahu Cara Pake Baju
-
Lina Mukherjee Minta Maaf Usai Jadi Tersangka Kasus Makan Daging Babi, Gaya Penampilannya Disorot Warganet : Akhirnya Dia Tahu Cara Pake Baju
-
Nikita Mirzani Dibandingkan dengan Lina Mukherjee soal Pesan Makanan: Lina Lebih Royal
-
Lina Mukherjee Resmi Ditahan Atas Penistaan Agama, Warganet Soroti Bajunya: Manis dan Kalem
-
Pesan Satu Mangkuk Bakso Buat Berdua, Nikita Mirzani Auto Dibandingkan dengan Lina Mukherjee
Entertainment
-
Sinopsis Avatar: The Last Airbender 2, Upaya Aang Cs hingga ke Ba Sing Se
-
First Look Film Werwulf, Aaron Taylor-Johnson Jadi Manusia Serigala
-
Melawan AI, Naoki Urasawa Rilis Manga Baru Bertema Eksistensi Manusia!
-
Jadwal Rilis Film Ray Gunn Terungkap, Scarlett Johansson Jadi Pengisi Suara
-
Anime Dr. STONE Resmi Tamat, Akhiri Petualangan Senku Selama 7 Tahun
Terkini
-
Teriak Demokrasi, tapi yang Beda Pendapat Dicap Buzzer: Sehat?
-
Punya Kulit Kering & Berjerawat? 4 Moisturizer Ini Aman Tanpa Bikin Pori Tersumbat
-
Bintang yang Mustahil Digapai
-
Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?
-
Dibalik Maraknya Kasus Deepfake di Kampus: AI Bukan Lagi Sekadar Alat Bantu