Manhwa berjudul "My Pet Maid" atau versi lainnya "Pet Handmaiden" merupakan manhwa bergenre romance fantasy yang berlatarkan kerajaan. Menceritakan tentang penahlukan kerajaan oleh komandan perang Max Warren, ada satu putri bernama Faye yang dibuang dan dikorbankan oleh ayahnya sang raja.
Faye merupakan putri terlantar raja dengan salah satu permaisurinya. Ia tinggal di istana paling pojok dan terpencil, meski disebut sebagai istana tempatnya hanyalah sebatas bangunan kosong yang tak terurus.
Menjadi putri yang terbuang, ia tak ubahnya seperti tak dianggap. Ia tak mendapatkan haknya sebagai putri. Seperti pendidikan, gaun dan perhiasan, pelayan, bahkan hanya sekadar makan pun terkadang pelayan lupa membawakannya hingga ia harus kelaparan seharian.
Bahkan hal-hal dasar tentang tubuhnya saja ia tak mengerti. Seperti halnya wanita yang mengalami masa pubertas dengan ditandai keluarnya darah haid. Ia tidak tahu tanpa mengalaminya sendiri.
Suatu hari, ayahnya memanggil Faye. Karena sedang masa siaga, jika suatu hari memang terjadi sebuah perang, Faye disuruh menggantikan kakaknya sebagai putri kerajaan dan menjadi salah satu rampasan perang. Sedangkan ayah dan kakaknya akan kabur menyelamatkan diri.
Seperti itulah harga Faye di mata ayahnya. Hingga ternyata, hari itu benar-benar terjadi. Pagi-pagi buta, Faye sudah didatangi para pelayan. Ia dimandikan dan didandani dengan gaun dan perhiasan-perhiasan mewah.
Pasukan Max Waren telah menyerbu istana dan menahlukkan kerajaan. Sebagai putri yang dikorbankan sebagai kambing hitam, Faye ditinggalkan di istana sendirian.
Saat pasukan menyerbu, mereka melihat kecantikan Faye yang masih keturunan seorang elf dari permaisuri pertama. Melihatnya, mereka menjadi gelap mata dan hendak melecehkan Faye yang begitu lemah dan rapuh. Padahal mereka tidak diperkenankan untuk menyentuh tawanan perang.
Dengan dalih komandan tidak akan tahu, mereka berani mengganggu Faye. Namun tanpa diduga, kekuatan Faye justru muncul untuk pertama kalinya tanpa disadari. Burung-burung datang entah darimana dan menyerang para prajurit.
Mengetahui ada yang aneh karena burung-burung menyerang menara, Max segera menuju kesana dan menjatuhi hukuman pada bawahannya. Melihat kekuatan elf dari diri Faye, Max pun membawa gadis itu menjadi pelayannya. Kira-kira apa yang terjadi selanjutnya ya?
Baca Juga
-
Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan
-
Ketangguhan UMKM dan Negara yang Terlalu Nyaman dengan Krisis
-
Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?
-
We Free the Stars: Perjalanan Terakhir Mengembalikan Sihir ke Arawiya
-
Karena Aku Perempuan: Empat Wajah Cinta yang Tak Pernah Sederhana
Artikel Terkait
-
Pangeran Harry Hadir Tanpa Meghan Markle di Penobatan Raja Charles III, Ada Apa?
-
Bikin Salfok, Siapa Perempuan Berjubah Biru Pembawa Pedang di Penobatan Raja Charles?
-
Raja Charles III Resmi Dinobatkan, Mengenal Gelar Queen Consort yang Disandang Camilla
-
Camilla dan Kate Middleton Akan Pakai Gaun Modern Saat Acara Penobatan Raja Charles, Apa Istimewanya?
-
Penobatan Raja Charles III: Pakai Dua Kereta Emas yang Beratnya Empat Ton
Entertainment
-
Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang
-
Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober
-
Sinopsis Matching: True Love, Film Thriller Jepang Dibintangi Tao Tsuchiya
-
Sinopsis The Love of Hypnosis, Dracin Terbaru Liu Yifei dan Jing Bo Ran
-
&Team Terjebak dalam Pertarungan Hasrat dan Naluri di Lagu Baru, Good Boy
Terkini
-
Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!
-
Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang
-
Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai
-
Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi
-
Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh