Penyanyi IU dituntut atas kasus plagiarisme untuk enam judul lagunya. Melansir dari Allkpop (10/5/2023), kantor polisi Gangnam Seoul menerima laporan dari seorang anonim yang ditujukan kepada IU.
Enam judul lagu IU yaitu "Good Day", "The Red Shoes", "Pitiful", "Boo", "BBIBBI", dan "Celebrity", dilaporkan menjiplak karya milik musisi lain.
Laporan tersebut mengklaim, "Keenam lagu tersebut sangat mirip dengan lagu aslinya dari segi melodi, ritme, dan chord. Untuk lagu 'Red Shoes' dan 'Good Day', kemiripannya terdengar sangat jelas bahkan di telinga orang awam sekali pun. Keenam lagu tersebut terutama menjiplak di bagian intro."
Agensi IU, EDAM Entertainment, langsung tanggap dan memberikan pernyataan resmi terhadap kabar tersebut.
EDAM Entertainment mengatakan bahwa pihaknya telah menyadari tersebarnya rumor dan tuduhan di berbagai platform seperti forum, media sosial, YouTube, bahkan dalam bentuk cetak.
"Setelah mengonfirmasi hal-hal tertentu, kami akan mengumpulkan segala bentuk bukti terkait tuduhan plagiarisme, rumor palsu, pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, dan lain-lain. Berdasarkan bukti tersebut, kami akan mengambil tindakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab melalui firma hukum agensi." Ungkap EDAM Entertainment
Pihak agensi melanjutkan, "Sampai sekarang, kami belum menerima pemberitahuan resmi apa pun dari kepolisian, dan kami mempelajari dakwaan untuk pertama kalinya melalui laporan berita mulai hari ini. Kami tidak memiliki informasi mengenai dakwaan yang diajukan, dan kami sedang mengonfirmasi rincian yang terkait dengan dakwaan."
"Sampai sekarang, kami belum menerima pemberitahuan resmi apa pun dari kepolisian, dan kami mempelajari dakwaan untuk pertama kalinya melalui laporan berita mulai hari ini. Kami tidak memiliki informasi mengenai dakwaan yang diajukan, dan kami sedang mengonfirmasi rincian yang terkait dengan dakwaan," tutur perwakilan EDAM Entertainment.
Pada tahun 2013 silam saat IU merilis "The Red Shoes", ia memang sempat terlibat atas tuduhan plagiarisme karena lagu tersebut sangat mirip dengan lagu "Here's Us" milik band Jerman, Nekta.
Bahkan, saat itu pihak Nekta dikabarkan telah mengirimkan email kepada Loen Entertainment (agensi IU saat itu) untuk membahas soal plagiarisme, namun tidak direspon oleh pihak agensi.
Pihak penuntut selanjutnya mengklaim bahwa IU menolak untuk menanggapi tuduhan tersebut meskipun kejadiannya cukup banyak, bahkan sang penyanyi justru melaporkan dan menghapus semua tuduhan tersebut di media sosial.
Oleh karena itu, pihak penuntut memutuskan untuk mengajukan laporan setelah menyaksikan kurangnya kesadaran masyarakat terkait kasus plagiarisme yang melibatkan penyanyi terkenal ini.
Semoga kasus ini cepat selesai dan mari berharap yang terbaik untuk IU!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?
-
I Hate Going to Work: Realita Dunia Kantor yang Dikemas dalam Komedi Satir
-
Katanya Lowongan Kerja Banyak, Kenapa Cari Kerja Tetap Susah?
-
Feed yang Membentuk Isi Dompet: Efek Budaya Flexing pada Perilaku Konsumsi
-
Bos-bos Kecil di Negeri Besar: Potret Gagal Negara Membuka Lapangan Kerja
Artikel Terkait
-
Momen Haru Wisudawan Nyanyi Lagu Ayah di Hari Wisuda: Terima Kasih Atas Semua Jasa-Jasanya
-
Perdana Tampil di TV Tanpa Suami, Lesti Kejora Nyanyi Sampai Nangis: Tekanan Batin?
-
IU Dilaporkan ke Polisi karena Kasus Plagiarisme, EDAM Entertainment Beri Tanggapan
-
7 Lagu Coldplay Terbaik, Siap-Siap Konser di Jakarta!
-
Dilaporkan ke Polisi, IU Dituding Plagiat 6 Lagu Sekaligus
Entertainment
-
Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya
-
Anime Shin Oishinbo Ungkap Tiga Pengisi Suara Utama Jelang Tayang 2027
-
Terciduk Jalan Bareng Cewek di Milan, San ATEEZ Akhirnya Buka Suara Bantah Rumor Kencan!
-
Didukung Kai EXO, Atlet Ini Tepati Janjinya Raih Emas Asian Games 2026
-
Sinopsis The Vvaan, Film Terbaru Tamannaah Bhatia dan Sidharth Malhotra
Terkini
-
Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam
-
Senja yang Meminjam Fajar
-
Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai
-
Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!
-
Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?