Video syur 47 detik mirip artis Rebecca Klopper berbuntut urusan hukum. Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI) melaporkan Rebecca Klopper ke polisi atas kasus tersebut.
"Inisial RK, cuman kami belum bisa buka secara lebar kepada publik. Yang pasti bahwa ini adalah tugas kepolisian untuk menyelidiki terkait video yang beredar itu," kata Mualim Bahar anggota ALMI dilansir dari akun rumpi_asiik, Rabu (24/5/2023).
BACA JUGA: Putri Anne Ngomong Kasar Lagi hingga Lepas Hijab setelah Support Dahlia Poland
Rebecca Klopper diadukan dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi Junto Undang-Undang ITE.
"Jadi ada dua yang kita laporkan penyebar video dan pembuat video," ungkapnya.
Adapun alasan ALMI melaporkan kasus video syur 47 detik mirip Rebecca Klopper karena adegan pornografi merupakan tindakan tidak pantas. Selain itu, video syur yang tersebar dinilai dapat berdampak merusak generasi bangsa.
"Kami dari Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia menganggap, tindakan ini tindakan yang yak pantas dipertontonkan publik figur," jelasnya.
"Memang sangat merusak generasi bangsa," sambungnya.
BACA JUGA: Dinilai Lucu, Nursyah Kini Diminta Kolab Stand Up Comedy Bareng Arie Kriting: Gokil Juga
Sementara itu, saat video syur 47 detik beredar netizen melakukan cocoklogi kemiripan si wanita dengan Rebecca Klopper. Netizen menyoroti tahi lalat di bagian perut wanita dalam video syur dimiliki Rebbeca juga.
Kemudian tindikan di pusar wanita yang memerankan video syur sama seperti milik pacar Fadly Faisal tersebut. Pakaian sweater hitam dengan tulisan hijau yang dikenakan wanita dalam video syur mirip dengan punya Rebecca Klopper.
Terakhir, netizen juga menyoroti tahi lalat di bawah mata wanita dalam video syur. Rebecca memiliki tahi lalat yang sama di bagian itu.
Pihak Rebecca Klopper sendiri sampai sekarang belum buka suara mengenai video syur 47 detik yang diduga mirip dengannya.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Di Balik Jendela KRL: Pelajaran yang Tak Pernah Diajarkan Dosenku di Dalam Kelas
-
Dear Pemerintah, Kenapa Tidak Maksimalkan Program yang Sudah Ada?
-
Menemukan 'Healing' Tipis-Tipis di Balik Jendela MRT dan LRT
-
Ulasan Kronik Burung Pegas: Kisah Kehilangan, Trauma, dan Dunia Surealis
-
Ulasan A Sea of Lemon Trees: Ketika Anak 12 Tahun Melawan Ketidakadilan
Artikel Terkait
-
Postingan Terbaru Fadly Faisal Jadi Sorotan, Netizen Bawa-bawa Nama Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah
-
Tersandung Skandal Video Syur 47 Detik, Video Lawas Rebecca Klopper Ditanya Keperawanan Jadi Sorotan
-
Inge Anugrah Lakukan Hal Ini untuk Mencari Nafkah, Ari Wibowo: Motivasi Positif Bagi Banyak Orang dan Saya Sangat Mendukung
Entertainment
-
Seru Banget! 5 Rekomendasi Drakor Aksi yang Bikin Tegang Sekaligus Terhibur
-
Tayang Agustus, Song Kang dan Lee Jun Young Bintangi Drama Bertemakan Musik
-
Kejutkan Penggemar! Film Baru Alvin and the Chipmunks Akan Tayang pada 2028
-
Trailer Perdana Avengers: Doomsday Tampilkan Ancaman Besar dari Doctor Doom
-
Belum Sempat Nonton? Film Mortal Kombat II Bakal Rilis di HBO Max 24 Juli
Terkini
-
Di Balik Jendela KRL: Pelajaran yang Tak Pernah Diajarkan Dosenku di Dalam Kelas
-
Dear Pemerintah, Kenapa Tidak Maksimalkan Program yang Sudah Ada?
-
Menemukan 'Healing' Tipis-Tipis di Balik Jendela MRT dan LRT
-
Ulasan Kronik Burung Pegas: Kisah Kehilangan, Trauma, dan Dunia Surealis
-
Ulasan A Sea of Lemon Trees: Ketika Anak 12 Tahun Melawan Ketidakadilan