Hubungan Nikita Mirzani dan Lolly sang putri memang tengah renggang. Hal ini lantaran keduanya terlibat perseteruan panas usai Lolly mengungkapkan semua sikap buruk sang mama.
Nikita Mirzani mengaku sedih dengan semua yang diungkapkan Lolly mengenai keburukannya.
BACA JUGA: Harapan Rujuk dengan Virgoun Pupus, Ternyata Inara Rusli Ditalak 3: Aku Harus Nikah Dulu Sama Orang
"Kalau dibilang sempat nangis, sempat nangis. Kalau gue sekarang mikirin itu, gue kayak 'Apa ya kekurangan gue? Apa ya dosa gue? Kok anak gue gitu ya'," ungkap Nikita Mirzani dengan mata berkaca-kaca dilansir dari @lambe_danu, Rabu (24/5/2023).
Meskipun kini hubungannya dengan sang putri sulung sedang tidak baik-baik tetapi Nikita Mirzani berusaha bijak menyikapi. Dia merasa semua yang terjadi antara dirinya dan Lolly bagian dari roda kehidupan.
Ibu tiga anak tersebut yakin suatu saat Lolly akan mencarinya.
"Ya namanya hidup kita nggak pernah tahu ke depannya gimana. Tapi gimana pun anak gue, dia tetap anak gue. Suatu saat dia pasti akan cari gue," tuturnya.
BACA JUGA: Putri Anne Ngomong Kasar Lagi hingga Lepas Hijab setelah Support Dahlia Poland
Nikita Mirzani juga menyadari sikap Lolly demikian kepadanya tak lain karena kekangan yang selama ini dia lakukan. Namun, dia memiliki alasan tersendiri mengapa sampai mengekang Lolly.
"Sebetulnya itu anak tahu seberapa sayang dan care-nya gue. Mungkin karena dikekang jadi berontak gitu kan. Gue nggak tahu tapi gue pengen coba menjaga apa yang masih bisa gue jaga," ungkapnya.
Nikita Mirzani ingin Lolly tidak bernasib sama seperti dirinya saat sudah punya suami. Maka dari itu, setiap Lolly punya pacar harus berhadapan dulu dengan Nikita Mirzani.
"Gue nggak mau nanti anak gue ketika punya suami dapat perlakuan yang sama seperti ibunya. Gue nggak mau kayak gitu," kata Nikita Mirzani.
"Jadi setiap dia punya pacar, gue 'Sini mana pacarnya'," sambungnya.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pesona Veteran di Piala Dunia 2026: Pembuktian Kualitas Melampaui Usia
-
Peringatan Keras The Economist untuk Indonesia: Saatnya Rem Kebijakan yang Terlalu Ekspansif?
-
Refleksi Film Toy Story 5: Apakah Teknologi dan Mainan Bisa Hidup Berdampingan?
-
Sering Dianggap Cerewet, Ini 5 Pesan Cinta di Balik Kisah Masa Lalu Orang Tua
-
Sosok yang Selalu Duduk di Kursi Kosong
Artikel Terkait
-
Rebecca Klopper Dilaporkan Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia Buntut Video Syur 47 Detik
-
Inge Anugrah Lakukan Hal Ini untuk Mencari Nafkah, Ari Wibowo: Motivasi Positif Bagi Banyak Orang dan Saya Sangat Mendukung
-
Dicap Wanita Zalim, Nikita Mirzani Yakin Nindy Ayunda Bakal Susul Dito Mahendra Tersangka
Entertainment
-
Sinopsis Sayonara Noir, Drama Jepang Dibintangi Eiko Koike dan Kana Kita
-
Usai Rilis Bab Baru, Manga Kagurabachi Umumkan Hiatus Hingga Agustus 2026
-
Pantang Menyerah! STAYC Gigih Perjuangkan Cinta di Lagu Terbaru, 2 L0VE
-
Tayang 9 Juli, Netflix Siap Hidupkan Kembali Little House on the Prairie
-
The Prince of Tennis Ungkap Proyek Spesial Pertama Anniversary ke-25
Terkini
-
Pesona Veteran di Piala Dunia 2026: Pembuktian Kualitas Melampaui Usia
-
Peringatan Keras The Economist untuk Indonesia: Saatnya Rem Kebijakan yang Terlalu Ekspansif?
-
Refleksi Film Toy Story 5: Apakah Teknologi dan Mainan Bisa Hidup Berdampingan?
-
Sering Dianggap Cerewet, Ini 5 Pesan Cinta di Balik Kisah Masa Lalu Orang Tua
-
Sosok yang Selalu Duduk di Kursi Kosong