Inara Rusli masih terus menjadi perbincangan hangat netizen. Kabar terkini mengenai ibu tiga anak masih diburu netizen. Mereka tak mau ketinggalan informasi terbaru terkait wanita yang wajahnya mirip Zaskia Gotik ini.
Waktu Inara mengungkap perselingkuhan Virgoun di media sosial miliknya, banyak netizen merasa kasihan terhadap Inara. Terlebih saat ia mengisahkan perjuangan dirinya untuk tetap menjaga keutuhan rumah tangganya bersama Virgoun, termasuk melakukan komunikasi baik-baik untuk menghindari perceraian.
Usai itu, netizen dibuat kagum dengan kecantikan Inara setelah ia membuka cadarnya di depan awak media dan melempar senyum khas yang teramat manis. Netizen sempat memuji bahkan mengagung-agungkan Inara laksana bidadari surga, tapi sayangnya Virgoun meninggalkannya pergi.
BACA JUGA: Inara Rusli Tanggapi Hate Comment dari Netizen: Jangan Dibikin Ribet
Dan kini, saat Inara sudah mulai banyak menerima simpati, banyak yang menolong, sering tampil di mana-mana, banjir job, dan sering posting foto selfie juga video di akun Instagram. Menanggapi hal tersebut, kini netizen balik nyinyiri Inara.
Inara yang kini rajin posting foto-foto dan menampakkan kecantikannya di media sosial, kurang mendapat respons baik dari netizen. Netizen menilai kini Inara centil, bahkan sok cantik. Hal ini sebagaimana dikutip dari akun Instagram Inara Rusli pribadi @mommy_starla belum lama ini.
Tangkapan layar komentar netizen
Setelah menyaksikan video Inara yang menampakkan muka cantiknya ini, beberapa netizen menilai Inara Rusli lebih banyak selfie daripada iklan usaha.
"Banyak selfienya dibanding iklan usahanya. Jadi, buka cadar buat usaha atau memperlihatkan kecantikan? Jadi centil ya," ujar @wiga***.
"Semenjak buka cadar jadi centil. Langsung tidak ada malu-malunya. Langsung show off. Maaf ya, Kak," timpal @rasash***.
"Lama-lama sok cantik ya? Masyarakat Indonesia memang gampang banget simpatinya. Kasih kisah sedih sedikit langsung jadi fans dan market usaha. dr. Lee pintar tuh memang marketingnya," sahut @maroon***.
Salah seorang netizen meminta agar Inara menutup kolom komentar saja, sebab banyak akun abal-abal yang ikut menghujat dirinya yang tengah berjuang mencari usaha.
"Ditutup saja Mbak kolom komentarnya, daripada baca komentar hate speech dari akun bodong atau akun berlagak sok suci ngejudge padahal hakim juga bukan. Tetaplah teguh menjadi wanita mandiri demi anak-anak," pungkas @soerit***.
Selain itu masih banyak lagi komentar pedas netizen yang beranggapan Inara sok cantik dan centil lantaran rajin posting foto dirinya di media sosial Instagram.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Temukan Potensi Diri dan Kekuatan Pikiran dalam Buku Mind Power Skills
-
Ulasan Buku Memaknai Jihad, Mengenal Pemikiran Prof. Dr. KH. Quraish Shihab
-
Cinta Datang dari Ranum Buah Mangga dalam Buku Kata-Kata Senyap
-
Proses Perubahan Ulat Menjadi Kupu-Kupu dalam Buku Metamorfosis Sempurna
-
Kritik Tajam tapi Santai dalam Buku Kumpulan Cerpen Jreng Karya Putu Wijaya
Artikel Terkait
-
Gelar Konferensi Pers, Kim Soo-hyun Tuai Kecaman Keras Netizen: Dia Gila
-
Kompak di Hari Raya, Adu Gaya Artis yang Rayakan Lebaran Bareng Mantan
-
Lebaran dan Media Sosial, Medium Silaturahmi di Era Digital
-
Lebih Mahal dari Xiaomi 15: Light Phone 3 Sajikan Fitur agar Orang Bisa Pensiun dari Media Sosial
-
Rincian Isi PP Tunas, Aturan Baru Prabowo untuk Batasi Anak Main Medsos
Entertainment
-
Film Waktu Maghrib 2: Teror Baru di Desa Giritirto
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Liga Film Lebaran Geger! 'Pabrik Gula' Tak Terbendung, Norma Terpeleset?
-
Ada LANY hingga Hearts2Hearts, LaLaLa Festival 2025 Umumkan Daftar Lineup
-
Ada Romcom Hingga Fantasi, 8 Drama Korea yang Tayang di Bulan April
Terkini
-
Idul Fitri dan Renyahnya Peyek Kacang dalam Tradisi Silaturahmi
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?