Apple kembali merilis seri iPhone kelas terjangkau dengan menghadirkan iPhone 17e sebagai penerus dari iPhone 16e. Meski secara tampilan dan kisaran harga keduanya hampir sama, sekitar 600 dolar AS atau sekitar Rp10 jutaan, namun sebenarnya generasi terbaru ini membawa sejumlah peningkatan penting. Mulai dari chipset yang lebih baru, kapasitas penyimpanan yang lebih besar, hingga hadirnya fitur MagSafe yang sebelumnya tidak ada.
Lalu, seberapa besar perbedaannya? Apakah iPhone 17e benar-benar layak untuk upgrade dari iPhone 16e? Berikut ulasan perbandingannya.
Desain dan Tampilan: Hampir Tidak Berubah
Dari sisi desain, iPhone 17e dan iPhone 16e terlihat sangat mirip. Keduanya mengusung layar OLED Super Retina XDR berukuran 6,1 inci, dengan bodi berbahan aluminium dan kaca serta sertifikasi IP68 yang tahan air dan debu.
Refresh rate yang digunakan juga masih 60Hz, sehingga belum mendukung ProMotion 120Hz seperti pada seri iPhone 17 Pro. Tingkat kecerahan layar keduanya juga relatif sama.
Namun ada satu peningkatan penting pada iPhone 17e, yaitu penggunaan Ceramic Shield 2. Lapisan kaca ini diklaim tiga kali lebih tahan gores dibanding generasi sebelumnya di iPhone 16e.
Selain itu, iPhone 17e juga menambah pilihan warna baru yaitu soft pink, selain warna hitam dan putih.
Performa: Chip A19 Lebih Cepat
Peningkatan paling terasa terdapat pada sektor performa.
- iPhone 17e: menggunakan chip Apple A19 (3 nm)
- iPhone 16e: menggunakan chip Apple A18 (3 nm)
Chip A19 menawarkan performa yang lebih cepat dan efisien, terutama untuk tugas berat seperti gaming, pengolahan AI, serta multitasking.
Kedua perangkat sama-sama dibekali RAM 8GB, sehingga performa secara keseluruhan tetap sangat responsif untuk penggunaan sehari-hari.
Penyimpanan: Naik Dua Kali Lipat
Salah satu peningkatan yang paling terasa bagi pengguna adalah kapasitas penyimpanan.
- iPhone 16e: kapasitas dasar 128 GB
- iPhone 17e: kapasitas dasar 256 GB
Jadi, pengguna langsung mendapatkan ruang penyimpanan yang jauh lebih besar tanpa harus membeli varian yang lebih mahal. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa iPhone 17e dianggap sebagai upgrade yang cukup menarik.
Kamera: Masih 48 MP, Namun Lebih Pintar
Di sektor fotografi, kedua iPhone ini menggunakan kamera utama 48 MP dengan dukungan stabilisasi optik.
Meski spesifikasinya sama, iPhone 17e membawa peningkatan pada pengolahan gambar (image processing). Hasil foto portrait menjadi lebih baik, dengan sistem yang bisa otomatis mengenali objek seperti manusia, anjing, atau kucing dan menyimpan data kedalaman gambar untuk pengeditan efek blur setelah foto diambil.
Kamera depan keduanya masih 12 MP.
Baterai dan Pengisian Daya
Kapasitas baterai kedua perangkat sebenarnya sama, yaitu sekitar 4005 mAh.
Namun iPhone 17e membawa peningkatan penting pada sistem pengisian daya:
- iPhone 17e: mendukung MagSafe dan Qi2 wireless charging hingga 15W
- iPhone 16e: hanya mendukung Qi wireless charging 7,5W tanpa MagSafe
Dengan hadirnya MagSafe, pengguna kini bisa memakai berbagai aksesori magnetik seperti charger, dompet, atau stand khusus Apple.
Selain itu, iPhone 17e juga mendapat beberapa pembaruan konektivitas, seperti modem C1X yang lebih cepat dan dukungan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6. Sementara iPhone 16e masih menggunakan Wi-Fi 6 dan modem generasi sebelumnya.
Harga iPhone 17e dan iPhone 16e
Harga awal iPhone 17e diperkirakan sekitar 599 dolar AS untuk varian 256GB.
Jika dikonversi ke rupiah (sekitar Rp15.500 per dolar), maka harga iPhone 17e (256GB) sekitar Rp9,2 juta dan iPhone 17e (512GB) sekitar Rp12,3 juta.
Sementara iPhone 16e sebelumnya hadir dengan harga awal sekitar 599 dolar untuk 128GB saat peluncuran.
Secara keseluruhan, iPhone 17e bukan perubahan besar dari segi desain, tetapi membawa beberapa peningkatan penting yang membuatnya lebih menarik.
Upgrade utama iPhone 17e adalah chip A19 lebih cepat, storage dasar 256GB, MagSafe dan wireless charging lebih cepat, Ceramic Shield 2 lebih kuat, serta konektivitas yang lebih modern.
Baca Juga
-
Infinix Note 50S 5G+: Ponsel Wangi dengan Layar 144Hz dan Performa Gesit
-
Gergasi Karya Danarto: Kisah Semut Mengusung Mayat dan Pohon Bermusyawarah
-
Lenovo Googlebook 15, Laptop AI dengan Layar 15,3 Inci dan Audio Dolby Atmos
-
Xiaomi Pad 9 Pro Max Dibanderol Mulai Rp11 Jutaan, Usung Chip Xring O3 dan Baterai 12.000 mAh
-
iQOO Neo 12 Siap Mengguncang Pasar, Layar 185 Hz dan Baterai 9.000 mAh Jadi Senjata Utama
Artikel Terkait
-
Viral Petugas MBG Beli iPhone 16 Usai Kerja 3 Bulan, Berapa Sih Gaji Karyawan MBG?
-
Dibanderol Harga Miring, Performa Apple MacBook Neo Lebih Lambat dari iPhone Murah
-
Perekaman Ciamik, Kamera iPhone 17 Pro Ungguli Samsung Galaxy S26 Ultra di Tes DxOMark
-
iPhone 13 Series Masih Layak Dibeli di Tahun 2026? Cek Analisis Ini Sebelum Beli
-
iPhone 17e vs iPhone 16e: Upgrade Besar di Penyimpanan, Chip A19, dan MagSafe
Lifestyle
-
5 Serum Vitamin C Lokal untuk Mencerahkan Kulit Kusam
-
4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah
-
Mulai 40 Ribuan! 5 Night Serum Lokal Ampuh Samarkan Garis Halus dan Kerutan
-
4 Calming Gel Moisturizer Redakan Iritasi Kulit Berminyak, Cuma Rp30 Ribuan
-
Hangat, Maskulin, dan Berkelas: 5 Parfum Aroma Spicy Woody yang Wajib Coba
Terkini
-
Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!
-
Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah
-
Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi
-
Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar
-
Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me