Novel Gionaya karya Eni Lusiana hadir sebagai salah satu kisah romansa yang cukup berani mengangkat konflik keluarga yang tidak biasa. Buku yang terbit pada Februari 2024 ini memiliki 303 halaman dan membawa pembaca menyelami hubungan rumit antara dua saudara tiri yang terjebak dalam perasaan yang seharusnya tidak terjadi.
Cerita berpusat pada Kanaya, seorang gadis yang hidup bersama ibu dan ayah tirinya. Dari pernikahan orang tuanya itu, ia memiliki seorang kakak tiri bernama Gio. Sejak awal, Kanaya selalu merasa penasaran dengan sikap Gio yang dingin dan sulit ditebak. Namun rasa penasaran tersebut perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam, yaitu sebuah perasaan yang tidak seharusnya ia miliki.
Di sisi lain, Gio juga menyimpan perasaan yang tidak kalah rumit. Kedekatan mereka semakin intens ketika keadaan membuat mereka harus lebih sering menghabiskan waktu bersama. Situasi ini membuat hubungan mereka semakin kompleks karena mereka sadar bahwa perasaan tersebut bisa melukai banyak pihak, terutama orang tua mereka.
Harus Gio akui, Kanaya bukan gadis pertama yang ada di hidupnya. Bukan gadis pertama yang menyentuh hatinya. Tapi, Kanaya adalah gadis yang mampu membuka hatinya setelah sekian tahun tertutup rapi. Tidak salah jika Kanaya terlampau berarti. (Halaman 110).
Konflik semakin memanas ketika rahasia keluarga mulai terungkap satu per satu. Hubungan antaranggota keluarga ternyata menyimpan masa lalu yang penuh luka, termasuk keberadaan seorang anak yang lama hilang serta masalah kesehatan yang membutuhkan pengorbanan besar dari keluarga tersebut. Semua ini membuat cerita berkembang menjadi drama keluarga yang emosional sekaligus menegangkan.
Konflik emosional dalam novel ini terasa sangat hidup. Penulis berhasil menggambarkan perasaan tokoh-tokohnya dengan cukup detail, mulai dari rasa penasaran, kebingungan, hingga dilema moral yang berat.
Selain itu, karakter dalam novel ini terasa realistis. Ada tokoh yang egois, ada yang penuh pengorbanan, dan ada juga yang terjebak dalam keputusan sulit. Dinamika inilah yang membuat cerita terasa dekat dengan kehidupan nyata.
Menurut saya, Gionaya adalah novel yang cukup unik karena berani mengangkat tema yang jarang dibahas secara terbuka dalam cerita romansa remaja. Hubungan saudara tiri yang berkembang menjadi cinta tentu menimbulkan banyak pertanyaan moral dan emosional, dan justru di situlah letak daya tariknya.
Saya juga merasa novel ini tidak hanya tentang cinta yang rumit, tetapi juga tentang keluarga, penyesalan masa lalu, dan bagaimana setiap orang harus menghadapi konsekuensi dari pilihan hidupnya. Konflik yang disajikan terasa dramatis, tetapi masih masuk akal sehingga membuat pembaca terus penasaran hingga halaman terakhir.
Bagi pembaca muda yang suka cerita romansa dengan konflik emosional yang kuat, Gionaya bisa menjadi bacaan yang cukup memukau. Cerita ini mengajak kita memahami bahwa hubungan manusia tidak selalu sederhana, kadang penuh dilema, tetapi tetap menyimpan harapan dan kasih sayang.
Walhasil, Gionaya merupakan novel romansa keluarga yang menawarkan cerita emosional dan penuh konflik. Buku ini mampu membawa pembaca merasakan pergulatan batin para tokohnya dengan alur yang mengalir serta karakter yang kuat. Sekali lagi, novel ini tidak hanya menghadirkan kisah cinta yang tidak biasa, tetapi juga mengingatkan bahwa keluarga, pengorbanan, dan kejujuran adalah hal yang sangat berharga dalam kehidupan.
Identitas Novel
- Judul: Gionaya
- Penulis: Eni Lusiani
- Penerbit: Sinar Angsa Media
- Cetakan: I, Februari 2024
- Tebal: 303 halaman
- ISBN: 978-623-09-8248-4
Baca Juga
-
Honor MagicOS 11 Resmi Hadir: Usung Liquid Glass, AI Agentik, dan Storage Space 2.0
-
Perjalanan ke Pantai Sidomuncul 2: Menikmati Laut, Menguatkan Kebersamaan
-
Oppo Find X10 Siap Debut 22 September: Flagship dengan Kamera 200 MP dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
-
Oppo Find X10 Pro Max Siap Meluncur,Ponsel Flagship dengan Performa Dimensity 9600 Pro
-
Infinix XPAD 30 Pro Resmi di Indonesia: Layar 2.5K, Baterai 8.200 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Arab Maklum 3: Drama Keluarga yang Mengocok Perut
-
Drama A Bloody Lucky Day, Mimpi Buruk Sopir Taksi dan Penumpang Terakhir
-
Review Film Resident Evil: Sebuah Adaptasi Terbaik dari Waralaba Gim Horor
-
Menembus Kesunyian dan Ketidakadilan dalam The Silence of Bones
-
Perjalanan ke Pantai Sidomuncul 2: Menikmati Laut, Menguatkan Kebersamaan
Terkini
-
Drakor Bisa Kenalkan Budaya Korea pada Dunia, Kenapa Indonesia Belum?
-
Honor MagicOS 11 Resmi Hadir: Usung Liquid Glass, AI Agentik, dan Storage Space 2.0
-
Gaji PPPK Ditanggung Pusat Mulai 2027, Pemda Bakal Punya 'Gunung Uang' Baru atau Malah Kalap Belanja
-
Bantuan IPB University dan ARM HA-IPB Tiba di Labuan Bajo, Ribuan Paket Pangan Siap Disalurkan
-
Upcycling Clothes: Solusi agar Baju Lama Tak Berakhir jadi Kain Lap