HYBE Label kembali mendapatkan kritikan setelah sebelumnya staff mereka dituding melakukan pelecehan seksual kepada para penggemar yang datang ke acara fansign boy group &TEAM. Kali ini, staff keamanan HYBE menjadi sorotan publik setelah dianggap menyebabkan kegaduhan di Bandara Gimpo, Korea Selatan.
Dilansir dari Allkpop (11/7/2023), beberapa rekaman video yang memperlihatkan sikap kasar staff keamanan yang mengawal boy grup HYBE Labels Jepang &TEAM beredar luas di media sosial. Saat itu, mereka sedang berada di bandara karena member &TEAM akan meninggalkan Korea untuk pergi ke Jepang.
Dalam salah satu rekaman video, staff keamanan berpakaian hitam terlihat mendorong penggemar dengan kasar untuk memberi jalan bagi member &TEAM. Di video lainnya, member &TEAM dilindungi dari penggemar dengan payung hitam besar sambil menunggu untuk check-in penerbangan mereka. Staff keamanan itu terdengar berteriak dengan lantang, "Minggir! Pergi saja! Berapa kali kami harus memberitahumu?"
Dalam video lain, seorang staff keamanan berbaju abu-abu berteriak, "Jangan keluar! Jangan keluar, apakah kalian mendengar saya?", sambil mendorong ponsel penggemar agar menjauh.
Netizen pun melayangkan kritikan keras terhadap perlakuan kasar staff keamanan HYBE tersebut. Padahal belum lama ini HYBE mengeluarkan permintaan maaf resmi setelah terungkap bahwa staff mereka telah melakukan penggeledahan yang mengarah pada pelecehan seksual pada penggemar selama acara fansign &TEAM di Korea.
"Haduh, memangnya HYBE membeli Bandara Gimpo atau gimana?" tulis salah satu netizen.
"Apakah HYBE mengira mereka memiliki bandara? Apakah mereka menyewa beberapa preman untuk masuk ke bandara dan menyebabkan gangguan ketika ada begitu banyak warga sipil yang datang dan pergi?" sahut netizen yang lain.
"Dari apa yang saya lihat, para satpam itu yang menyebabkan gangguan terbesar. Meneriaki orang-orang di bandara seolah-olah mereka memiliki seluruh tempat itu," netizen lainnya menimpali.
"Mereka benar-benar mengusir penggemar seperti lalat. Mereka seperti preman," tulis netizen lain.
"Okelah kalau kamu Beyoncé atau semacamnya. Kalau kamu setenar itu, naik saja jet pribadi, jangan ganggu warga sipil yang menggunakan bandara untuk alasan pribadi," ujar netizen lainnya.
Itulah informasi terbaru mengenai kritikan yang dilayangkan terhadap staff keamanan HYBE karena bersikap kasar dan tidak sopan kepada penggemar saat berada di bandara. Bagaimana menurutmu?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?
-
Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News
-
Through the Darkness: Mengurai Criminal Profiling dan Psikologi Kejahatan
-
Behind Every Star: Sisi Gelap Ambisi di Balik Gemerlap Industri Hiburan
-
Pemerintah Rajin Membuat Program, Apakah Hidup Rakyat Makin Membaik?
Artikel Terkait
-
Pulang dari Tanah Suci, AHY Jemput Langsung Anies di Bandara Soekarno-Hatta Dini Hari
-
Jalan Tol Cisumdawu Resmi Dibuka, Jokowi: Tol Ini Bisa Tingkatkan Penerbangan Kertajati
-
Pengumuman! Mulai Oktober Penerbangan Bandara Husein Pindah ke Bandara Kertajati
-
Digunakan untuk Embarkasi Haji, Presiden Jokowi Berikan Apresiasi Peningkatan Aktivitas Bandara Kertajati
-
Jalan Tol Cisumdawu Diresmikan, Presiden Jokowi Menyebut akan Memudahkan Operasional Bandara Kertajati
Entertainment
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober
Terkini
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?
-
Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan