Captain Fantastic adalah suatu film mengisahkan tentang keluarga yang memutuskan untuk tinggal di alam liar daripada di kota demi menghindari buruknya modernisasi. Keluarga itu mengedepankan pendidikan yang dilakukan dengan memperbanyak baca buku dan melatih kemampuan fisik, seperti latihan kardio setiap hari.
Film yang digarap dan ditulis Matt Ross ini tayang pada tahun 2016 lalu, berikut ini adalah 3 pelajaran hidup dari film Captain Fantastic.
1. Berilah kesempatan dulu, lalu menilai
Kesempatan merupakan sesuatu yang pantas diperoleh setiap orang, dengan kesempatan pun jadi waktu kita dalam menilai baik atau tidaknya seseorang. Oleh karena itu, kesempatan adalah hak dari setiap orang yang pantas didapatkan, terlebih kadang kesempatan kedua pun bisa jadi hak.
Ben kerap memberikan kesempatan kepada anak-anaknya dalam menelusuri banyak hal, mereka selalu mendapatkan kesempatan untuk meraih potensi terbaiknya meskipun awalnya gagal. Kemudian, ia menilai apakah anaknya bisa atau tidak jadi apa yang diinginkan usai diberikan kesempatan.
2. Menghargai semua perbedaan
Keluarga yang hidup di alam liar memang berbeda dibandingkan setiap keluarga biasanya, mereka tidak tahu terhadap perkembangan teknologi dan menganggap hal itu aneh. Hal ini terlihat ketika mereka berkunjung ke rumah adik dari ibunya yang telah meninggal, yaitu Harper.
Salah satu masalah yang ada pada film ini yaitu saat ibunya mau dikubur, keluarga ini tidak menerima untuk dikuburkan secara Katolik walaupun itulah agama dalam keluarga ibunya. Keluarga tersebut hendak mengikuti keinginan sang ibu yang menginginkan jasadnya dibakar seperti kepercayaan ibunya, yakni Buddha.
Perbedaan tersebut menyebabkan konflik yang kalau seluruh pihak dapat menghargai perbedaan, maka konflik tersebut tidak bakal terjadi.
3. Melihat sesuatu dari banyak sudut pandang
Film ini mempunyai sejumlah sudut pandang dalam sebuah hal, Ben menilai kalau kehidupan yang penuh dengan modernisasi bakal buruk jika masuk ke dalamnya. Kakeknya menganggap bahwa anak-anak Ben mesti memperoleh fasilitas yang baik dan dapat diperoleh di perkotaan.
Rellian adalah salah satu anak Ben yang merasa bahwa dirinya cukup aneh daripada anak-anak lainnya di perkotaan. Bodevan merasa bahwa dirinya perlu kuliah untuk memperoleh pengalaman komunikasi antar manusia yang sebenarnya, hal-hal tersebut dapat dilihat dari kedua sisi koin yang berarti mempunyai banyak sudut pandang.
Berbagai sudut pandang itu dapat dimanfaatkan dalam mendapatkan pilihan terbaik yang akan kita pilih.
Itulah 3 pelajaran hidup dari film Captain Fantastic, apakah kamu pernah menonton film ini?
Baca Juga
-
3 Film dan Drama Korea yang Diperankan Jeon Do-Yeon, Ada Kill Boksoon
-
3 Rekomendasi Anime yang Berlatar pada Abad ke-20, Kisahkan tentang Sejarah
-
3 Rekomendasi Anime Bertema Mafia, Salah Satunya Spy x Family
-
3 Rekomendasi Anime Gore Tayang di Netflix, Mana yang Paling Sadis?
-
3 Rekomendasi Film Bertema Bom Atom, Gambarkan Dampak Buruk Perang Nuklir
Artikel Terkait
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
Apa Itu Manten Tebu? Tradisi yang Diangkat dalam Film Pabrik Gula
-
Nonton Film Jumbo dengan DANA Kaget Gratis Hari Ini, Simak Tutorialnya
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
Entertainment
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?