Fenomena scroll TikTok selama berjam-jam merupakan bentuk nyata dari kegagalan sistem kendali dari dalam diri. Kondisi ini terjadi ketika dorongan untuk mendapatkan dopamin instan dari video pendek mengalahkan akal sehat yang sebenarnya sudah memerintahkan kita untuk berhenti. Meskipun secara sadar kita memahami bahwa menunda pekerjaan atau waktu tidur itu buruk, tapi kita sering kali lebih memprioritaskan kesenangan sesaat daripada rencana jangka panjang yang telah disusun.
Jadi, mengapa kita sering melakukan hal yang kita tahu akan membuat kita menyesal? Fenomena ini disebut Akrasia.
Apa Itu Akrasia?
Akrasia berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti "kurangnya penguasaan diri". Menurut penulis buku Atomic Habits, James Clear, Akrasia adalah keadaan bertindak melawan akal sehat. Ini sebagai kekuatan yang mencegah Anda menyelesaikan apa yang telah Anda rencanakan, atau dengan kata lain “menunda”.
Filsuf Aristoteles bahkan membedakan manusia menjadi dua tipe, yakni mereka yang mampu mengendalikan diri (Enkrates) dan mereka yang tidak berdaya melawan dorongan sesaat (Akrates).
Ketidakkonsistenan Waktu Menjadi Musuh Utama
Mengapa Akrasia begitu kuat menjerat kita, terutama di era digital? Jawabannya terletak pada ketidakkonsistenan waktu (time inconsistency). Otak manusia secara evolusi dirancang untuk lebih menghargai imbalan langsung daripada imbalan di masa depan.
- Keinginan masa depan: tubuh bugar, tugas selesai tepat waktu.
- Keinginan saat ini: dopamin instan dari media sosial atau makanan manis.
Saat Anda membuat rencana, Anda sedang memikirkan rencana masa depan. Namun saat harus mengeksekusinya, keinginan saat ini mengambil alih kendali dan memilih kesenangan instan karena jaraknya lebih dekat.
Strategi Melawan Akrasia Menurut James Clear
Agar tidak terus terjebak dalam siklus penyesalan, James Clear menawarkan tiga cara praktis untuk mengalahkan Akrasia:
1. Gunakan Commitment Devices
Ini adalah alat yang mengunci pilihan Anda di masa depan agar tetap melakukan hal yang benar. Contohnya dengan menghapus aplikasi TikTok di hari kerja atau memberikan password akun game Anda kepada orang tua agar Anda tidak bisa memainkannya saat masa ujian.
2. Kurangi Hambatan untuk Memulai (Reduce Friction)
Akrasia sering terjadi karena langkah pertama terasa terlalu berat. Jika ingin mulai menulis, jangan berpikir untuk menulis 1.000 kata. Cukup buka laptop dan tulis satu kalimat.
3. Buat Rencana yang Spesifik
Niat saja tidak cukup. Penelitian menunjukkan bahwa rencana spesifik meningkatkan peluang keberhasilan. Jangan hanya berkata, "Saya ingin olahraga" tapi katakan, "Saya akan lari selama 15 menit pada jam 5 sore di taman dekat rumah."
Kesimpulannya adalah Efek Akrasia bukan berarti Anda malas atau lemah. Itu adalah cara kerja otak yang lebih memuja atau memanjakan masa kini. Dengan memahami strategi dari James Clear dan menyadari adanya ketidakkonsistenan waktu, kita bisa merancang lingkungan yang mendukung kesuksesan kita, bukan malah menjebak kita dalam penundaan yang terus-menerus menguasai ego pribadi.
Baca Juga
-
Metode Baca Bareng di Taman: Cara Ibu-Ibu Jagakarsa Mengajarkan Anak Mencintai Buku Tanpa Paksaan
-
Satu Tante yang Teredukasi Bisa Berdayakan Satu Keluarga, Gimana Caranya?
-
Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi
-
Dear Tante: Saat Sosok "Aunty" Hadir Menjadi Support System Hangat bagi Ibu Baru
-
Fenomena 'Digital to Reality': Mengapa Interaksi Online Jadi Kunci Konser Artis Mancanegara?
Artikel Terkait
-
Dopamin Jam 3 Pagi: Ketika Setan Dibelenggu, Tapi Doomscrolling Terus Melaju
-
Scroll, Klik, Ngiler! Cara Menyiksa Diri di Aplikasi Makanan saat Ramadan
-
Ramadan dan Generasi Scroll: Mencari Hening di Tengah Notifikasi
-
Kode Voucher Promo Buy 1 Get 1 Film Dopamin di Cinepolis
-
Review Film Dopamin: Terlalu Nyata dan Getir
News
-
Beban Ganda Perempuan Kepala Keluarga: Bangun Jam Lima pagi, Malam Masih Menghitung Setoran
-
Sudah Saatnya Night Eating Syndrome Menjadi Perhatian Nasional
-
Realita Generasi Bertahan: Gaji Jalan di Tempat, Kebutuhan Lari Kencang
-
Teringat Rekan Kerja Cantik yang Selalu Menunduk: Pahitnya Menjadi Target Catcalling
-
Pemuda Trash Ranger Indonesia sebagai Delegasi Puncak IGYLS 2026
Terkini
-
Wajah Pendidikan Karakter: Ketika Pemimpin Gagal Menjadi Contoh
-
Termasuk Semifinal Kali Ini, Argentina Sudah 3 Kali Singkirkan Inggris dengan Menyakitkan!
-
Old Money Vibes! 4 Gaya Outfit Preppy Style ala Winter aespa yang Timeless
-
Tenggelam dalam Tuntutan, Terbungkam oleh Stigma: Potret Buram Kesehatan Mental Remaja
-
Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Akhiri Puasa Juara?