Penyanyi dangdut asal Jawa Timur, Happy Asmara, kini sedang naik daun di industri hiburan Tanah Air. Meningkatnya popularitas musik dangdut koplo, turut menjadikan nama Happy Asmara terus meroket hingga mendapat julukan "The Queen of Ambyar".
Seperti diketahui, penyanyi cantik ini memiliki nama asli Heppy Rismanda Hendranata. Lahir di Kediri, pada tanggal 10 Juli 1999. Sejak usia belia Happy Asmara telah terjun di dunia entertainer. Sekitar usia 10 tahun, ia pernah menjadi model majalah anak-anak lokal di Jawa Timur.
Ketika duduk di bangku SMP, bakat menyanyi yang dimiliki Happy sudah mulai muncul. Ia kerapkali tampil dari panggung ke panggung. Mulai dari acara festival lokal, pernikahan, sampai menjadi ainden dalam gelaran wayang kulit.
Sejak tahun 2015 Happy mulai menggunakan nama panggung "Happy Asmara". Saat podcast di kanal YouTube Melaney Ricardo, Happy sempat mengungkap sosok berjasa yang memberi usulan nama panggung itu, yaitu Tigor. Ia merupakan seorang make up artist.
"Kamu tuh jangan (pakai nama) Heppy Rismanda nama panggungnya, jelek,” ujar Happy menirukan masukan dari Tigor.
“Happy Sounda atau Happy Asmara. Happy Asmara aja deh,” sambung Tigor memberi pilihan, lalu memberi keputusan.
Ucapan Tigor benar terbukti. Kini, nama Happy Asmara kian populer di kancah musik Tanah Air.
BACA JUGA: Ibu Indah Permatasari Kuliti Kesombongan Arie Kriting: 3 Kali Bertemu Dagunya Naik
Popularitas Happy membuat banyak orang mulai mengaguminya. Pada tahun 2016, ia mengumumkan nama klub penggemar resminya yang bernama PASHATI (Pasukan Happy Asmara Sejati).
Mantan kekasih Denny Caknan ini mengaku, sebelum menjadi pelantun lagu dangdut, mulanya ia ingin menjadi guru SD. Meski demikian, ia tak menampik memiliki bakat dalam dunia musik. Sejak muda, Happy Asmara sudah sering terjun dalam bidang tarik suara. Ia kerapkali tampil dari panggung ke panggung, baik solo maupun bersama grup band. Ia bahkan pernah mengikuti ajang pencarian bakat terkenal di salah satu televisi swasta, tetapi tidak ia lanjutkan.
Selain ahli dalam bernyanyi, Happy Asmara juga rajin menulis lirik lagu. Setiap membuat lirik lagu, Happy mengaku tak pernah memikirkan lirik yang pelik. Kebanyakan lirik yang ia tulis berdasarkan pengalaman dari perjalanan cintanya atau curhatan sebagian temannya. Maka, tidak heran jika kebanyakan lagunya adalah lagu-lagu sedih.
Di samping itu, Happy juga sering menyanyikan lagu-lagu penyanyi lain yang bertema broken heart. Terlebih, suara Happy Asmara yang khas dan mendayu, sehingga membuat terpana siapa saja yang mendengarkan lagu-lagunya. Sebab konsisten dengan lagu-lagu sedih, membuat penggemar Didi Kempot ini dijuluki sebagai "The Queen of Ambyar".
Inilah pembahasan mengenai alasan kenapa Happy Asmara dijuluki "The Queen of Ambyar".
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Lenovo IdeaPad Slim 5i Gen 9: Laptop Tipis, Performa Buas untuk Kerja dan Kuliah
-
ASUS ExpertBook Ultra 2026 Masuk Indonesia, Laptop Pebisnis Sultan dengan Intel Core Ultra Series 3
-
Qualcomm Snapdragon X2 Elite atau Nvidia RTX Spark, Mana Chip ARM Terbaik untuk Laptop?
-
Sebelum Mengerti Belajarlah Menghormati: Menghidupkan Kembali Tata Krama di Tengah Krisis Moral
-
Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi Global,Usung Daya Tahan Ekstra dan Jaringan 5G
Artikel Terkait
Entertainment
-
Kwon Eun Bin CLC Pensiun dari Dunia Hiburan Setelah 10 Tahun, Ini Alasannya
-
Rayakan 10 Tahun Tayang, Drakor Love in the Moonlight Siapkan Acara Spesial
-
Tolak Kritik, i-dle Usung Pesan Ketahanan dan Penerimaan Diri di Lagu Crow
-
D.O. EXO Konfirmasi Comeback Solo, Album Baru Dijadwalkan Rilis Agustus
-
Red Velvet Rayakan 12 Tahun Debut dengan Comeback Grup Lengkap dan Fan-Con
Terkini
-
Bosan Kerja Sendirian? WFC Journal Mengubah Meja Kopi Jadi Lingkaran Pertemanan
-
Capek Sedikit, Checkout Banyak: Emotional Spending Gen Z di Era Digital
-
Film Hokum: Menelisik Mitos yang Turun-temurun Hidup dalam Ingatan Kolektif
-
Karya Legendaris Idrus: Menelanjangi Luka Sejarah dan Trauma Zaman Jepang
-
Piala Dunia 2026: Duel Senegal Vs Prancis dan Sepenggal Kenangan Masa Remaja yang Mengecewakan